25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

20 Wanita Menjadi Anggota Dewan Saudi untuk Pertama Kali

Fiqhislam.com - Sebanyak 20 wanita telah memenangkan kursi dewan kota di Saudi dalam pemilihan yang digelar akhir pekan lalu.

Pemilihan ini terbilang bersejarah karena untuk kali pertama wanita boleh dizinkan ikut terlibat dalam proses pemilu, baik memilih maupun mencalonkan diri.

Jumlah yang terpilih tersebut memang masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan total keseluruhan dewan di seluruh kota. Seperti dikutip RT, jumlahnya hanya satu persen dari total 2.100 anggota dewan.

"Saya sangat yakin pentingnya pemilihan dalam upaya untuk menjadi bagian dari negara untuk mendorong hak perempuan dan meningkatkan status mereka," ujar salah satu wanita yang ikut dalam pemilihan seperti dikutip the Gulf.

Wanita pertama yang terpilih yakni Salma bint Hazab al-Otaibi. Ia memenangi kursi di Distrik Madrika, Makkah. Ia pun mendapatkan banyak selamat dari para pendukungnya di media sosial.

Ikut Pemilu untuk Pertama Kalinya

Perempuan Arab Saudi menunaikan hak pilihnya untuk pertama kali dalam pemilu lokal. Mereka juga pertama kalinya bisa maju sebagai kanditat.

Para aktivis mengatakan, ini adalah sebuah perubahan bersejarah. "Sebagai langkah pertama, ini adalah pencapaian luar biasa. Sekarang kami merasa menjadi bagian dari masyarakat, kami bisa berkontribusi," kata seorang perempuan Saudi, Sara Ahmed, seperti disadur dari Reuters.

Psikoterapis ini memasuki tempat pemungutan suara di Riyadh utara untuk memilih anggota dewan lokal. Pemilu sebelumnya pada 2005 dan 2011 hanya diramaikan kaum pria.

Pemilu kali ini akan mengisi dua per tiga kursi dewan. Perubahan juga terjadi pada peran dewan yang sebelumnya hanya memiliki kekuatan untuk memberi saran. Kini dewan bisa membuat keputusan terbatas dalam pemerintah lokal.

Penduduk berharap reformasi lebih lanjut untuk membuka sistem politik. Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang perempuannya tidak boleh mengemudi. Seorang perempuan juga harus ditemani wali atau mahramnya ketika bepergian. [yy/republika]