21 Syawal 1443  |  Senin 23 Mei 2022

basmalah.png

Fahri Hamzah: Sandiwara Sidang Ahok Memuakkan


Fiqhislam.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menilai penundaan sidang tuntutan perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sedianya dilakukan pada hari ini, Selasa (11/4), memang sudah terencana dengan baik. Hal ini, kata Fahri, lantaran sebelumnya diketahui sudah ada permintaan penundaan sidang oleh Polda Metro Jaya dan Jaksa Agung.

"Kemarin ada surat permintaan dari Polda, lalu disetujui oleh Jaksa Agung yang minta sidang ini ditunda. Lalu kemudian muncul jaksa tidak siap sidang, ya itu sudah jelaslah," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/4).

Menurutnya juga, ketidaksiapan penuntut umum dalam menyusun tuntutan hanya bagian dari skenario penundaan sidang. Karena jika Jaksa Agung, M Prasetyo menginginkan sidang Ahok ditunda, tentu akan mempengaruhi penuntut umum.

''Ini bukan hanya nggak rasional. Polda minta tunda. Jakgung juga mengatakan ingin tunda, ya pastilah jaksanya itu disuruh action. Pengacaranya dibikin sandiwara seolah dirugikan. Ini omong kosong, bikin ketawa semut ini," kata Fahri.

Ia pun bersyukur sandiwara atas hukum tersebut diketahui secara jelas oleh masyarakat. Sehingga, semua pihak dapat menilai sendiri sandiwara tersebut.

"Tuhan telah membuka aib hukum kita ini. Oleh karena itu, sadarlah kita. Bahwa sandiwara ini harus dihentikan. Sandiwara ini memuakkan. Sandiwara ini tidak hanya dikutuk oleh semua orang, tapi juga Tuhan dan seluruh sekalian alam ini,'' katanya.

Diketahui, sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ditunda. Hal ini setelah penuntut umum menyatakan belum siap membacakan tuntutan kepada Ahok.

Karenanya, majelis hakim persidangan perkara Ahok memutuskan untuk menunda pembacaan tuntutan Ahok hingga 20 April 2017 mendatang. "Karena JPU belum siap dalam membacakan tuntutannya, maka diputuskan sidang ini ditunda. Kalau pun bisa saat ini, kita tunda 5 jam pun tidak masalah yang penting selesai hari ini, tapi JPU siap tidak?," kata hakim dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. [yy/republika]

Fahri Hamzah: Sandiwara Sidang Ahok Memuakkan


Fiqhislam.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menilai penundaan sidang tuntutan perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sedianya dilakukan pada hari ini, Selasa (11/4), memang sudah terencana dengan baik. Hal ini, kata Fahri, lantaran sebelumnya diketahui sudah ada permintaan penundaan sidang oleh Polda Metro Jaya dan Jaksa Agung.

"Kemarin ada surat permintaan dari Polda, lalu disetujui oleh Jaksa Agung yang minta sidang ini ditunda. Lalu kemudian muncul jaksa tidak siap sidang, ya itu sudah jelaslah," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/4).

Menurutnya juga, ketidaksiapan penuntut umum dalam menyusun tuntutan hanya bagian dari skenario penundaan sidang. Karena jika Jaksa Agung, M Prasetyo menginginkan sidang Ahok ditunda, tentu akan mempengaruhi penuntut umum.

''Ini bukan hanya nggak rasional. Polda minta tunda. Jakgung juga mengatakan ingin tunda, ya pastilah jaksanya itu disuruh action. Pengacaranya dibikin sandiwara seolah dirugikan. Ini omong kosong, bikin ketawa semut ini," kata Fahri.

Ia pun bersyukur sandiwara atas hukum tersebut diketahui secara jelas oleh masyarakat. Sehingga, semua pihak dapat menilai sendiri sandiwara tersebut.

"Tuhan telah membuka aib hukum kita ini. Oleh karena itu, sadarlah kita. Bahwa sandiwara ini harus dihentikan. Sandiwara ini memuakkan. Sandiwara ini tidak hanya dikutuk oleh semua orang, tapi juga Tuhan dan seluruh sekalian alam ini,'' katanya.

