19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Pertemuan itu akan membahas rencana perdamaian Timur Tengah yang telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, mengatakan pemerintah Saudi belum mengeluarkan visa untuk para delegasi Iran. Hingga berita ini diturunkan pihak Saudi tidak memberikan komentar.

"Pemerintah Arab Saudi telah mencegah partisipasi delegasi Iran dalam pertemuan untuk membahas 'kesepakatan abad ini' (rencana perdamaian Timur Tengah) di markas besar Organisasi Kerja sama Islam," kata Mousavi seperti dilaporkan kantor berita Fars.



Mousavi mengatakan Iran telah menyampaikan persoalan ini kepada OKI. Iran menuding Saudi telah menyalahgunakan posisinya sebagai tuan rumah pertemuan OKI.

Para pejabat Iran mengutuk rencana Trump untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Rencana perdamaian itu dinilai lebih banyak menguntungkan Israel. Dalam proposal perdamaian itu, AS mengakui permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terpisahkan.

Sebelumnya pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab di Kairo menyatakan rencana perdamaian itu tidak memenuhi aspirasi warga Palestina. Liga Arab menegaskan pihaknya tidak akan mengimplementasikan proposal perdamaian itu.

Arab Saudi dan Iran berada dalam perang proksi. Mereka bersaing untuk mendapatkan pengaruh di Timur Tengah. Kedua negara ini mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik di Suriah dan Yaman. [yy/republika]

Pertemuan itu akan membahas rencana perdamaian Timur Tengah yang telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, mengatakan pemerintah Saudi belum mengeluarkan visa untuk para delegasi Iran. Hingga berita ini diturunkan pihak Saudi tidak memberikan komentar.

"Pemerintah Arab Saudi telah mencegah partisipasi delegasi Iran dalam pertemuan untuk membahas 'kesepakatan abad ini' (rencana perdamaian Timur Tengah) di markas besar Organisasi Kerja sama Islam," kata Mousavi seperti dilaporkan kantor berita Fars.



Mousavi mengatakan Iran telah menyampaikan persoalan ini kepada OKI. Iran menuding Saudi telah menyalahgunakan posisinya sebagai tuan rumah pertemuan OKI.

Para pejabat Iran mengutuk rencana Trump untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Rencana perdamaian itu dinilai lebih banyak menguntungkan Israel. Dalam proposal perdamaian itu, AS mengakui permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terpisahkan.

Sebelumnya pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab di Kairo menyatakan rencana perdamaian itu tidak memenuhi aspirasi warga Palestina. Liga Arab menegaskan pihaknya tidak akan mengimplementasikan proposal perdamaian itu.

Arab Saudi dan Iran berada dalam perang proksi. Mereka bersaing untuk mendapatkan pengaruh di Timur Tengah. Kedua negara ini mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik di Suriah dan Yaman. [yy/republika]

Iran, Hamas, dan Jihad Islam Bekerja Sama Lawan Rencana Trump

Iran, Hamas, dan Jihad Islam Bekerja Sama Lawan Rencana Trump


Fiqhislam.com - Pasukan Quds Garda Revolusi Iran akan bekerja sama dengan Hamas dan Jihad Islam Palestina untuk melawan rencana perdamaian Israel-Palestina yang diusulkan Donald Trump.

Pemimpin baru Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Esmail Qaani, menelepon pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Jihad Islam Ziad Nakhaleh untuk menekankan dukungan Iran menentang rencana Trump yang disebut "Kesepakatan Abad ini".

Rencana itu diumumkan pada 28 Januari dan komandan Pasukan Quds Iran Esmail Qaani sekarang bergerak untuk meningkatkan perlawanan Palestina terhadapnya, menurut laporan Jerusalem Post, 3 Februari 2020.

Media Iran, Tasnim dan Mehr News Agency, melaporkan hal ini menjadi tindakan besar pertama Ghaani setelah ia mengambil alih dari jabatan dari Qassem Soleimani pada awal Januari. AS membunuh Soleimani dalam serangan udara 3 Januari di Irak. Iran telah menunjuk Mohammed Hejazi sebagai wakil Qaani. Hejazi adalah seorang ahli tentang perdagangan amunisi berpandu presisi untuk Hizbollah di Lebanon. Israel telah menyatakan keprihatinannya tentang pengembangan panduan presisi Hizbullah.

Qaani menelepon Jihad Islam dan Hamas secara terpisah. Pada November tahun lalu Israel membunuh seorang komandan Jihad Islam terkemuka di Gaza. Iran adalah pendukung utama Jihad Islam Palestina dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berbicara kepada Nakhaleh dua kali setelah pertempuran November. Dalam panggilan telepon, Iran menekankan dukungan kuat untuk Palestina dalam perjuangan mereka melawan kesepakatan Trump. "Rencana itu ditakdirkan untuk gagal," kata IRGC.

Qaani menekankan bagaimana pandangan Iran untuk mendukung Palestina tidak berubah setelah kematian Soleimani. Bahkan, katanya, itu bisa menjadi lebih kuat. "Negarawan Amerika berusaha menyenangkan Zionis," kata Iran. Faksi Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan hak-hak historis mereka dan kesepakatan Trump akan gagal. Jihad Islam mengatakan bahwa Palestina tidak punya pilihan selain menghadapi kesepakatan itu dan dia mengatakan peran Iran berprinsip dan bagian dari perlawanan. Iran menyebut sekutu-sekutunya di Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman sebagai bagian dari "busur perlawanan" yang didukung Iran.

Hamas mengatakan bahwa dukungan Iran akan memperkuat moral dan tekadnya untuk membebaskan Palestina. Hamas juga berbicara kepada Presiden Turki kemarin untuk mengoordinasikan oposisi terhadap rencana Trump dan Israel. [yy/tempo]