21 Syawal 1443  |  Senin 23 Mei 2022

basmalah.png

RS Mohan Shan, Presiden Dewan Kosulatatif Malaysia untuk Buddhisme, Kristen, Hindu, Sikhisme dan Taoisme, mendesak perdana menteri untuk mencabut status penduduk tetap Zakir.

Ulama itu telah diburu aparat berwenang India atas tuduhan menginspirasi pelaku serangan teror di Dhaka tahun 2016 melalui ceramahnya. Singapura telah menolak kehadirannya karena ceramahnya dianggap memecah belah komunitas di negara tersebut.

"Kami sangat keberatan dengan Zakir yang berada di negara ini. Kami dengan rendah hati meminta agar Mahathir memikirkan kembali keputusannya dan mengekstradisinya," katanya, kepada The Malaysian Insight.

Zakir memperoleh status penduduk tetap Malaysia dari pemerintahan Najib Razak. Dia telah tinggal di Malaysia untuk menghindari tuntutan dari pihak berwenang India.

Mohan mengatakan, kelompok lintas-iman bingung mengapa Mahathir membiarkan Zakir tinggal di Malaysia.

“Kami, kelompok lintas agama dan Sangam Hindu, ingin dia pergi. Mungkin Mahathir tidak melihat gambaran yang lebih besar dan hanya melihatnya dari perspektif Islam," kata Mohan, yang dikutip Sabtu (7/7/2018).

"Meskipun Zakir tidak mengadakan ceramah besar, dia diam-diam berkeliling menyebarkan ajarannya, yang menghakimi pandangan negatif terhadap non-Muslim," ujar Mohan.

Pemimpin Dewan Gereja Malaysia, Pendeta Hermen Shastri mengatakan Mahathir menutup mata terhadap tuduhan pemerintah India terhadap Zakir.

“Menyedihkan bahwa Mahathir siap melindungi pria ini, yang dinyatakan oleh pemerintah India sebagai penjahat, yang menghadapi begitu banyak tuduhan," katanya.

"Bahkan, status PR (permanent resident/penduduk tetap)-nya cepat dilacak untuk menghindari ekstradisinya," imbuh Hermen.

Dia mengatakan, jika Zakir tidak diberi status penduduk tetap, pengkhotbah itu kemungkinan akan pindah ke Timur Tengah. “Di sini, di Malaysia, dia bisa membeli perlindungan," katanya.

"Bagaimana bisa Mahathir tidak tahu bahwa keputusan ini salah, dan melakukan ini pada India?," imbuh Hermen. [yy/sindonews]