Diketahui, sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ditunda. Hal ini setelah penuntut umum menyatakan belum siap membacakan tuntutan kepada Ahok.

Karenanya, majelis hakim persidangan perkara Ahok memutuskan untuk menunda pembacaan tuntutan Ahok hingga 20 April 2017 mendatang. "Karena JPU belum siap dalam membacakan tuntutannya, maka diputuskan sidang ini ditunda. Kalau pun bisa saat ini, kita tunda 5 jam pun tidak masalah yang penting selesai hari ini, tapi JPU siap tidak?," kata hakim dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. [yy/republika]

Alasan JPU Menunda Pembacaan Tuntutan Ahok

Alasan JPU Menunda Pembacaan Tuntutan Ahok


Alasan JPU Menunda Pembacaan Tuntutan Ahok


Fiqhislam.com - Sidang kasus penintaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dengan agenda pembacaan tuntutan ternyata ditunda, Selasa (12/4). Apa alasan penundaanya? 

Ketua tim Jaksa Penuntut Umum, Ali Mukartono menyebutkan alasan penundaan pembacaan tuntutan Basuki Tjahaja Purnama yang ditunda hingga 20 April 2017.

"Seminggu tidak cukup bagi kami karena banyak tambahan saksi atau ahli yang di luar berkas perkara itu, ternyata sampai tadi malam, kita belum siap," katanya usai sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (11/4).

Ali menyebutkan ada sekitar empat tambahan dari saksi, dan enam tambahan dari ahli. Sebelumnya Ketua Majelis Hukum Dwiarso Budi Santiarto menawarkan kepada jaksa untuk menjadwalkan kembali pembacaan tuntutan pada 17 April. Namun jaksa meminta disediakan waktu lebih panjang.

Terkait dengan adanya surat edaran Polda Metro Jaya yang meminta penundaan jadwal pembacaan tuntutan, Ali menjawab hal itu tidak ada hubungannya. "Penyusunan surat (tuntutan) itu tidak ada hubungan dengan surat Kapolda. Cuma penentuan waktunya kita minta itu direspons bahwa itu bagian dari pengamanan. Pengamanan itu otoritasnya polri," ungkapnya.

Hakim akhirnya memutuskan menunda sidang kasus penistaan agama yang menjerat terdakwa Ahok hingga 20 April. Sedangkan pledoi akan disampaikan lima hari pascapembacaan tuntutan, yaitu pada 25 April 2017. [yy/republika]

Sidang Ahok Ditunda, Pengamat: Sudah Diduga JPU Ikuti Jaksa Agung

Sidang Ahok Ditunda, Pengamat: Sudah Diduga JPU Ikuti Jaksa Agung


Sidang Ahok Ditunda, Pengamat: Sudah Diduga JPU Ikuti Jaksa Agung


Fiqhislam.com - Pengamat politik Muchtar Effendy Harahap menilai, penundaan pembacaan tuntutan kasus dugaan penistaan agama sudah bisa diramalkan. Hal ini seiring dengan pernyataan jaksa agung M Prasetyo yang setuju dengan saran Polda Metro Jaya untuk menunda sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Sudah diduga, JPU akan mengikuti maunya jaksa agung," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/4).

Muchtar mengatakan, memang benar hak jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan siap atau tidak. Namun, penundaan pembacaan tuntutan kasus ini, lata dia, satu bukti Jaksa Agung dan Polda bersatu untuk menunda sidang. "Dengan cara tidak membacakan tuntutan," ujarnya.

Menurut Muchtar, hakim juga tak berhak memaksakan hari ini juga JPU baca tuntutan. Namun, peristiwa penundaan tersebut, kata dia, harus digiring polisi dan jaksa agung tidak netral terhadap Ahok.

Sebelumnya, jaksa agung M Prasetyo mendukung saran Polda Metro Jaya, agar sidang tuntutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok ditunda. Jaksa agung setuju jika sidang tersebut ditunda hingga penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta selesai, demi keamanan dan ketertiban. [yy/republika]