25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Menurut dia, Saudi adalah kiblat, tempat beribadah, tujuan risalah, dan penyejuk hati bagi umat Islam. Tuduhan, isu, dan serangan media yang massif tak akan sedikitpun menggeser Saudi kokoh pada prinsip dan keteguhannya.

Menurut dia, Sikap Saudi ini disandarkan pada keyakinan terhadap Allah SWT, kebijaksanaan para pemimpinnnya, dan kekompakan para putra bangsa. Di sinilah, kata as-Sudais, telah ditakdirkan bagaimana perasaan dan sikap yang lurus, rasionalitas, kebijaksanaan yang penting bagi manusia dan membela kebenaran.

“Serta tetap berpegang teguh pada fakta lalu menghindari asumsi-asumi, tegas pada sikap bukan sekadar isu dan tuduhan,” kata as-Sudais dalam khutbah yang disampaikan saat Shalat Jumat di Masjid al-Haram, Jumat (19/10/2018).

Sudais menganggap, usaha apapun untuk mengancam dan mengintimidasi perubahan di Saudi adalah sia-sia, bahkan akan berbalik negatif pada keamanan, kedamaian, dan stabilitas.

“Negara kita akan tetap diberkahi dan selalu menjadi pioner yang kokoh,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu pula, Syekh Sudais memotivasi aparat keamanan, bahwa menjaga keamanan dan stabilitas nasional adalah kewajiban syariat. [yy/islampos]

Menurut dia, Saudi adalah kiblat, tempat beribadah, tujuan risalah, dan penyejuk hati bagi umat Islam. Tuduhan, isu, dan serangan media yang massif tak akan sedikitpun menggeser Saudi kokoh pada prinsip dan keteguhannya.

Menurut dia, Sikap Saudi ini disandarkan pada keyakinan terhadap Allah SWT, kebijaksanaan para pemimpinnnya, dan kekompakan para putra bangsa. Di sinilah, kata as-Sudais, telah ditakdirkan bagaimana perasaan dan sikap yang lurus, rasionalitas, kebijaksanaan yang penting bagi manusia dan membela kebenaran.

“Serta tetap berpegang teguh pada fakta lalu menghindari asumsi-asumi, tegas pada sikap bukan sekadar isu dan tuduhan,” kata as-Sudais dalam khutbah yang disampaikan saat Shalat Jumat di Masjid al-Haram, Jumat (19/10/2018).

Sudais menganggap, usaha apapun untuk mengancam dan mengintimidasi perubahan di Saudi adalah sia-sia, bahkan akan berbalik negatif pada keamanan, kedamaian, dan stabilitas.

“Negara kita akan tetap diberkahi dan selalu menjadi pioner yang kokoh,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu pula, Syekh Sudais memotivasi aparat keamanan, bahwa menjaga keamanan dan stabilitas nasional adalah kewajiban syariat. [yy/islampos]

Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim

Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim


Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim


Fiqhislam.com - Imam dan Khatib Masjid al-Haram, Makkah, Syekh Abdurrahman as-Sudais menegaskan upaya melemahkan Arab Saudi menyakiti perasaan miliaran Muslim di dunia. 

Hal ini, menurut dia, karena bagaimanapun Saudi adalah kiblat, tempat beribadah, tujuan risalah, dan penyejuk hati bagi umat Islam. Tuduhan, isu, dan serangan media yang massif tak akan sedikitpun menggeser Saudi kokoh pada prinsip dan keteguhan. 

Menurut dia, Sikap ini disandarkan pada keyakinan terhadap Allah SWT, kebijaksanaan para pemimpinnnya, dan kekompakan para putra bangsa. Beragam unsure inilah yang akan menjamin Saudi mampu menghadapi tuduhan miring dan konspirasi gagal. “Sejarah membuktikan itu,” kata dia.   

Di sinilah, kata dia, telah ditakdirkan bagaimana perasaan dan sikap yang lurus, rasionalitas, kebijaksanaan yang penting bagi manusia dan membela kebenaran.

“Serta tetap berpegang teguh pada fakta lalu menghindari asumsi-asumi, tegas pada sikap bukan sekadar isu dan tuduhan,” kata dia dalam khutbah yang disampaikan saat Shalat Jumat di Masjid al-Haram, Jumat (19/10), sepereti dilansir Alarabiya, Sabtu (20/10).

Sudais menganggap, usaha apapun untuk mengancam dan mengintimidasi perubahan di Saudi adalah sia-sia, bahkan akan berbalik negatif pada keamanan, kedamaian, dan stabilitas. “Negara kita akan tetap diberkah dan selalu menjadi pioner yang kokoh,” tutur dia. 

Dalam kesempatan itu pula, Syekh Sudais memotivasi aparat keamanan, bahwa menjaga keamanan dan stabilitas nasional adalah kewajiban syariat. [yy/republika]