25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Pemerintah Australia Pulihkan Bantuan Dana Bagi Sekolah IslamFiqhislam.com - Pemerintah Australia memulihkan bantuan dana bagi sejumlah sekolah Islam yang sebelumnya mengalami evaluasi terkait penggunaan dana di enam sekolah yang dikelola Australian Federation of Islamic Councils (AFIC).

Dari enam sekolah Islam yang dievaluasi dua di antaranya tidak akan dipulihkan pendanaannya, yaitu Islamic School of Canberra dan Malek Fahd Islamic School di Sydney. Kedua sekolah ini kemungkinan akan ditutup.

Salah satu sekolah yang dipulihkan dananya adalah Islamic College of Melbourne. Tadinya, dengan dihentikannya bantuan dana, sekolah ini terancam bubar.

Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan Australia Simon Birmingham mengumumkan bantuan dana bagi empat sekolah akan dilanjutkan setelah melakukan perubahan pengelolaan sekolah.

Pekan lalu, Kepala Sekolah Islamic College of Melbourne Abdul M Kamareddine menyatakan lega dengan keputusan pemerintah ini. "Saya pribadi sebelumnya susah tidur karena kami memiliki 870 murid yang ingin bersekolah di sini," jelasnya kepada ABC.

Hasil evaluasi itu membuat sekolah ini kini keluar dari AFIC dan telah berjanji menerapkan perubahan mendasar dalam operasional sekolah sehari-hari.

Pimpinan sekolah Khaled Ajaj mengatakan, perubahan itu memang diperlukan. "Sebelumnya, semua urusan keuangan ditangani oleh AFIC di Sydney. Kami di sini tidak memiliki kewenangan dalam urusan keuangan itu. Sekarang AFIC tidak lagi menentukan bagaimana sekolah ini dijalankan," ujarnya.

Dia percaya selama ini dana yang disalurkan untuk Islamic College of Melbourne telah dipergunakan sebagaimana mestinya. Sekolah lainnya yang juga akan tetap menerima dana adalah Islamic College of South Australia.

Menurut Departemen Pendidikan, sekolah yang terletak di Croydon ini telah melakukan perubahan mendasar dalam pengaturan keuangan mereka.

"Mereka akan independen secara operasional dan finansial dari AFIC," kata Menteri Pendidikan Simon Birmingham.

Pimpinan sekolah itu Miriam Silva mengatakan lega dengan keputusan pemerintah dan menyatakan masih banyak yang perlu ditingkatkan. [yy/republika]