20 Syawal 1443  |  Minggu 22 Mei 2022

basmalah.png

Imam Masjidil Haram akan Bersilaturahim dengan Wahdah IslamiyahFiqhislam.com - Salah satu Imam Masjidil Haram Makkah al-Mukarramah Syekh DR Hasan bin Abdul Hamid Bukhari akan memberikan tausyiah dalam Muktamar III Ormas Islam Wahdah Islamiyah (WI). “Imam Masjidil Haram Insya Allah fiks hadir di Muktamar kita”, ujar Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan taujih (pengarahan) kepada panitia Muktamar III, belum lama ini.

Direncanakan Syekh Bukhari akan menghadiri Silaturrahmi dan Tabligh Akbar Pembukaan yang akan digelar di masjid Istiqlal Jakarta (17/7) dan wisuda Huffadz (penghafal) Alquran. Yang juga istimewa, Imam Bukhari akan melantunkan Tilawah dan menyampaikan Taushiyah pada pembukaan nanti.

Imam Masjidil Haram dalam Wisuda ini akan menyerahkan secara simbolis Sertifikat Kelulusan Hafalan bagi perwakilan Hafidz dalam Program 1 Rumah 1 Hafidz. Saat ini Pesantren Tahfidz Wahdah sudah tersebar di lebih 100 Cabang Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia.

Tokoh lainnya yg akan memberi Taushiyah adalah Ustadz Yusuf Mansur, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Salim A.Fillah dan terakhir Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin. Muktamar akan resmi dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla, Selasa Pagi (19/7). Pada Senin (18/7), tiga tokoh pejabat nasional diagendakan untuk menyampaikan materi pencerahan. Senin Pagi  Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin akan memberikan materi. Pada siang dan malam hari, Bapak Pangliman TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jendral Pol Tito Karniavan dijadwalkan akan menyampaikan materi. [yy/republika]

Imam Masjidil Haram akan Bersilaturahim dengan Wahdah IslamiyahFiqhislam.com - Salah satu Imam Masjidil Haram Makkah al-Mukarramah Syekh DR Hasan bin Abdul Hamid Bukhari akan memberikan tausyiah dalam Muktamar III Ormas Islam Wahdah Islamiyah (WI). “Imam Masjidil Haram Insya Allah fiks hadir di Muktamar kita”, ujar Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan taujih (pengarahan) kepada panitia Muktamar III, belum lama ini.

Direncanakan Syekh Bukhari akan menghadiri Silaturrahmi dan Tabligh Akbar Pembukaan yang akan digelar di masjid Istiqlal Jakarta (17/7) dan wisuda Huffadz (penghafal) Alquran. Yang juga istimewa, Imam Bukhari akan melantunkan Tilawah dan menyampaikan Taushiyah pada pembukaan nanti.

Imam Masjidil Haram dalam Wisuda ini akan menyerahkan secara simbolis Sertifikat Kelulusan Hafalan bagi perwakilan Hafidz dalam Program 1 Rumah 1 Hafidz. Saat ini Pesantren Tahfidz Wahdah sudah tersebar di lebih 100 Cabang Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia.

Tokoh lainnya yg akan memberi Taushiyah adalah Ustadz Yusuf Mansur, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Salim A.Fillah dan terakhir Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin. Muktamar akan resmi dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla, Selasa Pagi (19/7). Pada Senin (18/7), tiga tokoh pejabat nasional diagendakan untuk menyampaikan materi pencerahan. Senin Pagi  Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin akan memberikan materi. Pada siang dan malam hari, Bapak Pangliman TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jendral Pol Tito Karniavan dijadwalkan akan menyampaikan materi. [yy/republika]

Puluhan Ribu Orang Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah

Puluhan Ribu Orang Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah

Wahdah Islamiyah menggelar tablig akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ahad (17/7). Perhelatan ini merupakan rangkaian acara menuju Muktamar III Wahdah Islamiyah.

Sejak pagi, puluhan ribu  Muslim yang berasal dari seluruh Indonesia tampak sudah berbondong-bondong, dan memadati pintu dan halaman utama Masjid Istiqlal. Hampir setiap sudut dan lantai di dalam Masjid Istiqlal terlihat penuh dengan jamaah yang hendak mengikuti tablig akbar Sejuta Cinta Untuk Indonesia.

"Hari ini kita target 20 ribu orang untuk tablig akbar," kata Ketua Steering Commitee Muktamar Rahmat Abdul Rahman kepada Republika.co.id, Ahad (17/7).

Ia menerangkan, tablig akbar yang mengambil tema Sejuta Cinta Untuk Indonesia diisi oleh sejumlah penceramah seperti Ust Yusuf Mansur, Ust Salim A. Fillah dan Ust. Bachtiar Nasir. Selain itu,  ada sambutan dari Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal KH Muh Muzammil Basyuni dan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin.

