19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Badan Penegakan Standar dan Peraturan Lingkungan Nasional Nigeria (NESREA) mengatakan memiliki kekuatan untuk menuntut gereja dan masjid yang menggunakan pengeras suara tanpa kendali saat beribadah alias polusi suara. Hal ini diumumkan oleh Direktur Jenderal NESREA Prof Aliyu Jauro saat berada di Kantor Berita Nigeria (NAN) pada Ahad di Abuja.

Menurut Jauro, kebisingan adalah salah satu pencemaran lingkungan yang serius. Dia menambahkan tempat yang bising bisa memengaruhi tanaman, hewan, dan manusia.

“Saat mereka terkena kebisingan, ini menyebabkan banyak masalah kesehatan. Mulai dari hipertensi hingga penyakit serius lain. Sebagai lembaga, kami memiliki peraturan khusus tentang pengendalian kebisingan,” kata Jauro.

Jauro mengaku telah menerima banyak keluhan terkait kebisingan yang disebabkan gereja dan masjid. Tak hanya gereja dan masjid, tempat industri lain bahkan bisa menimbulkan polusi suara.

“Masalah ini perlu segera diurus. Kami juga menasihati warga tentang bagaimana mereka dapat melakukan aktivitas mereka tanpa mencemari lingkungan dengan kebisingan. Kami melakukan penindakan saat dibutuhkan,” ujar dia.

Jauro juga menyerukan sensitivitas efektif oleh pemangku kepentingan lingkungan yang relevan untuk mengekang pencemaran lingkungan di Nigeria. Sensitivitas akan membantu masyarakat memahami polusi suara bisa menyebabkan malapetaka bagi makhluk hidup.

“Sensitivitas adalah kuncinya. Masyarakat belum mengetahui dampak dari polusi suara ini sehingga kami selalu berusaha menyadarkan masyarakat. Ada kebutuhan untuk menyadarkan dan mendidik masyarakat tentang isu-isu lingkungan sehingga semua orang akan mendukung NESREA. Ini bertujuan agar kita bisa memiliki lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ucap dia.

Selain itu, dia juga meminta warga Nigeria memastikan mereka mematuhi peraturan lingkungan hidup. Dia menegaskan harus ada batas kebisingan dari pusat-pusat ibadah, industri, dan pertemuan sosial.

Dilansir PM News Nigeria, Senin (28/6), NESREA memiliki mandat dan kekuasaan untuk mengadili setiap organisasi atau individu yang menolak mematuhi peraturan lingkungan. Meski begitu, ia juga sering mencoba menyelesaikan masalah ini secara damai.

“Kami memang memastikan menyelesaikan perselisihan secara damai. Jika terus berlanjut, kami dapat memberikan sanksi kepada para pelanggar dan membawa mereka ke pengadilan. Beberapa di antaranya dapat diadili,” kata dia. [yy/republika]