25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Hijab Bersalib, MUI: TVRI Harus Bertanggung Jawab

Fiqhislam.com - TVRI sudah mengirimkan surat permintaan maaf ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Permintaan maaf ini terkait dengan munculnya tayangan program acara sahur Ramadhan yang menampilkan perempuan berhijab namun ada aksen tanda salib di bagian depan busana yang dikenakannya.

"Sudah memberi surat permintaan maaf," kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, DR Amirsyah Tambunan, Senin (13/6).

Amirsyah mengatakan walaupun sudah memberikan surat permintaan maaf TVRI tetap akan dipanggil. Karena TVRI juga harus menjelaskan kronologi serta sebab terjadinya penayangan aksen tanda salib tersebut.

"Pemimpinnya yang bertanggung jawab kenapa bisa muncul," katanya.

Dalam surat permintaan maaf tersebut, Amirsyah mengatakan, TVRI menjelaskan penayangan aksen salib tersebut karena kecerobohan. Namun, tidak dijelaskan siapa yang melakukan kecerobohan tersebut penata busana atau tim produksi acara.

Amirsyah menambahkan, selain memberikan surat permintaan maaf dan menjelaskannya kepada MUI, TVRI juga harus meminta maaf secara terbuka di media massa.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menyayangkan tayangan program Ramadhan di TVRI yang mencatut gambar Salib sebagai simbol agama di umat Kristiani. Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi mendesak TVRI segera meminta maaf kepada umat Islam. [yy/republika]

Hijab Bersalib, MUI: TVRI Harus Bertanggung Jawab

Fiqhislam.com - TVRI sudah mengirimkan surat permintaan maaf ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Permintaan maaf ini terkait dengan munculnya tayangan program acara sahur Ramadhan yang menampilkan perempuan berhijab namun ada aksen tanda salib di bagian depan busana yang dikenakannya.

"Sudah memberi surat permintaan maaf," kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, DR Amirsyah Tambunan, Senin (13/6).

Amirsyah mengatakan walaupun sudah memberikan surat permintaan maaf TVRI tetap akan dipanggil. Karena TVRI juga harus menjelaskan kronologi serta sebab terjadinya penayangan aksen tanda salib tersebut.

"Pemimpinnya yang bertanggung jawab kenapa bisa muncul," katanya.

Dalam surat permintaan maaf tersebut, Amirsyah mengatakan, TVRI menjelaskan penayangan aksen salib tersebut karena kecerobohan. Namun, tidak dijelaskan siapa yang melakukan kecerobohan tersebut penata busana atau tim produksi acara.

Amirsyah menambahkan, selain memberikan surat permintaan maaf dan menjelaskannya kepada MUI, TVRI juga harus meminta maaf secara terbuka di media massa.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menyayangkan tayangan program Ramadhan di TVRI yang mencatut gambar Salib sebagai simbol agama di umat Kristiani. Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi mendesak TVRI segera meminta maaf kepada umat Islam. [yy/republika]

Program Ramadhan TVRI Bergambar Salib Disengaja

Program Ramadhan TVRI Bergambar Salib Disengaja

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan program di TVRI yang menggunakan kostum salib di acara Program Ramadhan. Program yang disiarkan secara langsung tersebut dinilai MUI sebagai unsur kesengajaan yang dapat melukai hati umat Islam.

"Kalau melihat dari tayangan itu, sepertinya ada unsur kesengajaan dari internal program yang bertanggung jawab tayangan itu," kata Ketua Infokom MUI Masduki Badlowi saat dihubungi Republika.co.id, Senin (13/6).

Masduki mengatakan, program tersebut tidak mungkin tidak disengaja. Sebab, program tersebut ditayangkan dalam acara Ramadhan yang seharusnya kostum-kostumnya disesuikan dengan nuansa Islam. "Karena tidak mungkin program yang seperti itu di bulan Ramadhan itu tidak disengaja," ujarnya.

Karena melihat program tersebut sengaja menayangkan pemeran yang berbusana salib, Masduki menilai itu merupakan agenda misionaris yang gencar dilakukan di bulan Ramadhan lewat saluran-saluran televisi.

"Tidak tahu apa maksudnya sampai-sampai dimasukkan di dalam sebuah acara yang sebenarnya itu sangat peka karena itu acara Ramadhan dan acara Ramadhan itu boleh dikata pemirsanya spesifik dari kalangan Muslim," katanya.

Untuk mengambil sikap terhadap program tersebut, Masduki mengatakan, MUI siang ini‎ akan menggelar rapat internal, khususnya di Komisi Infokom yang bertugas memantau semua tayangan televisi, terlebih program yang ditayangkan selama Rhamadan.

"Insya Allah nanti siang kita akan melakukan rapat bagaimana sikap MUI, terutama yang bertanggung jawab terhadap pemantauan televisi di bulan Ramadhan," katanya.

Saat ditanya mengenai sanksi apa yang akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab terhadap program tersebut, Masduki menyampaikan, hal itu bukan domainnya. Yang pasti, kata dia, MUI akan segera melaporkan tayangan ini ke KPI dan Komisi I DPR RI. "Karena kami sudah melakukan kerja sama," katanya. [yy/republika]