29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Syekh Al-Azhar: Camkan Wahai Zionis, Miliaran Hati Muslimin terpaut pada Masjid Al-Aqsha

Fiqhislam.com - Syeikh Al Azhar, Dr. Ahmad Thayyib menyayangkan sikap kebanyakan kaum Muslimin dalam merespon penjajahan Zioins terhadap Palestina.

Menurutnya, mereka hingga detik ini merasa cukup dengan serimonial dan pernyataan saja. Tanpa tindakan nyata yang berarti. Sebab mendasar dan terbesar tidak berdayanya kaum Muslimin adalah perpecahan.

“Agama kita sama, satu bahasa, satu bangsa, tapi mengapa malah berperang satu dengan lainnya. Hingga kapan? Tragis!” cetusnya dilansir www.alquds.co.uk Kamis, (15/10/2015) kemarin.

Perpecahan umat itu lah celah bagi penjajah Zionis menindas rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsha.

“Kita berpecah belah. Sedangkan Zionis bersatu padu. Kita disibukan dengan berbagai urusan dan konflik internal kita. Di waktu yang sama Zioinis memperluas wilayah jajahannya. Hingga mereka membagi waktu dan tempat Masjid Al-Aqsha,” katanya lagi.

Tetap Optimis

Walaupun demikian, Syeikh Ahmad Thayyib mengaku optimis. Karena bagaimanapun kaum Muslimin di manapun pasti mencintai Masjid Al-Aqsha mereka. Dan kecintaan itu lah yang akan menyatukan mereka kembali.

“Saya katakan kepada penjajah Zionis; Apakah kalian mengira dengan mengadu domba negara-negara kaum Muslimin, kalian sanggup menghilangkan cinta mereka kepada Masjid Al-Aqsha? Sekali kali tidak! Camkan baik-baik. Miliaran hati kaum Muslimin di seluruh dunia itu terpaut cinta kepada Masjid yang mulia itu. Masjid Al-Aqsha!”.

Korban Intifada Al-Quds 33 Orang, 1300 Luka-luka

Jumlah korban kejahatan Israel di wilayah Palestina, Al-Quds, Tepi Barat dan Gaza mencapai 33 gugur sejak awal Oktober sampai Kamis (15/10/2015), sementara korban luka mencapai 1300 orang, dengan luka beragam, terkena gas air mata, peluru karet dan peluru tajam.

Kementerian kesehatan melaporkan (berdasarkan data yang masuk rumah sakit pemerintah maupun swasta, dan tidak termasuk korban yang dirawat di lapangan) jumlah korban yang gugur di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal oktober mencapai 32 orang, termasuk 7 anak-anak, setelah pasukan Israel menembak dua orang pemuda, Rabu kemarin di Al-Quds.

Kementerian menambahkan, 32 gugur di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds, dan 11 orang warga di Gaza, demikian dikutip PIC.

Perkembangan terakhir di lapangan, Kamis pagi seorang warga Riyadh Ibrahim Dar Yusuf (46) gugur dari desa Janibah, Ramallah Barat, setelah dianiaya gerombolan yahudi, sehingga jumlah korban yang gugur mencapai 33 orang.

Sumber di lapangan menyebutkan, Yusuf gugur saat kembali dari memanen buah zaitun dekat pemukiman yahudi Dolev dan Talmun.

Sehari sebelumnya, pasukan Israel membunuh Basim Sadr (20) dari kota Hebron di kawasan pintu Amud, Al-Quds, dan seorang lainnya, Ahmad Abu Sya’ab (23) yang ditembak pasukan Israel di kawasan Al-Quds Barat.

Sementara itu di Tepi Barat, 8 orang dirujuk ke rumah sakit, 3 terkena peluru tajam dan 5 terkena peluru karet, dan puluhan lainnya dalam kondisi sesak napas akibat gas beracun yang diobati di lapangan. Sementara 18 orang warga di Barij Timur, Gaza mengalami luka-luka, 3 terkena peluru tajam dan 15 sesak napas akibat gas air mata.

Menurut kementerian kesehatan, jumlah korban luka sejak awal Oktober di Tepi Barat dan Gaza mencapai 1300 orang, 550 di antaranya terkena peluru tajam, dan 600 lainnya terkena peluru karet, sedangkan korban pemukulan yang dilakukan pasukan Israel dan gerombolan yahudi mencapai 137 orang, termasuk 6 warga luka bakar.

Kementerian menyebutkan, lebih dari 200 anak-anak menjadi korban luka sejak awal Oktober dan 40 orang perempuan. [yy/hidayatullah]