25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Raja Salman Hafiz Al-Quran Sejak Usia 12 Tahun


Fiqhislam.com - Sosok Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud menjadi viral di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Kehadirannya di Pulau Dewata dalam rangka liburan pribadi menarik perhatian banyak orang mengenai fakta-fakta tentang beliau.

Salah satu fakta unik tentang Raja Salman adalah beliau sudah hafal Alquran sejak berusia 12 tahun. Menjadi hafiz Alquran adalah penghargaan tertinggi bagi diri seorang Muslim.

Setelah menjadi hafiz Alquran, Raja Salman memperdalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern di sekolah khusus yang didirikan ayahnya, Raja Abdulaziz pada 1356. Dilansir dari Ummid.com, Jumat (10/3), Raja Salman pernah membuat program 'Prince Salman Prize for Quran Memorization' sebagai penghargaan bagi rakyatnya yang menghafal Alquran.

"Alquran adalah salah satu karunia terbesar Allah SWT untuk umat Muslim. Ketika kita mematuhi ajaran Alquran, Muslim akan dihormati, Muslim akan kuat. Namun, jika kita gagal melakukannya, maka kita akan dipermalukan dan terpecah," demikian salah satu kutipan pidato Raja Salman.

Raja Salman adalah pemimpin dengan prinsip kuat. Suatu ketika saat Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengunjungi Riyadh untuk berbela sungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah, sang kakak, Raja Salman yang saat itu baru naik tahta memastikan bahwa pertemuan dengan pemimpin negara adikuasa sekali pun tak bisa membuatnya menunda waktu shalat. Raja Salman meninggalkan Obama dan istrinya sebentar untuk menunaikan Shalat Ashar. 

Raja Salman seorang cerdas dan pekerja keras. Dia juga menjadi mediator terpercaya untuk menyelesaikan konflik warganya saat masih menjadi gubernur Provinsi Riyadh. Tak heran jika Riyadh selama dipimpin Raja Salman yang masih berstatus pangeran waktu itu menjadi provinsi yang bebas korupsi. [yy/republika]

Raja Salman Hafiz Al-Quran Sejak Usia 12 Tahun


Fiqhislam.com - Sosok Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud menjadi viral di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Kehadirannya di Pulau Dewata dalam rangka liburan pribadi menarik perhatian banyak orang mengenai fakta-fakta tentang beliau.

Salah satu fakta unik tentang Raja Salman adalah beliau sudah hafal Alquran sejak berusia 12 tahun. Menjadi hafiz Alquran adalah penghargaan tertinggi bagi diri seorang Muslim.

Setelah menjadi hafiz Alquran, Raja Salman memperdalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern di sekolah khusus yang didirikan ayahnya, Raja Abdulaziz pada 1356. Dilansir dari Ummid.com, Jumat (10/3), Raja Salman pernah membuat program 'Prince Salman Prize for Quran Memorization' sebagai penghargaan bagi rakyatnya yang menghafal Alquran.

"Alquran adalah salah satu karunia terbesar Allah SWT untuk umat Muslim. Ketika kita mematuhi ajaran Alquran, Muslim akan dihormati, Muslim akan kuat. Namun, jika kita gagal melakukannya, maka kita akan dipermalukan dan terpecah," demikian salah satu kutipan pidato Raja Salman.

Raja Salman adalah pemimpin dengan prinsip kuat. Suatu ketika saat Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengunjungi Riyadh untuk berbela sungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah, sang kakak, Raja Salman yang saat itu baru naik tahta memastikan bahwa pertemuan dengan pemimpin negara adikuasa sekali pun tak bisa membuatnya menunda waktu shalat. Raja Salman meninggalkan Obama dan istrinya sebentar untuk menunaikan Shalat Ashar. 

Raja Salman seorang cerdas dan pekerja keras. Dia juga menjadi mediator terpercaya untuk menyelesaikan konflik warganya saat masih menjadi gubernur Provinsi Riyadh. Tak heran jika Riyadh selama dipimpin Raja Salman yang masih berstatus pangeran waktu itu menjadi provinsi yang bebas korupsi. [yy/republika]

Raja Salman Siapkan Penjara Khusus untuk Anggota Keluarga

Raja Salman Siapkan Penjara Khusus untuk Anggota Keluarga


Raja Salman Siapkan Penjara Khusus untuk Anggota Keluarga


Fiqhislam.com - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah pemimpin dengan prinsip kuat dan disiplin tinggi. Beliau menyiapkan penjara khusus di istana untuk putra-putrinya beserta keluarga kerajaan yang terbukti melanggar hukum.

"Siapa lagi yang bisa mendisiplinkan seorang pangeran? Raja Salman memiliki otoritas besar dalam keluarga. Dia dicintai sekaligus ditakuti," kata Robert Lacey, seorang penulis Inggris yang sudah banyak menulis tentang keluarga Kerajaan Arab Saudi, dilansir dari Washington Post, Jumat (10/3).

Selama 48 tahun menjadi gubernur Riyadh (1963-2011) hingga hari ini, Raja Salman mempertahankan penjara tersebut. Raja Salman menjadi raja pada usia 79 tahun setelah kakaknya, Raja Abdullah meninggal dunia.

Pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, Raja Salman mengizinkan eksekusi salah seorang pangeran anggota keluarga kerajaan, yaitu Pangeran Turki bin Saud bin Turki bin Saud al-Kabeer. Pangeran Turki dieksekusi mati karena terbukti menembak seorang pemuda hingga meninggal dunia setelah terlibat perkelahian di sebuah kamp padang pasir pada 2012.

Konsultan bisnis berbasis di Mekah, Nasim Chowdhury, mengatakan, Raja Salman adalah seorang pemimpin tangguh dan dikagumi selama beberapa dekade. Dia dikenal seorang arbitator atau mediator yang membantu menyelesaikan sengketa, khususnya perselisihan di antara keluarga kerajaan.

"Dia adalah salah satu anggota keluarga kerajaan paling populer," katanya.

Raja yang kini berusia 81 tahun itu pertama kalinya menjadi wakil wali kota Riyadh pada 1954. Dia menjadikan Riyadh kota metropolis yang dinamis, membangun hotel mewah, bank, dan pusat perbelanjaan.

Anak-anak Raja Salman juga dikenal dan berpengaruh. Pangeran Faisal menjadi gubernur Provinsi Madinah. Abdulaziz menjadi wakil menteri perminyakan, sementara Sultan menjadi anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi pertama yang menjadi astronaut sukses mengawaki pesawat luar angkasa Discovery pada 1985.

Raja Salman memiliki masalah punggung, sehingga pernah menjalani operasi di Amerika Serikat pada 2010. Pada 2011, beliau diangkat menjadi menteri pertahanan, hingga menjadi raja pada 2015. [yy/republika]