27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Masih pada Maret 2016 silam, misalnya, sarjana dari seluruh dunia berkumpul di Durban, Afrika Selatan, untuk membahas peradaban dan warisan Islam di wilayah selatan Afrika dalam sebuah konferensi yang dihelat oleh Pusat Penelitian Sejarah Islam, Seni dan Budaya (IRCICA) bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Nasional Afrika Selatan.

Menurut perwakilan panitia penyelenggara, Zeinoul Cajee, sejarah Muslim di Afrika bagian selatan tidak dicatat dengan benar dan kadang-kadang bahkan tidak sepenuhnya tercatat. "Itu sebabnya, kami mengadakan konferensi ini untuk meningkatkan pengetahuan kita," ujarnya.

Sebanyak 22 sarjana telah diundang ke acara yang diadakan di Universitas Kwazulu Natal untuk mempresentasikan makalah mereka. Ini adalah kongres internasional kedua pada peradaban Islam di Afrika bagian selatan.

Ia berharap, konferensi akan mendorong umat Islam, terutama Muslim Afrika untuk lebih memahami warisan agama dan budaya mereka. Beberapa tema yang dibahas dalam konferensi tersebut termasuk penyebaran Islam, ko-eksistensi dan keragaman budaya di wilayah ini.

Salah satu pejabat di IRCICA, Profesor Halit Eren, mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk membantu menyebarkan informasi ilmiah tentang sejarah dan warisan Islam di wilayah selatan Afrika.

Ia mengatakan, pihaknya juga mendorong penelitian dan kerja sama antara universitas dan lembaga-lembaga budaya di wilayah ini.

Pusat Penelitian Sejarah Islam, Seni, dan Budaya adalah organisasi Muslim global yang bertanggung jawab atas penelitian tentang sejarah, seni, dan budaya. Organisasi ini didirikan pada pertengahan 1970-an di dunia Muslim oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI). [yy/republika]

Masih pada Maret 2016 silam, misalnya, sarjana dari seluruh dunia berkumpul di Durban, Afrika Selatan, untuk membahas peradaban dan warisan Islam di wilayah selatan Afrika dalam sebuah konferensi yang dihelat oleh Pusat Penelitian Sejarah Islam, Seni dan Budaya (IRCICA) bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Nasional Afrika Selatan.

Menurut perwakilan panitia penyelenggara, Zeinoul Cajee, sejarah Muslim di Afrika bagian selatan tidak dicatat dengan benar dan kadang-kadang bahkan tidak sepenuhnya tercatat. "Itu sebabnya, kami mengadakan konferensi ini untuk meningkatkan pengetahuan kita," ujarnya.

Sebanyak 22 sarjana telah diundang ke acara yang diadakan di Universitas Kwazulu Natal untuk mempresentasikan makalah mereka. Ini adalah kongres internasional kedua pada peradaban Islam di Afrika bagian selatan.

Ia berharap, konferensi akan mendorong umat Islam, terutama Muslim Afrika untuk lebih memahami warisan agama dan budaya mereka. Beberapa tema yang dibahas dalam konferensi tersebut termasuk penyebaran Islam, ko-eksistensi dan keragaman budaya di wilayah ini.

Salah satu pejabat di IRCICA, Profesor Halit Eren, mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk membantu menyebarkan informasi ilmiah tentang sejarah dan warisan Islam di wilayah selatan Afrika.

Ia mengatakan, pihaknya juga mendorong penelitian dan kerja sama antara universitas dan lembaga-lembaga budaya di wilayah ini.

Pusat Penelitian Sejarah Islam, Seni, dan Budaya adalah organisasi Muslim global yang bertanggung jawab atas penelitian tentang sejarah, seni, dan budaya. Organisasi ini didirikan pada pertengahan 1970-an di dunia Muslim oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI). [yy/republika]

Geliat Islam di Tanah Afrika

Geliat Islam di Tanah Afrika


Fiqhislam.com - Geliat Islam di Benua Hitam ini pun semakin menguat. Ini, antara lain, ditandai dengan kegiatan dan program-program keislaman yang semakin meningkat beberapa tahun terakhir.

Akhir Maret lalu, ribuan umas Islam Afrika menghelat Ijtima yang digelar oleh komunitas Jamaah Tabligh.

Hajatan istimewa yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan, ini bertujuan untuk memperkuat kembali pemahaman Islam bagi Muslim Afrika. Bahkan, event bergengsi ini diikuti pula oleh tamu mancanegara. 

"Kegiatan ini agar menyegarkan komitmen kita dengan Islam dan hidup bermakna," ujar Ketua Pelaksana Ijtima, Mufti Bhoola, seperti dilansir videonews.us

Ribuan orang yang berkumpul, mendengarkan pembicaraan dari ulama Islam senior yang malang melintang menggelorakan revitalisasi Islam. Tema-tema yang dibahas seputar iman, doa, pengetahuan, pelayanan kepada umat manusia, ketulusan, dan upaya menuju kebaikan.

Salah seorang peserta, Rafick Essop, mengaku datang ke acara ini untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam. Dengan demikian, ia dapat mengubah tujuan hidupnya dan mengikuti jalan Islam yang benar.

Peserta lain yang berasal dari Malawi juga mengaku bersyukur dengan adanya acara ini, sehingga spiritualitasnya terasa hidup kembali. Pertemuan ini telah mengajarinya tentang pentingnya persaudaraan Muslim dan persatuan. [yy/republika]

Islam Terus Berkembang dan Tantangannya

Islam Terus Berkembang dan Tantangannya


Fiqhislam.com - Islam di Afrika hampir sama tuanya dengan sejarah munculnya agama itu. Islam mungkin masuk ke Afrika sebelum dimulainya kalender Islam (Hijriyah) ketika sejumlah sahabat Rasulullah SAW pergi ke Habasyah (Abessinia) untuk mencari perlindungan dari kafir Quraisy.

Mengutip buku Tematis Dunia Islam, mungkin orang Afrika yang paling awal masuk Islam adalah Bilal bin Rabah, seorang budak yang dimerdekakan dan menjadi sahabat Nabi SAW.

Sarana penyebaran Islam di benua ini dilakukan melalui berbagai cara, misalnya, ekspansi melalui penaklukan, seperti yang terjadi di Afrika Utara. Setelah Arab menaklukan Afrika Utara pada abad ketujuh dan delapan Masehi, terjadi proses Islamisasi dan Arabisasi di Afrika Utara.

Sementara itu, Islam masuk ke Afrika bagian selatan melalui para budak Melayu yang dibawa oleh orang Eropa ke wilayah itu. Di Afrika timur, faktor Arab tampak jelas pada kedatangan dan ekspansi Islam sejak masa-masa awal hingga abad ke-20.

Secara umum, penyebaran Islam di Afrika tidak terlepas dari persaingan antara Islam dan Kristen serta antara Islam dan Westernisasi sekuler.

Meskipun demikian, Islam tetap berkembang di benua ini. Hampir separuh dari total populasi di Afrika adalah Muslim. Pada 2002 jumlah umat Islam diperkirakan mencapai 45 persen dari penduduk Afrika.  [yy/republika]