21 Syawal 1443  |  Senin 23 Mei 2022

basmalah.png

UNESCO Nyatakan Al Aqsha Situs Suci Umat Islam


UNESCO Nyatakan Al Aqsha Situs Suci Umat Islam


Fiqhislam.com - Lembaga pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO baru saja mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (14/10) terkait Yerusalem. Komite Eksekutif UNESCO pada Kamis mengeluarkan pernyataan Yerusalem menjadi situs suci bagi umat Islam, Kristen dan orang-orang Yahudi.

Namun, UNESCO menyatakan Temple Mount adalah situs suci milik umat Islam. Nama Temple Mount bagi kalangan Muslim adalah bagian dari lokasi kompleks Haram Asy-Syarif (Masjid al Aqsa). Orang Yahudi menyebutnya dengan Temple Mount.

"Warisan dari Yerusalem dibagi, dan masing-masing masyarakat yang memiliki hak untuk pengakuan eksplisit dari sejarah dan hubungan dengan kota mereka. Menyangkal, menyembunyikan atau menghapus salah satu tradisi Yahudi, Kristen atau Muslim merusak integritas situs dan bertentangan dengan alasan yang dibenarkan prasasti pada daftar Warisan Dunia UNESCO," kata Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova seperti dilansir Sputnik pada Jumat (14/10).

Lebih lanjut ia menekankan pengakuan wilayah itu suci bagi Yahudi, Kristen dan Muslim untuk menawarkan kehadiran agama di Yerusalem. Pernyataan itu juga menambahkan peran utama UNESCO adalah untuk mempromosikan mempromosikan toleransi dan menghormati sejarah.

"Resolusi, yang diajukan oleh Palestina bersama dengan Lebanon, Mesir, Aljazair, Maroko, Oman, Qatar dan Sudan, telah disetujui oleh 24 anggota organisasi 58-anggota, termasuk Rusia. Sebanyak 26 negara abstain dari pemungutan suara, sementara hanya enam negara menentangnya," kata dia. [yy/republika]

UNESCO Nyatakan Al Aqsha Situs Suci Umat Islam


UNESCO Nyatakan Al Aqsha Situs Suci Umat Islam


Fiqhislam.com - Lembaga pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO baru saja mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (14/10) terkait Yerusalem. Komite Eksekutif UNESCO pada Kamis mengeluarkan pernyataan Yerusalem menjadi situs suci bagi umat Islam, Kristen dan orang-orang Yahudi.

Namun, UNESCO menyatakan Temple Mount adalah situs suci milik umat Islam. Nama Temple Mount bagi kalangan Muslim adalah bagian dari lokasi kompleks Haram Asy-Syarif (Masjid al Aqsa). Orang Yahudi menyebutnya dengan Temple Mount.

"Warisan dari Yerusalem dibagi, dan masing-masing masyarakat yang memiliki hak untuk pengakuan eksplisit dari sejarah dan hubungan dengan kota mereka. Menyangkal, menyembunyikan atau menghapus salah satu tradisi Yahudi, Kristen atau Muslim merusak integritas situs dan bertentangan dengan alasan yang dibenarkan prasasti pada daftar Warisan Dunia UNESCO," kata Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova seperti dilansir Sputnik pada Jumat (14/10).

Lebih lanjut ia menekankan pengakuan wilayah itu suci bagi Yahudi, Kristen dan Muslim untuk menawarkan kehadiran agama di Yerusalem. Pernyataan itu juga menambahkan peran utama UNESCO adalah untuk mempromosikan mempromosikan toleransi dan menghormati sejarah.

"Resolusi, yang diajukan oleh Palestina bersama dengan Lebanon, Mesir, Aljazair, Maroko, Oman, Qatar dan Sudan, telah disetujui oleh 24 anggota organisasi 58-anggota, termasuk Rusia. Sebanyak 26 negara abstain dari pemungutan suara, sementara hanya enam negara menentangnya," kata dia. [yy/republika]

Umat Yahudi Marah Unesco tak Akui Temple Mount

Umat Yahudi Marah UNESCO tak Akui Temple Mount


Umat Yahudi Marah Unesco tak Akui Temple Mount


Fiqhislam.com - Unesco mengecam Israel yang meningkatkan agresi ke situs suci Kota Tua Jerusalem yang oleh Muslim dikenal sebagai Haram al Sharif, sedangkan oleh Yahudi dikenal sebagai Temple Mount berada. Kecaman Unesco kepada Israel ini membuat politisi Israel marah.
 
