19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Rudal yang Ditembakkan ke Makkah dari Syiah Houthi


Fiqhislam.com - Satu rudal balistik yang berhasil digagalkan Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi, Kamis (27/7), diketahui dilepaskan pasukan Al-Houthi Syiah Yaman. Balistik itu digagalkan saat bergerak menuju Kota Suci Makkah.

Rudal balistik tersebut dicegat Pasukan Pertahanan Udara dengan menggunakan Rudal Patriot permukaan-ke-udara. Pecahan rudal balistik itu jatuh di daerah tak berpenghuni, kata Xinhua, Jumat (28/7) pagi.

Sementara itu, satu pesawat koalisi pimpinan Arab Saudi menghancurkan landasan peluncur rudal. Pada Oktober 2016, koalisi militer Arab pimpinan Arab Saudi mengumumkan pasukan militer mencegat satu rudal yang ditembakkan ke arah Makkah dari Yaman.

Rudal tersebut dihancurkan 65 kilometer dari kota paling suci umat Muslim itu, dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Petempur Al-Houthi telah mengincar kota perbatasan Arab Saudi sejak awal perang di Yaman.

Pada Selasa (18/7) 20 warga sipil Yaman tewas dan banyak lagi cedera, saat koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang satu desa di bagian selatan negeri itu, kata pejabat dari gerakan bersenjata Al-Houthi dan pemerintah pada Rabu (19/7).

PBB mengatakan korban pemboman pada Selasa, yang terjadi di desa al-Atera di Provinsi Taiz --tempat pertempuran antara dua kelompok di Yaman telah meningkat-- adalah pengungsi dalam negeri. Pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, memastikan bahwa sekitar 20 orang terbunuh, termasuk wanita dan anak-anak. Namun, pemerintah tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang serangan tersebut. [yy/republika]

Rudal yang Ditembakkan ke Makkah dari Syiah Houthi


Fiqhislam.com - Satu rudal balistik yang berhasil digagalkan Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi, Kamis (27/7), diketahui dilepaskan pasukan Al-Houthi Syiah Yaman. Balistik itu digagalkan saat bergerak menuju Kota Suci Makkah.

Rudal balistik tersebut dicegat Pasukan Pertahanan Udara dengan menggunakan Rudal Patriot permukaan-ke-udara. Pecahan rudal balistik itu jatuh di daerah tak berpenghuni, kata Xinhua, Jumat (28/7) pagi.

Sementara itu, satu pesawat koalisi pimpinan Arab Saudi menghancurkan landasan peluncur rudal. Pada Oktober 2016, koalisi militer Arab pimpinan Arab Saudi mengumumkan pasukan militer mencegat satu rudal yang ditembakkan ke arah Makkah dari Yaman.

Rudal tersebut dihancurkan 65 kilometer dari kota paling suci umat Muslim itu, dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Petempur Al-Houthi telah mengincar kota perbatasan Arab Saudi sejak awal perang di Yaman.

Pada Selasa (18/7) 20 warga sipil Yaman tewas dan banyak lagi cedera, saat koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang satu desa di bagian selatan negeri itu, kata pejabat dari gerakan bersenjata Al-Houthi dan pemerintah pada Rabu (19/7).

PBB mengatakan korban pemboman pada Selasa, yang terjadi di desa al-Atera di Provinsi Taiz --tempat pertempuran antara dua kelompok di Yaman telah meningkat-- adalah pengungsi dalam negeri. Pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, memastikan bahwa sekitar 20 orang terbunuh, termasuk wanita dan anak-anak. Namun, pemerintah tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang serangan tersebut. [yy/republika]

Serangan-Serangan Houthi Yaman Ke Arab Saudi

Serangan-Serangan Houthi Yaman Ke Arab Saudi


Serangan-Serangan Houthi Yaman Ke Arab Saudi


Fiqhislam.com - Serangan terbaru oleh milisi pemberontak Yaman, Houthi ke Kota Suci Makkah telah menggemparkan dunia.

