25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Hina Nabi Muhammad di Medsos, Pengusaha Asal Medan Terancam 5 Tahun Penjara


Fiqhislam.com - Kasus dakwaan penistaan agama berupa penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang menyeret pengusaha asal Medan berinisial ARH alias Antoni (62) mulai disidangkan. Sidang perdana berlangsung di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik, Selasa (13/6/2016). Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan, Aisyah dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atas dasar suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Februari 2017 di salah satu hotel di Kota Yogyakarta. ARH mulanya membuka akun Facebook miliknya melalui telepon pintar, lalu membaca komentar-komentar di Group Facebook Debat Islam-Kristen. Ia lalu mengunggah kata-kata yang didakwa menodakan agama di Facebook.

"Terdakwa merasa tersinggung, dengan komentar tersebut lalu memposting kata-kata yang menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW," ujar Aisyah.

Jaksa menyebutkan, dalam dakwaan tersebut, peristiwa sebenarnya tidak berlangsung di Medan. Namun karena terdakwa berdomisili dan ditahan di Kota Medan serta sebagian besar saksi berdomisili di Kota Medan maka berdasarkan Pasal 84 ayat (2) KUHAP perkara ini disidangkan di PN Medan.

"Terdakwa telah melanggar ketentuan Pidana yang diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta penistaan agama melalui media sosial, pasal 156 dan 156 (a) KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tandas Jaksa.

Selama persidangan berlangsung, terdakwa yang menggunakan kaus merah hanya tertunduk lesu. Saat keluar dari ruangan persidangan, terdakwa diam dan menutupi wajahnya. [yy/okezone]