19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Bom di Yangon, Myanmar Tuduh Tiga Muslim Pelakunya


Fiqhislam.com - Polisi Myanmar mengaku telah menangkap tiga muslim Sabtu ini karena telah menanam bom rakitan sendiri di sekitar Yangon. Mereka tengah diselidiki keterkaitannya dengan apa yang disebut Myanmar "teroris" di Provinsi Rakhine di mana militer menindas minoritas muslim Rohingya.

Dua bom berdaya ledak rendah meledak di dalam kompleks kantor pemerintah daerah Jumat malam kemarin.

Ini adalah serangan skala kecil ketiga yang menimpa kawasan komersial yang biasanya damai dalam kurun sepekan terakhir.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun insiden itu menyebarkan kekhawatiran di kota terbesar di Myanmar yang biasanya tidak menjadi sasaran serangan kendati di Myanmar ada beberapa kelompok pemberontak.

Ledakan bom ini terjadi di tengah kian tegangnya negeri setelah berpekan-pekan kekerasan bersenjata di Provinsi Rakhine dan bentrok antara tentara dengan pihak pemberontak di Provinsi Shan.

Polisi menangkap ketiga muslim itu di pusat kota Yangon di Thingyangyun setelah menanyai seorang perempuan yang berada di situs ledakan.

Perempuan ini sendiri tidak diperkarakan.

"Ketiga tersangka sudah ditahan bersama dengan alat pembuat bom. Mereka semua muslim," kata seorang polisi kepada AFP.

Ketiga muslim mengaku telah membuat bahan peledak-bahan peledak itu.

Polisi masih menyelidiki apakah ketiganya memiliki kaitan dengan teroris di Rakhine.

Belasan orang meninggal dunia di Rakhine setelah serangan ke sbuah pos polisi bulan lalu yang memicu penumpasan oleh tentara.

Pemerintah Myanmar berkilah bahwa penggerebakan dilakukan untuk membasmi para militan islamis yang dipimpin seorang alumnus didikan Taliban Pakistan.

Namun para diplomat asing meragukan dalih pemerintah Myanmar ini.

Sejumlah video yang menayangkan anak-anak muda bersenjatakan pisau dan senapan, yang mengaku pejuang kebebasan Rohingnya. sudah menyebar online.

Rohingya dianggap sebagai manusia paling ditindas di dunia, demikian AFP. [yy/antaranews]

Bom di Yangon, Myanmar Tuduh Tiga Muslim Pelakunya


Fiqhislam.com - Polisi Myanmar mengaku telah menangkap tiga muslim Sabtu ini karena telah menanam bom rakitan sendiri di sekitar Yangon. Mereka tengah diselidiki keterkaitannya dengan apa yang disebut Myanmar "teroris" di Provinsi Rakhine di mana militer menindas minoritas muslim Rohingya.

Dua bom berdaya ledak rendah meledak di dalam kompleks kantor pemerintah daerah Jumat malam kemarin.

Ini adalah serangan skala kecil ketiga yang menimpa kawasan komersial yang biasanya damai dalam kurun sepekan terakhir.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun insiden itu menyebarkan kekhawatiran di kota terbesar di Myanmar yang biasanya tidak menjadi sasaran serangan kendati di Myanmar ada beberapa kelompok pemberontak.

Ledakan bom ini terjadi di tengah kian tegangnya negeri setelah berpekan-pekan kekerasan bersenjata di Provinsi Rakhine dan bentrok antara tentara dengan pihak pemberontak di Provinsi Shan.

Polisi menangkap ketiga muslim itu di pusat kota Yangon di Thingyangyun setelah menanyai seorang perempuan yang berada di situs ledakan.

Perempuan ini sendiri tidak diperkarakan.

"Ketiga tersangka sudah ditahan bersama dengan alat pembuat bom. Mereka semua muslim," kata seorang polisi kepada AFP.

Ketiga muslim mengaku telah membuat bahan peledak-bahan peledak itu.

Polisi masih menyelidiki apakah ketiganya memiliki kaitan dengan teroris di Rakhine.

Belasan orang meninggal dunia di Rakhine setelah serangan ke sbuah pos polisi bulan lalu yang memicu penumpasan oleh tentara.

Pemerintah Myanmar berkilah bahwa penggerebakan dilakukan untuk membasmi para militan islamis yang dipimpin seorang alumnus didikan Taliban Pakistan.

Namun para diplomat asing meragukan dalih pemerintah Myanmar ini.

Sejumlah video yang menayangkan anak-anak muda bersenjatakan pisau dan senapan, yang mengaku pejuang kebebasan Rohingnya. sudah menyebar online.

Rohingya dianggap sebagai manusia paling ditindas di dunia, demikian AFP. [yy/antaranews]

Ulama Malaysia Serukan Pemutusan Hubungan dengan Myanmar

Ulama Malaysia Serukan Pemutusan Hubungan dengan Myanmar


Ulama Malaysia Serukan Pemutusan Hubungan dengan Myanmar


Fiqhislam.com - Imam besar (mufti) Penang Datuk Dr Wan Salim Wan Mohd Noor mendesak Malaysia memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai unjuk protes terhadap perlakuan Myanmar kepada warga muslim Rohingya.

Dia bahkan menyatakan langkah ini harus ditiru negara-negara Islam di seluruh dunia.

"Solidaritas dengan Rohingya bisa menjadi cara kita dalam menunjukkan kesatuan di antara negara-negara Islam," kata dia dalam laman New Straits Times.

Badan pengungsi PBB UNHCR sendiri menyatakan ada indikasi militer Myanmar melakukan pembastian etnis atau genosida di Provinsi Rakhine terhadap etnis Rohingya.

Sementara itu, Divisi Tanjung UMNO, Penang, menyeru Malaysia memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai solidaritas terhadap etnis Rohingya.

Kepala divisi Tanjung UMNO (partai berkuasa di Malaysia) Datuk Ahmad Ibnihajar juga menyerukan pemerintah pusat mempertimbangkan kembali keputusannya untuk tidak menarik tim nasional sepak bola Malaysia dari Piala AFF yang digelar di Myanmar dan Filipina.

"ASEAN juga semestinya menghentikan sementara keanggotaan Myanmar," sambung dia dalam laman New Straits Times.

"Kami juga berharap pemerintah membawa masuk lebih banyak lagi warga Rohingya (ke Malaysia) dan memberi mereka status warga negara tetap," kata Ahmad dalam konferensi pers hari ini.

Ahmad mengatakan warga Rohingya yang berkeahlian mesti dipekerjakan di industri-industri Malaysia. [yy/antaranews]