Melalui tablig akbar, lanjut Rahmat, Wahdah Islamiyah berharap seluruh ormas dan aktivis Islam dapat senantiasa memberikan cinta kepada Indonesia. Ia menilai, cinta yang diberikan dapat menampilkan wajah Islam sesungguhnya, yang memang penuh dengan kelembutan dan rahmat kepada umat manusia.

Rahmat menjelaskan, tema Sejuta Cinta Untuk Indonesia memang dimaksudkan sebagai cinta yang kuat, untuk mengembalikan bangsa Indonesia sebagai basis perjuangan umat Islam. Karena itu, ia berharap umat Islam dapat mempertahankan Indonesia, sebagai warisan para mujahid terdahulu untuk generasi yang akan datang."Ayo jaga Indonesia, ini rumah kita, jangan sampai dirusak," ujar Rahmat. [yy/republika]

Imam Masjidil Haram Ajak Umat Hadapi Fitnah Terorisme

Imam Masjidil Haram Ajak Umat Hadapi Fitnah Terorisme

Terorisme merupakan salah satu masalah terbesar dunia saat ini. Imam Masjidil Haram, Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhari, mengatakan konspirasi musuh-musuh Islam selalu menghasilkan kedustaan. Namun, ia menekankan dua kewajiban yang harus dilakukan umat Muslim, menghadapi fitnah-fitnah terorise yang kerap menimpa Islam.

"Kita harus membantah, dan kita harus menampakkan Islam yang sesungguhnya yang penuh kasih sayang, ke setiap pelosok dunia," kata Syekh Bukhari saat memberi tausiyah di tablig akbar Sejuta Cinta untuk Indonesia, Ahad (17/7).

Selain itu, ada sejumlah sikap yang tidak boleh dilakukan umat Muslim, menghadapi fitnah terorisme yang disasarkan kepada Islam. Umat Muslim, tidak boleh memberikan kesempatan musuh Islam untuk mencoreng dan memberi stigma buruk kepada Islam.

Umat Muslim, tidak boleh memberikan celah kepada musuh-musuh Islam, untuk melemahkan semangat Islam di dada setiap Muslim. Umat Muslim, tidak boleh membiarkan persatuan dan kesatuan dipecah-belah, serta menghilangkan anak-anak yang merupakan generasi mendatang.

Umat Muslim, tidak boleh memberikan kesempatan musuh Islam meredupkan cahaya Islam yang telah dikobarkan Allah SWT di dada. Terakhir, umat Muslim tidak boleh menyibukkan diri dari pekerjaan paling penting selama hidup, yaitu menghidupkan Isla di diri masing-masing.

"Berpegang teguhlah, jaga baik-baik kesucian akidah," ujar Syekh Bukhari.

Terakhir, Syekh Bukhari mengingatkan umat Muslim agar mempelajari kehidupan Rasulullah dan mengenalkannya kepada anak-anak mereka. Ia menambahkan, umat Muslim harus bisa menjadikan Nabi Muhammad SAW, sebagai manusia yang paling dikenal oleh anak-anak mereka, melebih manusia lain. [yy/republika]

Imam Masjidil Haram Minta Indonesia Jaga Jati Diri Bangsa

Imam Masjidil Haram Minta Indonesia Jaga Jati Diri Bangsa

Wahdah Islamiyah menggelar Tablig Akbar Sejuta Cinta Untuk Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (17/7). Imam Masjidil Haram menjadi tamu istimewa di rangkaian Muktamar III Wahdah Islamiyah tersebut.

Imam Masjidil Haram, Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhari meminta umat Muslim di Indonesia tetap kuat mempertahankan jati diri bangsa dari konspirasi yang selalu bermuara kepada kaum Muslimin. Hal itu dikarenakan ia meyakini kalau apapun yang terjadi Allah SWT telah menuliskan takdir apabila Islam memang akan selalu bersemayam di bangsa Indonesia.

"Amanah yang tidak ringan kepada bangsa Indonesia untuk menjaga jati diri kaum Muslimin sebagai pewaris sejati Indonesia," kata Syekh Bukhari, Ahad (17/7).

Menurutnya, telah terbukti dengan sedemikian banyak upaya menghilangkan hakikat keislaman bangsa Indonesia, yang sampai saat ini tidak pernah berhasil. Pemurtadan dan penjajahan, jadi sejumlah contoh tantangan yang kerap dihadapi dan senantiasa berhasil dikalahkan bangsa Indonesia.

Untuk itu, ia mengingatkan kalau menumbuhkan kekuatan di diri sendiri dan orang-orang terdekat, merupakan langkah awal penyelesaian perselisihan yang sesuai ajaran pokok Islam. Menurut Syekh Bukhari, kekuatan itu dibutuhkan agar bisa menutup celah di barisan umat Islam, yang akan dimanfaatkan musuh islam untuk meniupkan perpecahan.

