25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Ahok Minta Maaf pada Umat Islam


Ahok Minta Maaf pada Umat Islam


Fiqhislam.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya soal tafsiran surat Al Maidah ayat 51. Pernyataan berisi tafsiran terhadap Alquran itu ia sampaikan saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Senin, 10 Oktober 2016.

Ahok menegaskan, tak ada maksud dirinya melecehkan agama Islam dengan mengeluarkan pernyataan itu.

Banyak orang tersinggung karena menganggap Ahok telah menyatakan ayat 51 surat Al Maidah, yang isinya tuntunan bagi umat Muslim untuk memilih pemimpin mereka, membohongi mereka.

"Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau Alquran," ujar Ahok. [yy/viva/VIDEO]

Ahok Minta Maaf pada Umat Islam


Ahok Minta Maaf pada Umat Islam


Fiqhislam.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya soal tafsiran surat Al Maidah ayat 51. Pernyataan berisi tafsiran terhadap Alquran itu ia sampaikan saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Senin, 10 Oktober 2016.

Ahok menegaskan, tak ada maksud dirinya melecehkan agama Islam dengan mengeluarkan pernyataan itu.

Banyak orang tersinggung karena menganggap Ahok telah menyatakan ayat 51 surat Al Maidah, yang isinya tuntunan bagi umat Muslim untuk memilih pemimpin mereka, membohongi mereka.

"Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau Alquran," ujar Ahok. [yy/viva/VIDEO]

Ketua Umum PBNU: Ahok Harus Dimaafkan

Ketua Umum PBNU: Ahok Harus Dimaafkan


Ketua Umum PBNU: Ahok Harus Dimaafkan


Fiqhislam.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta maaf kepada umat Islam atas pernyataannya terkait Alquran sehingga menimbulkan polemik. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj menilai umat Islam harus memaafkan Ahok ketika mantan Bupati Belitung Timur itu tidak memiliki niatan melecehkan.

Menurut dia, ini berlaku tidak hanya untuk Ahok.

"Kalau siapa pun dalam pernyataannya melecehkan salah besar, tapi kalau tidak niat itu tidak disengaja jadi harus dimaafkan," kata Said Aqil di gedung PBNU, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Sebaliknya, jika Ahok memang berniat melecehkan umat Islam, maka pemerintah dan aparat harus memberikan sanksi tegas.

Dia berharap kejadian serupa tak terulang menjelang pilkada serentak 2017. Ini untuk menjaga kerukunan antar-umat beragama bisa terus terjaga.

"Tapi kalau niat, itu harus ada sanksi. Kalau saya memaafkan. Kalau ada orang tak sengaja, keselo lidah, kita maafkan," tandas Said Aqil. [yy/liputan6]

Imam Besar Masjid Istiqlal:

Imam Besar Masjid Istiqlal: "Biarlah Ayat Al Quran itu Jadi Urusan Umat Islam"


Imam Besar Masjid Istiqlal: "Biarlah Ayat Al Quran itu Jadi Urusan Umat Islam"


Fiqhislam.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, agar bijak dalam melontarkan pernyataan. Terlebih, dengan mengutip ayat dalam kitab suci umat Islam, Alquran.

Ahok sebelumnya dilaporkan sejumlah pihak ke Mabes Polri, karena dituduh melakukan penistaan agama, dengan mengutip surat Al Maidah, yang dikaitkan dengan kebohongan dan pembodohan, agar umat muslim tidak memilih pemimpin dari kalangan nonmuslim.

"Ini jadi pelajaran, bukan hanya Ahok. Biarlah ayat itu jadi milik umat Islam, jangan terjadi lagi," kata Nasaruddin dalam perbincangan di tvOne, Senin 10 Oktober 2016.

Nasaruddin mengaku sudah melihat bolak-balik konten video Ahok di Kepulauan Seribu yang menuai kontroversi. Ia mengamati betul kalimat Ahok yang menyatakan 'Kan, bisa saja dalam hati kecil, bapak ibu enggak bisa pilih saya, karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu'.

Mantan Wakil Menteri Agama RI itu menilai kalimat yang diutarakan Ahok memang konteksnya tidak untuk menghina ayat Alquran. Namun, Ia tak menampik kalimat 'karena dibohongi dengan Surat Al Maidah 51' bisa mengundang interpretasi lain yang bisa menyakitkan orang lain.

"Saya mengimbau, ada kearifan bagi orang yang keliru mendalami ayat, apalagi mereka yang tidak memahami (Alquran)," ujarnya.