Resolusi yang dibuat Kamis, (13/10), memutuskan kalau situs suci tersebut tak penting bagi umat Yahudi. Situs suci tersebut hanya penting bagi umat Islam yang dikenal dengan Masjid al Aqsa. Situs suci ini menjadi perebutan antara umat Muslim dan umat Yahudi berpuluh-puluh tahun.

Seperti dilansir The Guardian, resolusi tersebut didukung oleh 24 negara, termasuk Rusia dan Cina. Sebanyak enam negara menolak antara lain Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Lithuania, dan Estonia. Sedangkan 26 negara memilih abstain.

Resolusi itu menolak pentingnya Temple Mount bagi agama Yahudi. Lokasi Temple Mount sebenarnya berada di lokasi yang sekarang jadi tempat berdirinya Masjid al Aqsa. Jika Yahudi ingin menghancurkan Al Aqsa demi membangun kembali Temple Mount, maka ini bisa menimbulkan perang. Sebab, Al Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi umat Muslim setelah Makkah dan Madinah.

Saat ini, Al Aqsa di bawah kontrol lembaga Islam Waqf. Umat Yahudi hanya diperbolehkan untuk ibadah di Tembok Barat yang merupakan sisa bangunan dari Temple Mount. Namun, umat Yahudi dilarang beribadah dan masuk ke dalam Masjid Al Aqsa.

Resolusi menyatakan, kebebasan umat Islam beribadah di Masjid al Aqsa dikurangi oleh agresi Israel yang terus-menerus kepada Al Aqsa. Pendukung agresi ini merupakan kelompok ektremis sayap kanan.

Menteri Perumahan Israel Uri, Ariel mengatakan, menanggapi resolusi Unesco yang tak sesuai dengan harapan Yahudi, sebagaiknya Pemerintah Israel makin memperkuat posisi Temple Mount. "Selain itu umat Yahudi harus diperkuat kehadirannya di Temple Mount."

Sementara itu, Pemimpin Partai Buruh Isaac Herzog mengatakan, Unesco mengkhianati misi mereka. "Dengan tak mengakui adanya Temple Mount maka mereka mengkhianati sejarah bangsa Yahudi dan menimbulkan kebencian." [yy/republika]

Israel Ngambek dan Bekukan Hubungan dengan Unesco

Israel Ngambek dan Bekukan Hubungan dengan UNESCO


Israel Ngambek dan Bekukan Hubungan dengan Unesco


Fiqhislam.com - Israel membekukan kerja sama dengan Unesco, Jumat (13/10). Israel menuduh lembaga budaya PBB ini menyangkal kompleks Al-Aqsa sebagai situs suci Yahudi.

Menteri pendidikan Israel, Naftali Bennett mengatakan, draft keputusan Unesco tentang Jerusalem menyangkal sejarah dan mendorong teror. Respons Israel ini muncul setelah Unesco menerima putusan yang hanya menyebut nama Islam untuk kompleks Al-Aqsa.

Draft putusan yang diajukan tujuh negara Arab itu mengkritik aktivitas Israel di tempat suci Jerusalem dan Tepi Barat. Dokumen Unesco tidak menuliskan Kota Tua Jerusalem dan Tembok Ratapan. Dokumen itu hanya menulis Masjid Al-Aqsa.

Dalam sejarah Yahudi, kompleks tersebut diklaim tempat kuil suci Yahudi yang berdekatan dengan Western Wall. Sementara, masjid Al-Aqsa adalah tempat suci umat Islam yang merupakan lokasi isra mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Bennett mengklaim Unesco telah mengabaikan hubungan ribuan tahun Yahudi dengan Jerusalem. Ia juga menuduh Unesco membantu aksi teror Islam.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Unesco telah jadi teater absurb dengan keputusan delusional. "Mengatakan Israel tak ada hubungan dengan Temple Mount dan Western Wall seperti mengatakan Cina tak ada hubungan dengan Great Wall dan Mesir tak ada hubungan dengan piramida," kata dia. [yy/republika]