19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Bahan peledak itu ditemukan tiga hari, setelah serangan di masjid oleh tiga pria bersenjata yang menggunakan pistol dan pisau. Satu orang tewas akibat lehernya digorok, sedangkan dua lainnya juga terluka.

"Kami mengadakan pertemuan dengan anggota unit ledakan yang memberi tahu tentang perangkat yang mereka temukan. Mereka menegaskan bahwa mekanisme alat peledak itu sangat berkekuatan besar," kata Simphiwe Mhlongo, juru bicara Direktorat Penyelidikan Kejahatan Prioritas.

"Namun, pada tahap ini, mereka belum menganalisis bahan kimia apa yang digunakan dalam bahan peledak itu," ujar Mhlongo seperti dikutip Reuters

Ia mengatakan, penyelidikan masih terus berlanjut.

Afrika Selatan kerap menjadi sasaran kejahatan dan kekerasan, serta perselisihan sosial yang berakar pada kemiskinan dan kesenjangan pendapatan yang mencolok. Kendati demikian, kerusuhan di negara ini jarang dikaitkan dengan para militansi Islam yang biasanya terjadi di belahan benua lainnya. [yy/viva]