Serangan yang berhasil digagalkan itu terjadi saat jutaan umat Islam dari seluruh dunia akan berkumpul untuk menunaikan ibadah haji.

Beruntung Angkatan Udara Arab Saudi dapat mendeteksi kehadiran rudal balistik tersebut dan menjatuhkannya sekitar 60 kilo meter sebelm mencapai kota suci Makkah.

Serangan oleh milisi Houthi pada Kamis 27 Juli 2017, adalah yang terbaru dari serangkaian serangan ke wilayah Arab Saudi.

Kelompok yang didukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh, memang menargetkan sejumlah kota perbatasan Saudi sejak beberapa tahun belakangan.

Upaya serangan kian gencar diluncurkan setelah pada 2015, Saudi mulai memimpin koalisi serangan udara untuk mendukung Presiden Rabbu Mansour Hadi menghadapi pemberontakan. Berikut beberapa serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi:

Tahun 2015

Sejak memutuskan menyerang pemberontak Yaman pada Maret 2015, Arab Saudi gencar mengirimkan serangan udara hingga arteleri darat untuk menggempur Houthi. Namun pada 26 April 2015, Arab Saudi terkejut ketika milisi Houthi menyerang Najran, wilayahnya di dekat perbatasan kedua negara.

Serangan itu menewaskan satu tentara Arab Saudi dan melukai dua lainnya. Lalu berlanjut pada 30 April 2015, dimana serangan dari Houthi menewaskan satu tentara Saudi di Najran.

Serangan-serangan tersebut berlangsung sepanjang 2015 dan menewaskan puluhan orang, dimana sebagian besarnya adalah tentara Arab Saudi dan beberapa lainnya adalah warga sipil.

Tahun 2016

Pada 2016, serangan menggunakan rudal ke wilayah Arab Saudi dari Yaman terus digencarkan, terutama pada fasilitas-fasilitas pengeboran minyak Arab Saudi, meski tidak seintens seperti pada 2015. Namun mencapai puncaknya pada Oktober ketika sebuah rudal balistik diarakan ke kota suci Makkah. Beruntung serangan itu rudal berhasil dijatuhkan sebelum mencapai Makkah.

Sejak 2015 hingga 2016, pasukan loyalis Saleh telah meluncurkan setidaknya delapan belas rudal balistik ke wilayah udara Saudi ke wilayah-wilayah seperti Jizan, Asir, and Najran.

Tahun 2017

Pada Awal tahun 2017, milisi Houthi menyerang kapal perang Saudi di laut Merah, menewaskan dua marinir.

Lalu pada Februari, Houthi kembali melepaskan rudal balistik yang mengarah kepada pembangkit listrik di Jizan.

Pada bulan Maret, pejabat Saudi melaporkan bahwa pertahanan negara menembaki empat rudal balistik yang berasal dari Yaman. Dua bulan kemudian, Houthi melaporkan pasukannya meluncurkan sebuah rudal balistik di Riyadh sebelum kedatangan Presiden AS Donald Trump. Saudi kemudian mengatakan bahwa mereka menembak jatuh rudal tersebut di wilayah selatannya.

Pada Mei, dua serangan beruntun ditujukan kepada pasukan penjaga perbatasan Arab Saudi di Najran.

Pada Juni, serangkaian serangan serupa juga terjadi di sepanjang perbatasan.

Pada Juli, sebanyak tiga serangan dilakukan, dimana membunuh belasan tentara Arab Saudi yang sedang berpatroli di Najran. Lalu pada Rabu, 26 Juli Houthi mengklaim telah meledakan satu fasilitas pengelolaan minyak Saudi di Yubun, namun belum ada konfirmasi dari pihak Saudi.

Dan yang terbaru adalah serangan dengan menggunakan rudal balistik jarak jauh ke Makkah namun di tembak jatuh militer di Taif pada Kamis malam. [yy/tempo]