25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Ayah Bomber Madinah Tak Lagi Akui Anaknya

Fiqhislam.com - Ayah dari Nayer Musallam Hammad al-Nijeidi al-Bluwi, pelaku bom Madinah mengatakan, saat ini dia tidak lagi mengakui Nayer sebagai anaknya. Menurutnya, sikap itu juga sudah diambil oleh seluruh anggota keluarganya.

"Saya merasa sangat sedih atas kejahatan keji yang dilakukan oleh anak saya di Madinah, di dekat Masjid Nabawi. Saya dengan ini menyatakan bahwa pidana ini tidak mewakili saya dan juga tidak mewakili suku kami," kata sang Ayah yang enggan disebutkan namanya tersebut.

"Kita semua berdiri bersama pemerintah dan meletakkan tangan kita di tangan terhadap semua tindakan teroris. Anakku Fahad juga tidak mengakui saudaranya," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (10/8).

Menurut sang Ayah, Nayer bekerja untuk Penjaga Perbatasan tiga tahun yang lalu. Dia tinggal di Tabuk selama beberapa waktu dan kerap mengunjungi rumah keluarga dan kerabatnya.

Sang Ayah menambahkan, satu hari sebelum serangan itu, Nayer meminta anggota keluarganya untuk berkumpul di rumah, di mana dia memberi ibunya gelang emas sebagai hadiah.

"Ia aktif dalam memberikan amal dan membantu orang miskin. Dia juga membeli mobil untuk ibunya sebelum kematiannya. Dia melakukan apa saja untuk menyenangkan ibunya dan membuatnya bahagia," pungkas sang ayah.

Serangan yang dilakukan oleh Nayer, yang memiliki riwayat penyalahgunaan obat, menewaskan empat petugas keamanan di sekitar Masjid Nabawi.

Abdulrahman Al-Juhani, salah satu petugas keamanan yang tewas dalam serangan itu, adalah satu-satunya pencari nafkah di keluarganya, yang memiiki sembilan orang anggota keluarga.

Nayer Musallam Hammad, pria Saudi berusia 26 tahun. Dia diketahui sebagai pelaku tunggal bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi, Madinah, yang menewaskan empat polisi. Juru bicara Kemenkes Saudi itu juga mengatakan, pelaku memiliki sejarah penyalahgunaan obat-obatan terlarang. [yy/atjehcyber]