19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Dua Pria Dituntut Lakukan Serangan Kebencian ke Masjid di Nottingham


Fiqhislam.com - Dua orang pria telah dituntut melakukan pelanggaran ketertiban beragama usai insiden di pusat lintas agama di Sherwood. Pelaku atas nama Jamie Mullins (27) dari Nottingham Road dan Mathe Sarsfield (30) dari Sherbrook Road.

Dilansir dari Nottingham Post, Sabtu (1/7), keduanya dituntut atas pelanggaran yang diduga terjadi pada 18 Juni lalu di Five Ways Center Sherwood. Salah satu pelaku, Mullins, juga didakwa lakukan tindakan kriminal yang menyebabkan kerusakan.

"Dua orang itu melakukan tindakan mencurigakan di sebuah masjid di Edwards Lane, Sherwood," kata salah seorang juru bicara Polisi Nottihgamshire, dan menambahkan laporan itu masuk pada 18 Juni sekitar pukul 01.45.

Sebuah investigasi dengan aspek kejahatan kebencian telah dilakukan. Polisi Nottinghamshire turut menegaskan komitmen, untuk bekerjasama dengan semua komunitas agama dan memberikan dukungan dalam segala aspek yang mungkin diberikan.

Mereka turut mendorong siapa saja yang menjadi korban untuk dapat melaporkan sesegera mungkin di nomor ekstensi 101. Untuk kedua pelaku di Sherwood sendiri akan dihadirkan di Pengadilan Nottingham Magistrates pada 1 Agustus mendatang. [yy/republika]

Dua Pria Dituntut Lakukan Serangan Kebencian ke Masjid di Nottingham


Fiqhislam.com - Dua orang pria telah dituntut melakukan pelanggaran ketertiban beragama usai insiden di pusat lintas agama di Sherwood. Pelaku atas nama Jamie Mullins (27) dari Nottingham Road dan Mathe Sarsfield (30) dari Sherbrook Road.

Dilansir dari Nottingham Post, Sabtu (1/7), keduanya dituntut atas pelanggaran yang diduga terjadi pada 18 Juni lalu di Five Ways Center Sherwood. Salah satu pelaku, Mullins, juga didakwa lakukan tindakan kriminal yang menyebabkan kerusakan.

"Dua orang itu melakukan tindakan mencurigakan di sebuah masjid di Edwards Lane, Sherwood," kata salah seorang juru bicara Polisi Nottihgamshire, dan menambahkan laporan itu masuk pada 18 Juni sekitar pukul 01.45.

Sebuah investigasi dengan aspek kejahatan kebencian telah dilakukan. Polisi Nottinghamshire turut menegaskan komitmen, untuk bekerjasama dengan semua komunitas agama dan memberikan dukungan dalam segala aspek yang mungkin diberikan.

Mereka turut mendorong siapa saja yang menjadi korban untuk dapat melaporkan sesegera mungkin di nomor ekstensi 101. Untuk kedua pelaku di Sherwood sendiri akan dihadirkan di Pengadilan Nottingham Magistrates pada 1 Agustus mendatang. [yy/republika]

Dua Muslim Disiram Zat Asam di Lampu Merah Beckton

Dua Muslim Disiram Zat Asam di Lampu Merah Beckton


Dua Muslim Disiram Zat Asam di Lampu Merah Beckton


Fiqhislam.com - Polisi Inggris memutuskan untuk melakukan penyelidikan kasus kejahatan kebencian yang menimpa dua orang Muslim di Inggris pada Rabu (21/6). Akibat kejahatan tersebut, dua orang Muslim mengalami luka bakar yang parah di wajahnya.

Dua orang Muslim tersebut bernama Jameel Muhktar dan Resham Khan, mereka sedang mengendarai mobil. Mereka berhenti saat lampu merah menyala di sebuah persimpangan yang ada di Beckton, London Timur. Tiba-tiba ada seorang pria mendekati mobil yang mereka kendarai.

Kemudian, pria tersebut mengetuk jendela mobil. Saat jendela mobil dibuka, pria asing tersebut menyemprotkan zat asam kepada Muhktar dan Resham. Mereka mengalami luka bakar yang parah, bahkan Mukhtar sampai mengalami koma.

Polisi setempat mengidentifikasi penyerang dua orang Muslim tersebut. Diduga, tersangka penyerang bernama John Tomlin (24 tahun). Sebagaimana yang dilaporkan Presstv pada Sabtu (1/7), tersangka belum ditangkap polisi. Sebab, saat penyelidikan awal polisi menyimpulkan motif tersangka bukan karena rasis.

Kemarin, Polisi Metropolitan mengatakan, menganggap tersangka telah melakukan kejahatan kebencian terhadap Muslim. Sebab, mereka telah menemukan bukti-bukti baru yang mengarah ke situ.

"Investigasi ini terus berlangsung dengan cepat, tim saya bekerja maksimal untuk menemukan Tomlin (tersangka). Saya akan mendesak siapa saja yang tahu keberadaannya untuk menghubungi polisi," kata Detektif Inspektur Neil Matthews.

Korban kejahatan kebencian mengungkapkan, orang yang menyerang mereka karena Islamofobia, tidak ada motif lain selain Islamofobia. Apalagi setelah serangan teror yang terjadi baru-baru ini di Manchester dan London.

"Saya tidak tahu, apakah mereka mencoba untuk membalas dendam ke kami. Kami orang yang tidak bersalah. Kami tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini," ujar Mukhtar.

Setelah serangan teror di Manchester dan London. Menurut laporan Presstv, Kejahatan kebencian terhadap Muslim di Inggris meningkat beberapa pekan terakhir. [yy/republika]

Pria Inggris Dipenjara Usai Tampar Muslim Gunakan Babi

Pria Inggris Dipenjara Usai Tampar Muslim Gunakan Babi


Pria Inggris Dipenjara Usai Tampar Muslim Gunakan Babi


Fiqhislam.com - Seorang pria telah dijatuhi hukuman penjara setelah menampar remaja Muslim dengan daging babi. Bahkan, perbuatan itu direkam di dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube.

Dilansir dari Digital Journal, Sabtu (1/7), pelaku atas nama Alex Chivers berusia 36 tahun itu mendatangi korban dan memanggilnya sampah ISIL. Pelaku juga berteriak ke korban ia tidak pantas, sebelum memukulnya dengan daging babi asap.

Saat melakukan serangan itu, pelaku terlihat memakai helm dan kacamata ski, sehingga wajahnya tertutup. Tapi, walau mulut, dagu, dan lehernya tertutup, polisi masih bisa melacaknya menggunakan rekaman video tersebut.

Video direkam teman pelaku. Usai melakukan pemukulan, Chivers sang pelaku langsung melarikan diri. Muslimah muda itu tengah bersama ibunya dan keduanya dengan jelas dikenali sebagai Muslim karena mengenakan jilbab.

Pada Kamis (29/6) lalu, Chivers menjalani persidangan di London dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Ia mengaku, kalau serangan yang dilakukan pada 8 Juni tersebut dilakukan atas dasar rasial atau menjadi kekerasan rasial.

Seorang detektif di London, James Payne mengatakan, masih ada orang lain yang hadir dan serangan itu terbilang mengejutkan. Teman pelaku yang merekam serangan masih dicari, sedangkan korban yang tidak terluka terlihat tertekan saat melapor. [yy/republika]