25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Habib Novel Sampaikan Surat Permohonan Penahanan Ahok kepada Hakim


Fiqhislam.com - Habib Novel, saksi sidang lanjutan dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama alias Ahok, mengaku heran gubernur DKI Jakarta non-aktif itu belum ditahan. Padahal, ia meyakini bukti-bukti Ahok melakukan penodaan agama sudah sangat jelas.

"Sebagai intinyanya, saya menyampaikan kepada hakim surat permohonan penahanan. Karena Ahok sudah mengulangi perbuatannya lagi,'' kata Habib Novel, usai bersaksi di sidang, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).

Sekjen DPD DKI FPI itu menyebutkan, Ahok satu-satunya tersangka penistaan agama yang lolos dari penahanan. Sehingga, untuk memenuhi rasa keadilan, dirinya meminta kepada hakim untuk menahan mantan Bupati Belitung Timur itu.

''Sebenarnya Ahok dan pengacaranya siap dibacakan (surat permohonan penahanan). Cuma saya tidak tahu alasan surat itu tidak dibacakan hakim,'' ujarnya.

Habib Novel menjelaskan, dirinya melaporkan Ahok ke polisi pada 6 Oktober. Lalu pada 7 Oktober di Balai Kota, Ahok malah menyebut mereka yang membela Al-Maidah itu rasis dan pengecut. Serta, Ahok bahkan menyebut aksi Bela Islam 4/11 sebagai aksi barbar dan pendemonya dibayar Rp 500 ribu.

''Kemudian ketika sidang eksepsi, sebagai pembelaannya Ahok menyerang Al-Maidah sebagai pemecah belah rakyat. Kami melaporkan 9 kali, itu cukup untuk menahan Ahok, alhamdulilah hakim akan mempertimbangkan,'' jelas dia. [yy/republika]

Habib Novel Sampaikan Surat Permohonan Penahanan Ahok kepada Hakim


Fiqhislam.com - Habib Novel, saksi sidang lanjutan dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama alias Ahok, mengaku heran gubernur DKI Jakarta non-aktif itu belum ditahan. Padahal, ia meyakini bukti-bukti Ahok melakukan penodaan agama sudah sangat jelas.

"Sebagai intinyanya, saya menyampaikan kepada hakim surat permohonan penahanan. Karena Ahok sudah mengulangi perbuatannya lagi,'' kata Habib Novel, usai bersaksi di sidang, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).

Sekjen DPD DKI FPI itu menyebutkan, Ahok satu-satunya tersangka penistaan agama yang lolos dari penahanan. Sehingga, untuk memenuhi rasa keadilan, dirinya meminta kepada hakim untuk menahan mantan Bupati Belitung Timur itu.

''Sebenarnya Ahok dan pengacaranya siap dibacakan (surat permohonan penahanan). Cuma saya tidak tahu alasan surat itu tidak dibacakan hakim,'' ujarnya.

Habib Novel menjelaskan, dirinya melaporkan Ahok ke polisi pada 6 Oktober. Lalu pada 7 Oktober di Balai Kota, Ahok malah menyebut mereka yang membela Al-Maidah itu rasis dan pengecut. Serta, Ahok bahkan menyebut aksi Bela Islam 4/11 sebagai aksi barbar dan pendemonya dibayar Rp 500 ribu.

''Kemudian ketika sidang eksepsi, sebagai pembelaannya Ahok menyerang Al-Maidah sebagai pemecah belah rakyat. Kami melaporkan 9 kali, itu cukup untuk menahan Ahok, alhamdulilah hakim akan mempertimbangkan,'' jelas dia. [yy/republika]

Habib Novel Paparkan Bukti Penistaan Agama oleh Ahok di Sidang

Habib Novel Paparkan Bukti Penistaan Agama oleh Ahok di Sidang


Habib Novel Paparkan Bukti Penistaan Agama oleh Ahok di Sidang


Fiqhislam.com - Sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama alias Ahok memasuki sesi keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Habib Novel menjadi saksi pertama yang diperiksa dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).

Dalam kesaksiannya, Habib Novel memaparkan sejumlah bukti -bukti bahwa Ahok secara meyakinkan telah melakukan tindakan penistaan agama. ''Terbongkar, bahwa unsur ketidaksengajaan yang Ahok sebut itu terbantahkan dengan data -data yang saya sampaikan,'' kata dia.

Bukti -bukti tersebut, lanjut dia, adalah E-book berjudul Merubah Indonesia dalam halaman 40 dari paragraf satu, dua, ketiga sampai keempat tentang Al -Maidah. Selain itu, Habib Novel menyatakan Ahok telah menyerang Islam sejak masih menjadi calon wakil gubernur pada 2012.

''Contohnya, ayat suci no, ayat konstitusi Yes, atau ayat -ayat konstitusi di atas ayat -ayat suci. Itu yang saya sampaikan,'' ucapnya.

Sehingga, ia meyakini bahwa Ahok bukan hanya sekali melakukan penistaan terhadap Islam. Sehingga itulah yang membuatnya membahtah pertanyaan kuasa hukum Ahok mengapa kliennya tidak dinasehati saja.

''Saya bilang tidak perlu dinasehati. Kalau Ahok mengucapkan sekali, maka saya perlu nasehati. Tapu Ahok ini berkali -kali. saat di pulau pramuka dan 21 September di partai Nasdem, 30 Maret juga. Tetapi saya melihat dzohir, bahwa Ahok terbukti tidak pernah kapok,'' tegasnya. [yy/republika]

Hakim Larang Sidang Ahok Disiarkan Secara Langsung, Ada Apa?

Hakim Larang Sidang Ahok Disiarkan Secara Langsung, Ada Apa?


Hakim Larang Sidang Ahok Disiarkan Secara Langsung, Ada Apa?


Fiqhislam.com - Sidang dugaan penistaan Alquran dengan terdakwa Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mulai dengan memeriksaan sejumlah saksi yang digelar di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1). Namun hakim melarang untuk media televisi menyiarkannya secara langsung.

''Persidangan ini tidak live, untuk itu kameramen dipersilakan keluar, di ruangan ini hanya wartawan cetak dan tulis dan reporter. Silakan,'' kata Ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto‎, di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (3/1).

Namun ternyata, sikap polisi berbeda dengan keputusan hakim. Awak media dilarang masuk ke dalam ruang sidang tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, sempat terjadi saling dorong antara wartawan dan polisi.

''Ini tidak adil, kalau memang tidak boleh. Semuanya tidak boleh. Kita di sini dari pagi, sudah tidak dikasih layar maupun pengeras suara bagaimana kita bisa mengabarkan jalannya sidang," kata salah satu wartawan, di depan pintu masuk ruang sidang.

Meski beberapa kali mencoba dialog dengan kepolisian, namun mereka tetap tidak mengizinkan media untuk meliput. Sekalipun ada yang masuk ke ruang sidang, tidak diperbolehkan untuk membawa handphone maupun alat elektronik lainnya. [yy/republika]