25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

PM Inggris Kembali Kecam Pernyataan Trump: Sangat BahayaFiqhislam.com - Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron kembali mengecam pernyataan bakal calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump yang melarang warga muslim masuk ke wilayah AS. Dia menilai pernyataan itu sangat berbahaya.

"Itu (pernyataan Trum) adalah hal yang sangat berbahaya untuk dikatakan, seperti memecah belah dan menyalahkan yang lain," demikian kata Cameron dalam suatu acara di televisi Inggris, ITV, seperti dilansir Reuters, Minggu (22/5/2016).

Meski mengecam pernyataan Trump soal melarang muslim masuk AS, Cameron menambahkan dia akan bersiap untuk bertemu Trump jika Trum berkunjung ke Inggris.

Awal bulan ini, PM Cameron menolak untuk mencabut komentar yang menyebut Trump 'pengadu domba, bodoh dan salah' soal seruan melarang muslim ke AS. Namun demikian, PM Cameron menyebut Trump berhak dihormati karena berhasil melalui proses pemilihan awal Partai Republik.

Sebelumnya, seruan Trump untuk melarang warga muslim masuk ke wilayah AS memicu PM Cameron melontarkan kritikan terhadap Trump di hadapan parlemen Inggris. PM Cameron menyebut Trump justru menyatukan rakyat Inggris untuk melawannya, jika dia berkunjung ke Inggris.

"Tampaknya, kami tidak akan memiliki hubungan yang sangat baik," ucap Trump dalam wawancara dengan televisi Inggris, ITV, seperti dilansir Reuters, Senin (16/5/2016) lalu. [yy/news.detik]

PM Inggris Kembali Kecam Pernyataan Trump: Sangat BahayaFiqhislam.com - Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron kembali mengecam pernyataan bakal calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump yang melarang warga muslim masuk ke wilayah AS. Dia menilai pernyataan itu sangat berbahaya.

"Itu (pernyataan Trum) adalah hal yang sangat berbahaya untuk dikatakan, seperti memecah belah dan menyalahkan yang lain," demikian kata Cameron dalam suatu acara di televisi Inggris, ITV, seperti dilansir Reuters, Minggu (22/5/2016).

Meski mengecam pernyataan Trump soal melarang muslim masuk AS, Cameron menambahkan dia akan bersiap untuk bertemu Trump jika Trum berkunjung ke Inggris.

Awal bulan ini, PM Cameron menolak untuk mencabut komentar yang menyebut Trump 'pengadu domba, bodoh dan salah' soal seruan melarang muslim ke AS. Namun demikian, PM Cameron menyebut Trump berhak dihormati karena berhasil melalui proses pemilihan awal Partai Republik.

Sebelumnya, seruan Trump untuk melarang warga muslim masuk ke wilayah AS memicu PM Cameron melontarkan kritikan terhadap Trump di hadapan parlemen Inggris. PM Cameron menyebut Trump justru menyatukan rakyat Inggris untuk melawannya, jika dia berkunjung ke Inggris.

"Tampaknya, kami tidak akan memiliki hubungan yang sangat baik," ucap Trump dalam wawancara dengan televisi Inggris, ITV, seperti dilansir Reuters, Senin (16/5/2016) lalu. [yy/news.detik]

Dikatai Bodoh, Donald Trump Tak Akan Berhubungan Baik dengan PM Inggris

Dikatai Bodoh, Donald Trump Tak Akan Berhubungan Baik dengan PM Inggris

Dikatai Bodoh, Donald Trump Tak Akan Berhubungan Baik dengan PM InggrisBakal calon presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut dirinya tak akan memiliki hubungan baik dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Hal ini dikatakan Trump setelah PM Cameron menyebut miliarder AS itu bodoh dan pengadu domba.

Seruan Trump untuk melarang warga muslim masuk ke wilayah AS memicu PM Cameron melontarkan kritikan terhadap Trump di hadapan parlemen Inggris. PM Cameron menyebut Trump justru menyatukan rakyat Inggris untuk melawannya, jika dia berkunjung ke Inggris.

"Tampaknya, kami tidak akan memiliki hubungan yang sangat baik," ucap Trump dalam wawancara dengan televisi Inggris, ITV, seperti dilansir Reuters, Senin (16/5/2016).

Trump menjawab pertanyaan soal bagaimana hubungannya dengan PM Cameron, jika Trump memenangi pemilihan presiden AS pada 8 November mendatang.

"Saya berharap bisa memiliki hubungan baik dengannya (PM Cameron) tapi kedengarannya, dia tidak ingin menyelesaikan masalahnya," imbuh Trump, yang sebelumnya mengaku tidak peduli dengan komentar PM Cameron.

AS merupakan sekutu paling dekat Inggris dan pemimpin kedua negara sering membahas soal bagaimana spesialnya hubungan mereka.

Awal bulan ini, PM Cameron menolak untuk mencabut komentar yang menyebut Trump 'pengadu domba, bodoh dan salah' soal seruan melarang muslim ke AS. Namun demikian, PM Cameron menyebut Trump berhak dihormati karena berhasil melalui proses pemilihan awal Partai Republik.

"Kita memiliki persoalan besar dengan teror Islam radikal," sebut Trump kepada ITV, ketika ditanya soal seruan melarang muslim ke AS.

Ketika ditanya soal keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa yang kini tengah menjadi polemik, Trump menjawab: "Saya telah berhubungan dengan Uni Eropa, mereka sangat, sangat birokratis, sangat, sangat sulit. Dalam kaitannya dengan Inggris, saya ingin mengatakan 'Untuk apa Anda membutuhkan Uni Eropa?' Tapi kembali lagi, biarkan rakyat menentukan sikap mereka sendiri." [yy/news.detik]