25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Kendalikan Informasi di Kashmir, India Larang Media Lokal Beroperasi

Fiqhislam.com - Pemerintah India menghentikan operasi salah satu surat kabar di Kashmir untuk sementara waktu sebagai upaya mengendalikan informasi di daerah yang tengah bergejolak tersebut. Puluhan orang tewas dalam protes anti-India yang sudah berlangsung lebih dari sepekan.

Juru bicara dan Menteri Pendidikan Kashmir India Naeem mengatakan, tindakan itu diambil untuk melindungi nyawa warga sipil dan memperkuat upaya perdamaian.

Pemerintah mengatakan bahwa sedikitnya 36 orang—35 sipil dan satu polisi—telah tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan di Kashmir. Sementara itu, kelompok hak asasi manusia dan media menyebutkan bahwa korban jiwa mencapai setidaknya 40 orang.

Jam malam yang sangat ketat diberlakukan di Kashmir untuk sembilan hari secara berturut-turut hingga Minggu (17/07/2016). Akibatnya, ratusan warga setempat, yang mayoritas beragama Islam, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan.

Puluhan ribu pasukan pemerintah India melakukan patroli di jalanan yang tampak sepi, karena toko-toko tutup sementara warga berdiam di dalam rumah.

Kekuasaan di wilayah Kashmir, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, dibagi antara Pakistan dan India. Namun, sebagian besar warga yang tinggal di bawah pemerintahan India ingin merdeka atau bergabung dengan Pakistan.

Sejak 1989, lebih dari 68 ribu orang tewas dalam pemberontakan terhadap pemerintah India. India dan Pakistan telah berperang sebanyak dua kali untuk memperbutkan wilayah tersebut sejak pemerintah kolonial Inggris pergi pada 1947. [yy/rimanews]