25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Islam Hidup di Pegunungan Spanyol

Fiqhislam.com - Sederetan desa-desa kecil yang dikelilingi pegunungan yang tertutup salju di Alpujarras merupakan benteng terakhir Muslim Granada, Spanyol. Di sana juga disediakan banyak makanan halal sehingga mampu menarik wisatawan Muslim.

"Kami berjumlah sekitar 20 keluarga, yang berpenduduk sekitar 100 orang, dan sebagian besar dari kami masuk Islam," kata Qasim Barrio Raposa, pemilik kafe Baraka, menurut HYPERLINK "http://OnIslam.net" OnIslam.net.

Dia melanjutkan, dia dan seluruh penduduk di desa tersebut sudah tinggal di sana selama 25 tahun dan kami benar-benar terintegrasi dengan orang-orang daerah. Menurut dia, semua orang tahu bahwa Cafe Baraka miliknya adalah cafe Muslim di Orgiva.

Pada awalnya dia pergi ke Orgiva untuk melakukan pencarian spiritual. Kemudian pada akhirnya dia seperti menemukan sesuatu. Qasim menemukan masyarakat Muslim yang harmonis di wilayah Alpujarras.

Dalam satu tahun masuk Islam dia bercerita bahwa abangnya meninggalkan kampung halaman dan datang ke Orgiva untuk hidup dengan cara yang halal,

Kendati demikian, dia mengakui jika sebagian besar penduduk yang beralih ke Muslim di Eropa dan Amerika akan tinggal di pedesaan. "Dua belas tahun yang lalu saya mulai memiliki panggilan untuk Islam dan saya mulai mempelajari beberapa buku," katanya.

Qasim yang dulunya sudah pernah bekerja di restoran di Bilbao, tempat tinggalnya dulu, kini membuka cafe Muslim di Alpujarras. Dia menceritakan memulai bisnis dengan Bruder dari masyarakat dan akhirnya disebut nama Café Baraka.

Orgiva adalah sebuah kota kosmopolitan dengan perpaduan warna-warni kebangsaan yang hidup bersama dalam suasana bohemian. Terletak 59 km dari kota Granada, Orgiva berpenduduk 6.000 jiwa dan menduduki lahan sepanjang 450 meter.

Daerahnya terdiri dari sekitar 50-an desa, yang merupakan benteng Muslim Spanyol terakhir setelah Castilians mengambil Granada pada tahun 1492. Kaum Muslim yang menolak untuk pindah ke Kristen mengungsi ke perbukitan, menetap di daerah terpencil ini.

Di Orgiva, Qasim berusaha menyajikan menu makanan organik halal yang menjadi tempat pertemuan yang populer di wilayah Alpujarras di Provinsi Granada.

Terletak di kota Orgiva, ibukota Las Alpujarras, kafé Baraka menggunakan bahan organik. Sehingga mampu menghasilkan hidangan sehat dan halal, serta mendukung produsen lokal daerah.

"Kafé Baraka adalah tempat pertemuan bagi orang-orang Alpujarras yang suka makanan organik dan alami. Semua orang yang mengunjungi kafe kami menyukai suasana dan makanan cafe kami," tuturnya.

Kafé Baraka memiliki konsep kafe yang khusus menyediakan masakan Spanyol dan Timur Tengah. Kafe tersebut menawarkan berbagai menu hidangan seperti shawarma, kebab, cous cous, tajin, hummus, omelet Spanyol, guacamole, gazpacho, dan jus alami.

Selain itu juga disediakan bermacam-macam kue-kue, serta, teh spesial yang pemanisnya berasal dari fruktosa atau madu asli dari Alpujarras. Kini mereka juga menyediakan es krim buatan sendiri, milk shake dan lemonades.

Sebagai seorang Muslim, Qasim ingin usahanya tersebut mencerminkan filsafat ajaran Islam. Sehingga ia memiliki beberapa kebijakan bagi kafenya seperti larangan merokok di dalam kafe dan kebijakan tidak ada alkohol.

Selain itu dia menyajikan makanan halal dengan banyak hidangan vegetarian dan vegan. "Kami biasanya memiliki hewan piaraan sendiri seperti ayam atau domba dan kami menyembelihnya sesuai dengan standar halal," kata Qasim.

Kafe milik Qasim itu selain mengedepankan prinsip halal dan organik, dia juga mencoba sebanyak mungkin untuk menggunakan bersumber lokal. Sehingga hal ini juga menguntungkan bagi perekonomian masyarakat sekitar daerahnya.

Kafe milik Qasim itu dengan cepat terkenal dan kini menjadi tempat pertemuan bagi penduduk daerah yang beragam dan berwarna-warni.

Kafe, arsitektur bangunan, menara-menara yang disulap menjadi menara gereja, sistem irigasi yang dimiliki daerah tersebut, semuanya masih digunakan hingga hari ini.

Juga, di gedung Mudéjar, Semua pemandangan masih sangat kuat mengindikasikan warisan Muslim di wilayah Alpujarras.

Menurut Qasim kaum muslimin di wilayah Alpujarras adalah gambaran sebuah komunitas yang harmonis yang telah berbaur selama bertahun-tahun. Mereka bahkan juga memiliki pemakaman Muslim. Selaim itu mereka juga memiliki tempat yang besar (dergha) yang digunakan untuk pertemuan di pedesaan.

Qasim mengaku penduduk di daerahnya memiliki nilai humanisme yang tinggi dan saling membantu. Bahkan menurut dia ketika Ramadhan sangat mudah dilalui di sana. Hal itu karena lingkungan sangat santai secara umum dan mereka dapat memenuhinya setiap hari.

Sama seperti Qasim, banyak orang tiba di Orgiva mencari arti hidup mereka. Sementara beberapa dari mereka menemukan Islam di sana dengan komunitas mereka. [yy/republika]