25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

“Israel menyambut keputusan Republik Nauru mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tindakan ini mencerminkan kedekatan hubungan dan persahabatan antara Israel dan Nauru,” kata Rotem melalaui akun Twitter pribadinya, Kamis (29/8), dilaporkan laman Aljazirah.

Pada 16 Agustus lalu, Misi Permanen Nauru untuk PBB memberikan surat kepada perwakilan Israel di PBB. Surat itu berisi tentang penghormatan Nauru untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Misi Nauru memiliki kehormatan menyampaikan keputusan Pemerintah Republik Nauru untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Misi Permanen Nauru untuk PBB dalam suratnya.

Anggota Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hanan Ashrawi telah mengecam keputusan Nauru. “Nauru melanggar kewajibannya di bawah hukum internasional dan Piagam PBB serta harus bertanggung jawab atas pelanggaran ini,” ujarnya.

Atas nama kepemimpinan Palestina, dia menyerukan para aktor internasional yang bertanggung jawab memperbarui penolakan universal dan tegas mereka atas semua tindakan Israel di Yerusalem yang diduduki. “Status Yerusalem sebagai kota yang diduduki didukung oleh sebagian besar negara, sejalan dengan kewajiban hukum serta moral mereka untuk menegakkan hukum internasional,” ujar Ahsrawi.

Negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukannya pada Desember 2017. Berselang lima bulan kemudian, Washington resmi memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah AS diikuti Paraguay dan Guatemala. Namun, Paraguay memilih membatalkan keputusannya dan memindahkan lagi kedutaan besarnya untuk Israel dari Yerusalem ke Tel Aviv. [yy/republika]

“Israel menyambut keputusan Republik Nauru mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tindakan ini mencerminkan kedekatan hubungan dan persahabatan antara Israel dan Nauru,” kata Rotem melalaui akun Twitter pribadinya, Kamis (29/8), dilaporkan laman Aljazirah.

Pada 16 Agustus lalu, Misi Permanen Nauru untuk PBB memberikan surat kepada perwakilan Israel di PBB. Surat itu berisi tentang penghormatan Nauru untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Misi Nauru memiliki kehormatan menyampaikan keputusan Pemerintah Republik Nauru untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Misi Permanen Nauru untuk PBB dalam suratnya.

Anggota Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hanan Ashrawi telah mengecam keputusan Nauru. “Nauru melanggar kewajibannya di bawah hukum internasional dan Piagam PBB serta harus bertanggung jawab atas pelanggaran ini,” ujarnya.

Atas nama kepemimpinan Palestina, dia menyerukan para aktor internasional yang bertanggung jawab memperbarui penolakan universal dan tegas mereka atas semua tindakan Israel di Yerusalem yang diduduki. “Status Yerusalem sebagai kota yang diduduki didukung oleh sebagian besar negara, sejalan dengan kewajiban hukum serta moral mereka untuk menegakkan hukum internasional,” ujar Ahsrawi.

Negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukannya pada Desember 2017. Berselang lima bulan kemudian, Washington resmi memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah AS diikuti Paraguay dan Guatemala. Namun, Paraguay memilih membatalkan keputusannya dan memindahkan lagi kedutaan besarnya untuk Israel dari Yerusalem ke Tel Aviv. [yy/republika]

PLO: Honduras Bersekutu dengan Negara-Negara Jahat

PLO: Honduras Bersekutu dengan Negara-Negara Jahat


Fiqhislam.com - Anggota Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi mengutuk Honduras karena akan membuka kantor diplomatik untuk Israel di Yerusalem. Ia menganggap langkah itu sebagai tindakan bermusuhan terhadap rakyat Palestina.

Menurut Ashrawi, apa yang dilakukan Honduras adalah pelanggaran mencolok hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan. "Ini juga merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB yang dengan tegas menolak akuisisi ilegal atas wilayah secara paksa. Honduras telah bersekutu dengan negara-negara jahat yang mengabaikan hukum internasional dan dengan sengaja merusak pendiriannya," kata dia pada Kamis (29/8), dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

Ashrawi menyerukan semua aktor internasional yang bertanggung jawab mengutuk keputusan Honduras. Di sisi lain, Palestina juga akan meninjau kembali hubungannya dengan Honduras.

Dia meminta negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menerapkan resolusi yang relevan. Ashrawi pun menyerukan agar mereka memutuskan hubungan diplomatik serta perdagangan dengan negara tersebut.

Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez dijadwalkan mengunjungi Israel pada Sabtu (31/8). Pada kesempatan itu, dia akan membuka kantor perdagangan yang berfungsi sebagai kantor diplomatik untuk Israel di Yerusalem.

"Bagi saya ini pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Hernandez seperti dilaporkan Arab News.

Jerusalem Post melaporkan sejak Maret lalu Hernandez memang sudah berjanji membuka kantor di Yerusalem. Honduras termasuk di antara negara-negara yang sudah membuka kantor perdagangan di Yerusalem tapi masih memiliki kedutaan besar di Tel Aviv. Langkah serupa juga dilakukan Republik Ceska dan Hungaria.

Pada Desember 2017, Presiden Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kemudian pada Mei 2018, Washington resmi memindahkan dan membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem.

Langkah AS itu lalu diikuti Guatemala dan Paraguay. Namun, Paraguay memutuskan merelokasi lagi kedutaan besarnya dari Yerusalem ke Tel Aviv. “Paraguay ingin berkontribusi pada intensifikasi upaya diplomatik regional untuk mencapai perdamaian yang luas, adil, dan langgeng di Timur Tengah,” kata Menteri Luar Negeri Paraguay Luis Castiglioni pada September 2018.

Pada Desember tahun lalu, Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Canberra pun mengatakan akan membuka kantor perdagangan dan pertahanan di kota tersebut. Kendati demikian, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan masih berkomitmen mengakui masa depan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. [yy/republika]