25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Hina Hukum Islam, Penulis Novel Iran Dipenjara


Fiqhislam.com - Golrokh Ebrahimi Iraee, mulai menjalani hukuman penjaranya selama enam tahun karena dengan dakwaan 'Menghina Sanksi atau Hukuman Islam'.

The Telegraph mengabarkan Jumat (7/10/2016), Golrokh Ebrahimi Iraee, penulis perempuan itu dinyatakan bersalah karena menulis sebuah novel yang bercerita tentang 'hukum rajam dengan lemparan batu'. Padahal novel itu belum diterbitkan dan masih tersimpan di rumahnya. Novel itu disita pihak berwajib pada September 2014, ketika Golrokh bersama Arash Sadeghi, suaminya ditahan di tempat kerjanya.

"Hukuman terhadap Golrokh Ebrahimi Iraee benar-benar tak masuk akal," tutur Philip Luther, Periset dan Direktur Advokasi Amnesti Internasional Timur Tengah. "Dia dipenjara karena menulis sebuah cerita yang belum pernah dipublikasikan. Dia ditahan gara-gara berimajinasi saja," sambung Philip Luther.

Menurut Badan Amnesti Internasional, Arash Sadeghi dipenjara selama 15 tahun dengan tuduhan menyebarkan propaganda anti sistem di Iran. Selain itu, Arash Sadeghi, juga dituduh "berkolusi melawan keamanan nasional Iran dan 'Menghina pendiri Republik Islam Iran"

Sementara Golrokh Ebrahimi Iraee dipenjara di lokasi rahasia dan ditanam selama tiga hari di sel tanpa matahari. Selama 17 hari pertama, Golrokh dimasukkan ke dalam penjara Evin, penjara paling kejam di Iran dan diinterogasi selama beberapa jam. Matanya ditutup dan diancam akan dieksekusi mati, sementara mendengar suaminya dipukuli dan ditendang hingga pingsan. [yy/inilah]