Sementara itu, mengenai perintah ayat 51 Surat Al Maidah untuk memilih pemimpin Muslim, Nasaruddin menyatakan bahwa ayat tersebut turun sebagai respons atas peristiwa khusus saat itu.

Di mana, saat itu umat Islam baru saja menghadapi perang Uhud, dan merespons provokasi yang dilakukan Abdullah bin Ubay bin Salul (tokoh Munafik Madinah). Guna menghindari umat Islam bersekutu dengan kaum munafik, maka turunlah ayat 51 dalam Surat Al Maidah.

"Ada empat Tafsir tadi malam saya kaji, Tafsir Ibnu Katsir, itu pada umumnya 'auliya' itu yang dimaksud adalah pertemanan, jangan jadikan Yahudi dan Nasrani itu teman atau orang kepercayaan," terang Nasaruddin.

Kendati demikian, Nasaruddin tak sepenuhnya menyalahkan Muslim yang memahami 'auliya' sebagai pemimpin. Sebab, kata 'auliya' sendiri merupakan jamak dari waliya, yang lazim difahami oleh orang Arab sebagai pemimpin suatu wilayah.

Terlepas dari masalah tersebut, ia mengajak semua umat Islam bijak dalam merespons ujaran Ahok. Menurut dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengimbau umat tidak termakan isu maupun ajakan untuk melakukan aksi main hakim sendiri terhadap Ahok, dan menyerahkan kasusnya ke aparat penegak hukum.

"Saya pecaya, MUI sudah memberikan gambaran yang bagus," tambahnya. [yy/viva]

Mengapa TMC Polda Metro Jaya Tampilkan Permohonan Maaf Ahok?

Mengapa TMC Polda Metro Jaya Tampilkan Permohonan Maaf Ahok?


Mengapa TMC Polda Metro Jaya Tampilkan Permohonan Maaf Ahok?


Fiqhislam.com - Akun twitter resmi milik Polda Metro Jaya, yakni TMC Polda Jaya mendadak menampilkan permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok terkait kesalahannya menggunakan ayat di kitab suci umat Islam.

Akun yang merupakan akronim dari Traffic Management Center ini sedianya hanya melaporkan situasi lalu lintas di kawasan Jakarta. Namun entah mengapa akun ini juga ikut memunculkan pernyataan Ahok.

Meski menautkan pranala berita dari salah satu media, namun kemunculan cuitan tentang Ahok yang meminta maaf di akun milik Polda Metro Jaya itu menuai kritikan keras dari netizen.

TMC Polda Metro Jaya dianggap tidak pantas ikut menayangkan pernyataan Ahok yang meminta maaf soal pelanggarannya menggunakan kitab suci Alquran. Simak cuitan berikut yang diterbitkan oleh TMC Polda Metro Jaya.

Permohonan Maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama Terhadap Umat Muslim di Indonesia https://t.co/c1tMkXqBGk

Polri Terima 8 Laporan Soal Ahok Terkait Penistaan Agama

Polri Terima 8 Laporan Soal Ahok Terkait Penistaan Agama


Polri Terima 8 Laporan Soal Ahok Terkait Penistaan Agama


Fiqhislam.com - Markas Besar Kepolisian RI telah menerima delapan laporan terkait penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, setelah menyinggung kitab suci Alquran surat Al Maidah ayat 51 ketika pidato di tengah kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu beberapa pekan lalu.

Direktur Tindak Pidana Umum dari Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agus Andrianto, merinci empat laporan langsung disampaikan ke kantornya, satu laporan ke Polda Sumatera Selatan, dan tiga laporan ke Polda Metro Jaya.

Selain Ahok, terlapor lain adalah pemilik akun bernama SBY (Si Buni Yani), yang mengunggah potongan video Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 ke media sosial. Namun, Agus tak merinci siapa saja pelapor yang melaporkan Ahok kepada polisi.

"Kita akan satukan karena orangnya sama, obyeknya sama, locusnya sama. Artinya, berapa pun laporan pasti dijadikan satu," kata Agus di Jakarta, Senin 10 Oktober 2016.

Kata Agus, penyidik akan melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi pelapor terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

"Kita tambahkan dari semua pelapor dan kita minta keterangannya untuk interview seperti apa sih ceritanya," ujarnya.

Ahok pun akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya soal tafsiran surat Al Maidah ayat 51. Pernyataan berisi tafsiran terhadap Alquran itu ia sampaikan saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Senin, 10 Oktober 2016. [yy/viva]