25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Al-Azhar: Pernikahan Anggota ISIS Lecehkan Islam

Fiqhislam.com - Dewan ulama Al Azhar Mesir menyatakan, pernikahan dengan anggota ISIS dan perempuan yang berafiliasi dengan organisasi itu untuk jangka waktu pendek tidak sesuai dengan syariah Islam.

Sebuah pernyataan yang dikutip Alarabiya, Selasa (1/12), Al Azhar tidak membenarkan pernikahan yang hanya bertahan beberapa jam untuk tujuan seksual semata.  Al Azhar mengatakan, berdasarkan aturan Islam, pernikahan adalah kesepakatan dan komitmen yang dibangun oleh laki-laki dan perempuan.

Pernyataan tersebut menambahkan, larangan pernikahan dalam jangka waktu pendek karena dapat merendahkan perempuan. Perbuatan tersebut dinilai membuat perempuan menjadi objek murahan dan bentuk pelampiasan kepuasan dari lelaki ke lelaki lain.

Al Azhar berpendapat, perbuatan tersebut turut memperburuk citra Muslim yang dianggap serakah dan dipenuhi hawa nafsu.  Ideologi ISIS tersebut, tegas Al Azhar, tidak dapat diterima dalam hukum syariah.

Pernikahan Sementara Anggota ISIS Dilarang

Observatorium Al-Azhar berbasis di Kairo menilai pernikahan sementara antara anggota ISIS dan wanita yang berafiliasi dengan mereka bertentangan dengan Islam. Pernikahan dimaksud, kata Observatoruim, hanya beberapa jam dan hanya bertujuan seksual.

Dalam laporan yang dikeluarkan, Senin (30/11), Observatorim mengatakan, pernikahan sah jika hanya bertujuan mulia dan agung. Pernikahan merupakan komitmen antarkedua pihak baik wanita dan laki-kai.

Obervatorium menambahkan, serangan seksual yang dilakukan ISIS di Suriah dan Irak terhadap wanita Yazidi di Sinjar dan Ninveveh adalah tindakan keterlaluan. Serangan tersebut tidak dapat dibenarkan oleh Syariat Islam.

ISIS mengklaim, penghapusan perbudakan hanya akan menyebabkan perzinahan karena tidak ada lagi alternatif yang tersedia. [yy/republika]