19 Syawal 1443  |  Sabtu 21 Mei 2022

basmalah.png

Dewan Irlandia Minta Umat Islam Banyak Diliput Media


Fiqhislam.com - Islamphobia di Irlandia masih cukup tinggi. Seiring meingkatnya tindakan Islamphobia di negara ini, anggota dewan yang merupakan seorang imigran di Irlandia Brian Killoran mengatakan, peran media diperlukan untuk meningkatkan citra positif Islam di kalangan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Muslim Irlandia tidak terwakili di media. Dia juga meminta, umat Islam untuk membuat pengaduan ketika terdapat pemberitaan negatif tentang mereka di media Irlandia.

"Umat Islam sendiri merasa bahwa mereka harus mampu melawan ini. Dan Muslim memiliki keragaman suara, karena ada 1,6 miliar Muslim di dunia,” ujar Brian Killoran seperti dilansir breakingnews.ie (25/10).

Sementara Dewan Pers Irlandia mengaku, tidak menerima keluhan terkait adanya berita negatif tentang Islam. Untuk itu, anggota Ombudsman Irlandia, Peter Feeney mendesak umat Islam untuk melaporkan hal-hal yang mereka lihat atau dengar terkait hal yang negatif tentang Islam.

Islam adalah agama minoritas yang paling cepat berkembang di Irlandia. Terdapat lebih dari 50 ribu Muslim berada di Irlandia

Raneem, seorang mahasiswa yang telah tinggal di Irlandia selama enam tahun mengakui, bahwa beberapa temannya telah mengalami tindakan Islamophobia. Tindakan diskriminasi ini, semakin diperparah dengan tidak adanya pemberitaan positif tentang Muslim di media.

"Saya pernah mendengar dari orang-orang yang ditargetkan karena iman mereka atau karena mereka mengenakan jilbab," katanya. Dia mengaku, pernah melihat aksi penyerangan yang menargetkan muslimah. Mereka memaksa Muslimah tersebut melepas jilbabnya.

Untuk itu, dia merasa begitu penting untuk menumbuhkan citra postif Islam kepada masyarakat luas. Karena, orang-orang tidak mengetahui secara jelas tentang Islam dan Muslim. Mereka hanya melihat apa yang digambarkan media tentang Islam dan  mengasosiasikan Islam dengan kebencian atau teror. [yy/republika]

Dewan Irlandia Minta Umat Islam Banyak Diliput Media


Fiqhislam.com - Islamphobia di Irlandia masih cukup tinggi. Seiring meingkatnya tindakan Islamphobia di negara ini, anggota dewan yang merupakan seorang imigran di Irlandia Brian Killoran mengatakan, peran media diperlukan untuk meningkatkan citra positif Islam di kalangan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Muslim Irlandia tidak terwakili di media. Dia juga meminta, umat Islam untuk membuat pengaduan ketika terdapat pemberitaan negatif tentang mereka di media Irlandia.

"Umat Islam sendiri merasa bahwa mereka harus mampu melawan ini. Dan Muslim memiliki keragaman suara, karena ada 1,6 miliar Muslim di dunia,” ujar Brian Killoran seperti dilansir breakingnews.ie (25/10).

Sementara Dewan Pers Irlandia mengaku, tidak menerima keluhan terkait adanya berita negatif tentang Islam. Untuk itu, anggota Ombudsman Irlandia, Peter Feeney mendesak umat Islam untuk melaporkan hal-hal yang mereka lihat atau dengar terkait hal yang negatif tentang Islam.

Islam adalah agama minoritas yang paling cepat berkembang di Irlandia. Terdapat lebih dari 50 ribu Muslim berada di Irlandia

Raneem, seorang mahasiswa yang telah tinggal di Irlandia selama enam tahun mengakui, bahwa beberapa temannya telah mengalami tindakan Islamophobia. Tindakan diskriminasi ini, semakin diperparah dengan tidak adanya pemberitaan positif tentang Muslim di media.

"Saya pernah mendengar dari orang-orang yang ditargetkan karena iman mereka atau karena mereka mengenakan jilbab," katanya. Dia mengaku, pernah melihat aksi penyerangan yang menargetkan muslimah. Mereka memaksa Muslimah tersebut melepas jilbabnya.

Untuk itu, dia merasa begitu penting untuk menumbuhkan citra postif Islam kepada masyarakat luas. Karena, orang-orang tidak mengetahui secara jelas tentang Islam dan Muslim. Mereka hanya melihat apa yang digambarkan media tentang Islam dan  mengasosiasikan Islam dengan kebencian atau teror. [yy/republika]

Gambaran Media tentang Islam Kerap Salah Paham

Gambaran Media tentang Islam Kerap Salah Paham


Gambaran Media tentang Islam Kerap Salah Paham


Fiqhislam.com - Banyak media yang dinilai belum menggambarkan Islam sebagaimana mestinya. Sehingga Islam sering dipandang negatif. Akibatnya memicu kebencian terhadap Muslim. Dewan Imigran Irlandia menggelar seminar yang bertemakan 'Muslim di Media: Menentang Kesalahpahaman' di Dubin.

Salah seorang peserta seminar, mahasiswi kedokteran di UCD, Raneem Saleh (20 tahun) mengatakan, sebagai seorang Muslim telah beruntung tidak menjadi korban kebencian dan prasangka buruk saat tinggal di Irlandia.

"Saya beruntung tidak mengalami kejahatan korban kebencian, tetapi saya telah mendengar cerita tentang prasangka terhadap Muslim di Irlandia dan itu merupakan hal yang sangat mengerikan," ungkap Raneem sebagaimana dilansir Irishexaminer, Rabu (26/10).

Ia percaya, peran media berkontribusi terhadap menyebarnya kebencian terhadap Muslim. Tapi, dia juga menilai, warga Muslim harus lebih vokal dan terlihat lagi.

Tujuannya agar Muslim dapat keluar dari prasangka negatif yang dituduhkan terhadap mereka. "Saya merasa tidak ada media yang cukup menggambarkan Muslim di Irlandia, saya pikir Muslim juga harus lebih proaktif," ujar Raneem.

Reneem adalah salah satu peserta seminar yang diselenggarakan Dewan Imigran Irlandia di Dubin. Seminar tersebut diselenggarakan agar tercipta hubungan yang lebih baik lagi dengan media dan juga untuk memberi wawasan tambahan terhadap media.

Para peserta seminar banyak yang mengungkapkan, bahwasannya Muslim sering dipandang negatif karena kesalahpahaman. [yy/republika]