Syekh Bukhari menekankan kalau setiap Muslim di Indonesia yang memahami hakikat, akan mengerti kalau ia adalah setiap mereka merupakan bagian dari benteng Islam dunia. Ia merasa, umat Muslim di Indonesia merupakan manusia pilihan untuk cinta kepada Allah SWT, dan akan menjadi kekuatan yang sangat penting di benteng umat Islam.

"Indonesia adalah manusia pilihan Allah untuk cinta kepada Allah SWT, agar jadi benteng dan kebanggaan umat Islam di dunia," ujar Syekh Bukhari.

Ia menambahkan, sejarah telah mencatat kalau Islam masuk ke Indonesia dengan damai dan tanpa kekerasan, dan tercipta sampai saat ini. Karenanya, Syekh Bukhari berharap agar kondisi saat ini bisa terus terjaga sampai hari akhir, sehingga Indonesia senantiasa dinaungi keamanan dan kedamaian. [yy/republika]

Wahdah Islamiyah Soroti Peran Politik Umat Islam

Wahdah Islamiyah Soroti Peran Politik Umat Islam

Ormas Islam Wahdah Islamiyah Pimpinan  KH.  Zaitun Rasmin, menggelar Muktamar Nasional ke –III di Masjid Istiqlal Jakarta (17/7). Pembukaan yang dikemas dengan Tabligh Akbar dan Wisuda 180 Santri Penghafal Qur'an ini nampak Istimewa, karena selain dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, seperti Imam Masjidil Haram, Syiekh. DR. Hasan Abdul Hamid Bukhari juga kepala daerah provinsi dan kabupaten, seperti Kang Yoto, Bupati Bojonegoro, Bupati Bantaeng, Muhammad Nurdin dan Wakil Gubernur Sulewesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang.  

Dalam sambutan pembukaannya, Pimpinan Wahdah Islamiyah  KH Zaitun Rasmin menyatakan rasa syukurnya karena Wahdah Islamiyah yang diprakarsai kelahirannya di Makassar, Sulawesi Selatan, bisa menggelar Muktamar ke-III - nya di Ibukota Jakarta. "Dengan Muktamar yang bertema Sejuta Cinta untuk Indonesia, Wahdah Islamiyah akan terus menebarkan Rahmat Islam seluruh pelosok Indonesia," tegasnya disambut sahutan amin oleh jamaah yang menyesaki Istiqlal.

Kepada wartawan, Zaitun Rasmin menjelaskan lebih dalam bahwa Indonesia saat ini terancam oleh narkoba dan persoalan pornografi dan pelecehan  yang mengancam generasi muda. “Ini persoalan yang sangat elementer, keluarga harus dilibatkan untuk membentengi generasi “ katanya.

Selain itu, menurut  Zaitun Rasmin juga menggaris bawahi soal peran politik ummat Islam, “Umat Islam harus mengembangkan Islam yang open minded, istilahnya, Islam yang watsathaniyah, misalnya tentang peran politik di alam demokrasi. Asal dalam perspektif politik yang bersih dan tidak menghalalkan segela cara,” tambahnya.  

“Beberapa hal penting itu yang akan menjadi bahasan dalam muktamar, nasib umat Islam dan bangsa ini,” tambah KH Zaitun Rasmin memberikan garis bawah.  

Sementara Imam Masjidil Haram Syiekh. DR. Hasan Abdul Hamid Bukhari pada tausiyahnya menyambut baik perkembangan Islam di Indonesia yang masuk ke Nusantara sebagai agama mayoritas yg penuh kedamaian. Menurutnya kesatuan umat merupakan faktor penting dalam membangun dakwah Islam dimanapun di muka bumi ini. Karenya, kebersatuan umat harus menyelesaikan sejumlah perbedaan-perbedaan dalam ajaran Islam, yang hanya merupakan sifat dari cabang-cabang ilmu ke-Islaman.

Sementara itu, Sekjen Majelis Intelektual Muda dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH Bachtiar Nasir, menyindir tentang sejumlah media mainstream yang masih salah dalam menyikapi keberadaan Wahdah Islamiyah di tengah masyarakat.

"Padahal saya bersama Ustaz Zaitun sudah banyak menebarkan kebaikan untuk bangsa dan umat, baik melalui wadah organisasi kami masing-masing maupun melalui MIUMI," tegas KH.Bachtiar. Seperti diketahui, Wahdah Islamiyah pernah menuntut salah satu media elektronik di Indonesia karena dimasukkan dalam golongan teroris.

Menurut rencana, secara resmi Muktamar ke-III Wahdah Islamiyah secara resmi akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kala pada Selasa, 19 Juli 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Muktamar yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2016. Muktamar Wahdah Islamiyah kali ini dihadiri sekira 2500 peserta, yang berasal dari 131 DPD Wahdah Islamiyah yang tersebar di seluruh propinsi se-Indonesia. Momentum muktamar ini juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda lainnya, seperti Daurah Nasional serta kegiatan Bazaar dan Pameran. [yy/republika]