25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Myanmar Tangkap Dua Wartawan Reuters Bak Penjahat


Fiqhislam.com - Kantor berita Reuters meminta Myanmar untuk segera membebaskan dua wartawannya yang ditangkap karena memegang surat penting rahasia. Surat itu diperoleh dari dua polisi yang bekerja di negara bagian Rakhine, lokasi kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya.

Kementerian Informasi mengatakan pada Rabu (13/12) bahwa wartawan dan polisi tersebut akan dikenai hukuman di bawah Undang-undang Rahasia Resmi era kolonial, yang menjeratnya dengan hukuman 14 tahun penjara.

Kementerian tersebut mengunggah foto dua wartawan Reuters tersebut dengan keadaan tangannya diborgol, berdiri di belakang meja yang berisi dokumen, telepon genggam dan mata uang. 

Mereka telah mengumpulkan informasi dan surat-surat rahasia penting yang terkait dengan pasukan keamanan. Dokumen penting itu diperoleh dari polisi yang dulunya bertugas di Rakhine, namun sekarang ditugaskan di Yangon, kota terbesar dinegara itu.

Reuters mengatakan wartawannya Wa Lonedan Kyaw Soe Oo telah hilang sejak Selasa larut malam. Wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo telah melaporkan kejadian global penting di Myanmar. 

"Kami mengetahui hari ini bahwa merekatelah ditangkap sehubungan dengan pekerjaan mereka," kata Presiden dan Editor Kepala Reuters Stephen J. Adler dalamsebuah pernyataan.

"Kami sangat marah dengan serangan terang-terangan ini terhadap kebebasan pers. Kami meminta pihak berwenang segera membebaskan mereka."

Sementaraitu saudara perempuan Kyaw Soe Oo, War Lay merasa sedih ketika melihat foto saudaranya bak penjahat.

"Ketika kami melihat foto mereka, itu membuat hatikami patah karena foto mereka diambil seperti penjahat. Dia baru saja menjadi jurnalis dan kami berharap segera dibebaskan," kata War Lay.

Seorang perwakilan untuk Komite Perlindungan Jurnalis Shawn Crispin juga meminta pihak berwenang segera membebaskan mereka tanpa syarat.
Kelompok koresponden asing di Myanmar juga sangat terkejut denganpenangkapan tersebut. Mereka prihatin dengan kebebasan pers di Myanmar karena para wartawan ditahan saat melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) juga prihatin dengan penangkapan dua wartawan Reuters yang sangat tidak biasa. [yy/republika]