25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Mendagri Jerman Usul Libur Hari Raya Islam, Pro-Kontra Muncul


Fiqhislam.com - Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, mengusulkan agar ada hari libur khusus untuk warga Muslim. Usulan ini disambar dengan penolakan dari Partai Kristen Sosialis. Sedangkan Partai Sosial Demokrat tertarik memikirkan ide ini.

Sebagaimana dilansir AFP, Minggu (15/10), kalangan konservatif di koalisi pemerintahan Kanselir Angela Merkel menjadi gempar di hari Sabtu (14/10) setelah satu dari aliansi kunci mereka memunculkan ide hari libur untuk Muslim di Jerman itu.

Mendagri Thomas de Maiziere mengatakan pada pekan ini bahwa dia berkeinginan untuk mendiskusikan kemungkinan memperkenalkan hari libur Muslim di beberapa bagian di negara Jerman.

Jerman adalah rumah bagi 4,4 juta Muslim, kebanyakan datang dari negara-negara beretnis Turki. Lebih dari sejuta imigran yang datang di tahun-tahun belakangan juga beragama islam.

"Banyak Mulsim di sini, kenapa tidak kita mempertimbangkan satu hari libur Muslim," kata de Maiziere dalam sebuah kampanye di Lower Saxony jelang pemilu regional hari Minggu.

CSU (Partai Kristen Sosialis), partai yang berbasis di Bavaria dan merupakan rekan koalisi Partai Kristen Demokrat (CDU) asal Merkel, menolak dengan keras ide de Maiziere itu.

"Warisan budaya Kristen Jerman tidak bisa diganggu gugat," kata politisi senior CSU, Alexander Dobrindt, kepada koran Bild.

"Bagi kami, pengenalan hari libur Muslim adalah mustahil," kata dia.

Sedangkan pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD) Martin Schulz mengatakan bahwa ide hari libur Muslim itu menarik "untuk dipikirkan" , sebagaimana diberitakan kantor berita DPA.

Schulz malah mengaku terkejut bahwa ide itu bisa datang dari Mendagri de Maiziere yang sebelumnya selalu dinilainya sebagai pejabat yang "kurang punya banyak imajinasi" dalam topik semacam ini.

De Maiziere sebelumnya pernah mengimbau agar para imigran menghormati 'Leitkultur' alias budaya acuan Jerman. Istilah 'Leitkultur' ini biasa digunakan oleh kaum 'kanan jauh' dalam spektrum politik Jerman. [yy/news.detik]