29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Swiss Cabut Status Suaka Ulama Libya


Fiqhislam.com - Pengadilan Administratif Federal Swiss di St Gallen telah mencabut status suaka seorang penceramah Libya setelah tuduhan menyebarkan pidato kebencian.

Dilansir dari Middle East Monitor, Sabtu (30/9), Salah al-din Faitouri, yang dikenal sebagai Abu-Ramadan, memperoleh suaka Swiss pada tahun 1998 dan telah menerima manfaat keamanan sosial reguler selama 13 tahun terakhir.

Abu-Ramadan dituduh menyebarkan ujaran kebencian di masjid Ar Rahman di Biel, Bern. Namun, Abu-Ramadan menolak tuduhan tersebut dan bersikeras bahwa dia tidak pernah menyampaikan pidato kebencian. Menurutnya, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengutip terjemahan kata-katanya secara tidak akurat dari bahasa Arab.

Ulama berusia 64 tahun ini memegang paspor Libya dan telah mengunjungi tanah airnya beberapa kali sejak 2013. Terakhir kali, pada 2017 beberapa bulan yang lalu. Pengadilan Swiss berargumen kepulangan Abu-Ramadan ke negara asalnya adalah pelanggaran status pengungsi.

Putusan pengadilan tersebut mengonfirmasi sebuah keputusan sebelumnya oleh Sekretariat Negara untuk Migrasi tentang status suaka Abu-Ramadan yang mengatakan, bahwa putusan tersebut bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.

Abu-Ramadan mengatakan, dia tidak mengetahui bahwa seorang pengungsi tidak dapat mengunjungi negara asalnya saat dia ingin melngunjungi ibunya yang berusia 93 tahun. [yy/republika]