19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan tak akan menyerah dengan kartun terkait pembunuhan guru sejarah Samuel Paty lantaran menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Presiden memberikan penghargaan sipil tertinggi Prancis, Legiun Kehormatan, kepada Paty seraya mengatakan dia dibunuh oleh pengecur karena memperjuangkan nilai-nilai sekuler dan demokrasi di Prancis.

"Kami tak akan menyerah dengan kartun," kata Macron, dalam upacara persemayaman Paty di Universitas Sorbonne, Paris, Rabu, seperti dikutip dari AFP.

"Dia dibunuh karena kelompok muslim menginginkan masa depan kami. Mereka tidak akan pernah mendapatkannya," ujarnya, menambahkan.

Jenazah Paty disemayamkan di halaman Universitas Sarbonne dihiasi bendera Prancis. Para siswa dan rekan guru memberikan penghormatan terakhir kepada jasad pria 47 tahun itu.

Upacara dimulai dengan mendengarkan lagu 'One' oleh grup band rock Irlandia U2 melalui pengeras suara, sesuai permintaan keluarga.

Paty dibunuh oleh remaja 18 tahun Abdullakh Anzorov dalam perjalanan pulang setelah mengajar pada Jumat pekan lalu.

Penyebabnya, Paty menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para siswa saat membahas kebebasan berkekspresi. Aksi Paty itu lalu dilaporkan oleh murid-murid kepada orangtua mereka yang kemudian memicu protes agar Paty diberhentikan dari sekolah. [yy/iNews]