27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Aparat Bangladesh merobohkan sekira 1.000 warung milik Rohingya di kamp pengungsian, sebut seorang pejabat pada hari Jumat (10/12/2021).

Deputi Komisioner Kepengungsian Bangladesh, Shamsud Douza mengatakan, “Kami telah merobohkan sekira seribu ‘warung ilegal’, untuk dibangunkan shelter bagi warga Rohingya.”

Para relawan kemanusiaan mengatakan, apa yang dilakukan Bangladesh akan sangat memengaruhi mata pencaharian para Muhajirin.

Disaksikan langsung ratusan Muhajirin Rohingya, aparat dengan menggunakan peralatan beratnya menghancurkan warung-warung di beberapa kamp di Cox’s Bazar pada hari Kamis dan Jumat.

Para Muhajirin tersebut hanya bisa pasrah sambil sebisa mungkin menyelamatkan barang dagangan mereka.

Beberapa tak mampu menahan tangis, sementara sebagian lainnya terlihat panik.

“Mereka menghancurkan warung saya. Padahal itu satu-satunya mata pencaharian saya. Dari warung tersebut, saya bisa menghidupi tujuh orang anggota keluarga saya,” sebut Al Amin (30).

“Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Serdadu Myanmar telah menghancurkan masa depan kami. Sekarang kami kehilangan masa depan lagi.”

“Keluargaku butuh makan. Istriku sedang hamil. Orangtuaku pun bergantung pada hasil dari warungku. Sekarang saya telah kehilangan semua (mata pencarian),” kata Abdur Rashid (24), pedagang obat-obatan.

Seorang peneliti dari sebuah lembaga kemanusiaan internasional mengatakan bahwa aparat meratakan warung-warung tersebut sebagai tekanan kepada para Muhajirin agar bersedia direlokasi ke pulau terpencil kontroversial Bhasan Char.

“Ribuan Muhajirin berusaha bertahan hidup dengan mendirikan warung-warung tersebut. (Perobohan) ini akan berdampak besar bagi kehidupan mereka,” jelasnya, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sejauh ini, 20.000 lebih Muhajirin Rohingya telah dipindahkan ke pulau Bhasan Char. [yy/Rofi' Munawwar/hidayatullah]