21 Syawal 1443  |  Senin 23 Mei 2022

basmalah.png

Darimana Jenderal Perang Bosnia Slobodan Praljak Dapatkan Racun untuk Bunuh Diri?


Fiqhislam.com - Jaksa Belanda tengah menyelidiki insiden bunuh diri Slobodan Praljak, mantan komandan militer yang juga penjahat perang Bosnia Kroasia, di pengadilan PBB. Praljak diyakini telah menyelundupkan sebotol racun ke dalam ruang pengadilan internasional itu.

Aksi bunuh diri Praljak (72) ini disiarkan secara langsung via video streaming. Insiden ini terjadi saat Praljak menghadiri persidangan di Mahkamah Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia (ITCY) yang ada di Den Haag, Belanda, pada Rabu (29/11) waktu setempat.

Dalam sidang, hakim pengadilan PBB memutuskan untuk memperkuat vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan terhadap Praljak. Dia bersama lima terdakwa lainnya divonis bersalah atas kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan etnis muslim Bosnia. pada era Perang Bosnia tahun 1992-1995 silam. Sedikitnya 100 ribu orang tewas dan 2,2 juta orang kehilangan tempat tinggal akibat perang itu.

Praljak yang berasal dari etnis Kroasia Bosnia ini, pernah menjabat sebagai Jenderal Militer Kroasia dan Dewan Pertahanan Kroasia.

Saat putusan dibacakan, Praljak tiba-tiba berdiri dan langsung menenggak sebuah cairan yang disimpan di botol kaca kecil yang dipegangnya. Usai menenggak cairan itu, Praljak berkata: "Saya baru saja minum racun."

"Saya bukan seorang penjahat perang. Saya menentang vonis ini," teriak mantan jenderal ini, yang kemudian terduduk di kursi terdakwa lalu pingsan.

Juru bicara ICTY, Nenad Golcevski, menyebut Praljak langsung jatuh sakit usai meminum cairan yang disebutnya racun itu. Praljak sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/11/2017), penyelidikan yang dilakukan jaksa Belanda difokuskan pada penyebab kematian Praljak dan apakah dia mendapat bantuan dari pihak luar dalam mendapatkan cairan yang disebutnya sebagai racun itu.

"Untuk saat ini, penyelidikan akan fokus pada dugaan bunuh diri yang dibantu pihak lain dan pelanggaran Undang-undang soal Obat-obatan," demikian pernyataan Kantor Jaksa Penuntut Umum setempat.

Tidak diketahui pasti bagaimana Praljak bisa membawa botol berisi racun itu ke dalam ruang sidang yang memiliki pengamanan ketat. Pertanyaan lain yang muncul adalah, jika memang benar botol itu berisi racun, dari mana Praljak mendapatkannya karena selama ini dia ditahan di penjara PBB di Den Haag yang pengamanannya juga super ketat. [yy/news.detik]