25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Ahli Bahasa Sebut Ahok Sengaja Pakai Kata 'Dibohongi' untuk Al-Maidah 51


Fiqhislam.com - Saksi ahli bahasa Indonesia, Mahyuni, menganggap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sengaja menggunakan kata 'dibohongi' saat mengutip Surah Al-Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu. 

Hal tersebut disampaikan oleh Mahyuni saat menjadi saksi kedua dalam persidangan ke-10 dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

Berdasarkan ilmu yang dikuasainya, Mahyuni menerangkan bahwa setiap pemilihan kata punya tujuan dan maksud tertentu.

"Setiap pilihan kata tidak mungkin tidak punya maksud dan tujuan. Tetapi setiap ujaran pasti ada maksud setiap orang berbicara dan pasti terpikirkan dan sengaja," katanya. 

Mahyuni juga menegaskan, dalam pidato juga harus dilihat dari figur yang menyampaikan. Karena, dalam ilmu bahasa, pembicara dan pendengar tak bisa dipisahkan.

"Saya pikir dari figur, kita bicara figur itu ketika orang merasa lebih dari pendengar dan keluar kata itu. Jadi dalam rangka apa juga bicara sehingga kalau konteksnya masyarakat biasa itu enggak ada urusan tapi kan ini beda," ungkapnya. [yy/okezone]

Ahli Bahasa Sebut Ahok Sengaja Pakai Kata 'Dibohongi' untuk Al-Maidah 51


Fiqhislam.com - Saksi ahli bahasa Indonesia, Mahyuni, menganggap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sengaja menggunakan kata 'dibohongi' saat mengutip Surah Al-Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu. 

Hal tersebut disampaikan oleh Mahyuni saat menjadi saksi kedua dalam persidangan ke-10 dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

Berdasarkan ilmu yang dikuasainya, Mahyuni menerangkan bahwa setiap pemilihan kata punya tujuan dan maksud tertentu.

"Setiap pilihan kata tidak mungkin tidak punya maksud dan tujuan. Tetapi setiap ujaran pasti ada maksud setiap orang berbicara dan pasti terpikirkan dan sengaja," katanya. 

Mahyuni juga menegaskan, dalam pidato juga harus dilihat dari figur yang menyampaikan. Karena, dalam ilmu bahasa, pembicara dan pendengar tak bisa dipisahkan.

"Saya pikir dari figur, kita bicara figur itu ketika orang merasa lebih dari pendengar dan keluar kata itu. Jadi dalam rangka apa juga bicara sehingga kalau konteksnya masyarakat biasa itu enggak ada urusan tapi kan ini beda," ungkapnya. [yy/okezone]

Saksi Ahli Sidang Ahok Cerita Kisah Turunnya Al Maidah

Saksi Ahli Sidang Ahok Cerita Kisah Turunnya Al Maidah


Saksi Ahli Sidang Ahok Cerita Kisah Turunnya Al Maidah


Fiqhislam.com - Ahli agama dari Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Amin Suma, sempat bercerita mengenai awal mula turunya Surat Al Maidah ayat 51. Ini berawal dari seseorang bernama Abdullah bin Ubai bin Salul yang mengaku memeluk  Islam.

"Ada terkait dengan salah seorang yang berpura-pura mengaku memeluk Islam, padahal dia tidak. Namanya Abdullah bin Ubai bin Salul," kata Amin Suma dalam sidang di aula Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Senin, 13 Februari 2017.

Amin menjelaskan bahwa Abdullah kerap melakukukan kerja sama dengan orang-orang non-muslim pada zaman Nabi Muhammad SAW. Abdullah, bahkan sering berbeda pendapat dengan Nabi Muhammad.

"Abdullah bin Ubai menyatakan saya tidak ikut bersama Muhammad, karena saya begini-begini, masing-masing punya alasan," katanya dalam persidangan, Senin, 13 Februari 2017.

Karena kerap bertentangan meski mengaku muslim dan kemudian turunlah surat Al-Maidah ayat 51. Tapi Abdullah malah kerap berpihak pada no-muslim.

"Nabi memerlukan bantuan suara, di mana Islam ini bisa eksis tanpa mengganggu orang lain. Abdullah bin Ubai bin Salul yang secara formal mengaku muslim tapi dia tidak mau, malah berpihak kepada yang non-muslim. Itulah turunnya ayat itu," katanya.

Kemudian, MUI sendiri melalui sikap keagamaannya telah menyatakan bahwa pidato Ahok terkait dengan Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu termasuk menghina Alquran dan ulama. [yy/viva]

Ahli Agama: Alquran Tak Akan Bohongi Siapa Pun

Ahli Agama: Al Quran Tak Akan Bohongi Siapa Pun


Ahli Agama: Al Quran Tak Akan Bohongi Siapa Pun


Fiqhislam.com - Ahli agama dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Muhammad Amin Suma menjelaskan, Alquran tidak pernah membohongi. Ia tidak terima dengan kata-kata Ahok yang menyebut dibohongi dan dibodohi dengan Surat Al-Maidah Ayat 51.

"Masalahnya dibohongi pakai Al-Maidah Ayat 51 atau dibodohi pakai Al-Maidah Ayat 51. Alquran tidak akan pernah membohongi siapa pun," kata Amin dalam persidangan, Senin, 13 Februari 2017.

Ia meneruskan kesaksiaannya, bahwa beberapa ulama melarang penerjemahan Alquran dalam menyikapi permasalahan ini. Sebab, tafsir Alquran bisa berbeda-beda artinya.

"Jangankan terjemahan, tulisan juga macam-macam. Termasuk pemimpin. Itulah kenapa ada sebagian ulama melarang menerjemahkan Alquran," katanya.

Seperti diketahui, saat ini Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun. [yy/viva]