25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Brunei akhirnya menetapkan hukuman rajam atau hukum mati bagi para pelaku LGBT. Sudah direncanakan sejak lama, kini pemerintah Brunei dalam hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.

Ada banyak yang mendukung Brunei, tapi ada juga yang mengecamnya. Tentu saja, para pelaku LGBT dan aktivis-aktivis kemanusiaan. Bahkan, beberapa selebriti dunia ikut menyuarakan untuk memboikot hotel-hotel mewah milik Sultan Hassanal Bolkiah di berbagai negara.

Tampaknya, pariwisata Brunei juga kena imbasnya. Setelah iklan pariwisata Brunei di London dicopot, kali ini Instagram @brunei.tourism, diserang netizen.

Dilihat detikcom, Jumat (5/4/2019) dua postingan terakhir Instagram-nya dibanjiri ratusan komentar. Dua postingan tersebut di-upload pada tanggal 26 dan 27 Maret, menampilkan foto petualangan di Ulu Temburong National Park dan main ATV di pantai.

Kebanyakan komentar di dua postingan itu menghujat Brunei gara-gara penetapan hukuman mati bagi para pelaku LGBT. "STAY AWAY FROM BRUNEI! HORRIFYING ANTI-GLBT POLICIES!" tulis salah satu komentar.

"My god. I will gladly stay away from Brunei. Horrifying !!!!!" tulis komentar lainnya.

"I had plan a travel to your country in 6 month but i cancelled it now. I will never come To a barbar and not tolerant country," hujat netizen lainnya.

Meski begitu, tampaknya Instagram Brunei tidak mersepon bahkan tidak menutup kolom komentar. Malah, ada salah satu netizen yang meminta untuk ditutup saja kolom komentarnya karena banyak hujatan yang kasar.

"Admin @brunei.tourism tutup je ruang komen ni, saya tak boleh baca komen2 hinaan org luar yang biadap pada negara jiran saya," tulis komentar salah satu netizen.

Sejauh ini, diberitakan Fox News, seorang sumber dari pemerintahan Brunei menyebut Sultan Hassanal Bolkiah tidak terganggu dengan kehebohan yang ada. Pun pariwisata di Brunei, tampaknya akan tetap baik-baik saja. [yy/detik.com]

Brunei akhirnya menetapkan hukuman rajam atau hukum mati bagi para pelaku LGBT. Sudah direncanakan sejak lama, kini pemerintah Brunei dalam hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.

Ada banyak yang mendukung Brunei, tapi ada juga yang mengecamnya. Tentu saja, para pelaku LGBT dan aktivis-aktivis kemanusiaan. Bahkan, beberapa selebriti dunia ikut menyuarakan untuk memboikot hotel-hotel mewah milik Sultan Hassanal Bolkiah di berbagai negara.

Tampaknya, pariwisata Brunei juga kena imbasnya. Setelah iklan pariwisata Brunei di London dicopot, kali ini Instagram @brunei.tourism, diserang netizen.

Dilihat detikcom, Jumat (5/4/2019) dua postingan terakhir Instagram-nya dibanjiri ratusan komentar. Dua postingan tersebut di-upload pada tanggal 26 dan 27 Maret, menampilkan foto petualangan di Ulu Temburong National Park dan main ATV di pantai.

Kebanyakan komentar di dua postingan itu menghujat Brunei gara-gara penetapan hukuman mati bagi para pelaku LGBT. "STAY AWAY FROM BRUNEI! HORRIFYING ANTI-GLBT POLICIES!" tulis salah satu komentar.

"My god. I will gladly stay away from Brunei. Horrifying !!!!!" tulis komentar lainnya.

"I had plan a travel to your country in 6 month but i cancelled it now. I will never come To a barbar and not tolerant country," hujat netizen lainnya.

Meski begitu, tampaknya Instagram Brunei tidak mersepon bahkan tidak menutup kolom komentar. Malah, ada salah satu netizen yang meminta untuk ditutup saja kolom komentarnya karena banyak hujatan yang kasar.

"Admin @brunei.tourism tutup je ruang komen ni, saya tak boleh baca komen2 hinaan org luar yang biadap pada negara jiran saya," tulis komentar salah satu netizen.

Sejauh ini, diberitakan Fox News, seorang sumber dari pemerintahan Brunei menyebut Sultan Hassanal Bolkiah tidak terganggu dengan kehebohan yang ada. Pun pariwisata di Brunei, tampaknya akan tetap baik-baik saja. [yy/detik.com]

Selain Gay, 6 Pelanggaran Ini Jadi Target UU Syariah Brunei

Selain Gay, 6 Pelanggaran Ini Jadi Target UU Syariah Brunei


Fiqhislam.com - Pemerintah Brunei Darussalam menjadi sorotan dunia setelah memberlakukan UU Syariah dengan menjatuhkan hukuman mati bagi gay dan pelaku pelanggaran lainnya.

Sekalipun media internasional lebih fokus pada sanksi hukuman mati bagi gay, namun UU Syariah Brunei menarget subjek lainnya dengan ancaman hukuman mati dan hukuman berat lainnya.

Berikut enam pelanggaran yang menjadi target hukuman mati, potong anggota tubuh,  dan hukuman berat lainnya dari UU Syariah Brunei yang diberlakukan sejak 3 April 2019, seperti dikutip dari CNN, Channel News Asia, BBC, dan Reuters.

1. LGBTIQ atau LGBT plus
(lesbian, gay, biseksual, trasngender, dan komunitas terkait). Mereka ini diancam hukuman mati dengan dicambuk dan dilempari batu jika ketahuan melakukan aktivitas seksualnya.

2. Pelaku sodomi, zinah, dan pemerkosaan diancam hukuman mati.

3. Anak-anak dan remaja yang melakukan kejahatan 1 dan 2 terancam dihukum cambuk.

3. Pengkritik dan penghina raja dan siapa saja yang menentang undang-undang yang dia buat akan dijebloskan ke penjara selama 5 tahun.

4. Penista Nabi Muhammad dihukum mati.

5. Pencuri akan dihukum potong tangan atau amputasi.

6. Siapa saja yang mengajak anak-anak Brunei di bawah usia 18 tahun untuk belajar agama lain di luar Islam akan didenda atau dipenjarakan. [yy/tempo]