25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Gunakan Jilbab Motif Bendera Amerika, Wanita Ini Hebohkan FoxNews

Fiqhislam.com - Acara televisi Megyn Kelly "The Kelly File" pada Selasa malam berhasil menyita perhatian warga Amerika dengan penampilan Saba Ahmed. Wanita pendiri Republican Muslim Condition ini dapat berbicara lantang dengan jilbab bermotif bendera Amerika yang ia kenakan.

Dalam acara televisi pada Selasa malam tersebut, Saba diundang untuk memberikan respons atas komentar Juru Bicara Donald Trump, Katrina Pierson. Sebagai respons atas serangan Paris, Katrina mengatakan bahwa penutupan seluruh masjid di Amerika Serikat merupakan satu hal yang masuk akal.

Kala itu, Katrina berargumen bahwa masjid berpotensi menjadi tempat subur untuk pertumbuhan kejahatan terorisme dan politik. Secara tidak langsung, Katrina melihat masjid sebagai sebuah ancaman bagi Amerika Serikat.

Saba, lengkap dengan jilbab bermotif bendera Amerika, hadir dalam acara tersebut dengan tenang. Dengan lugas dan lembut, Saba memberikan komentar bahwa pandangan Katrina terkait masjid yang merupakan sarang kejahatan adalah pandangan yang salah.

"Kami ke masjid untuk menunaikan shalat, berdoa," ujar Saba.

Analoginya, merupakan satu hal yang salah ketika Amerika menutup seluruh gereja yang berdiri di negeri Paman Sam tersebut hanya karena satu atau dua Umat Kristiani berperilaku buruk. Penampilan Saba dengan tutur katanya yang tenang seakan diperkuat dengan jilbab bermotif bendera Amerika yang merupakan satu simbol kebebasan dan kesetaraan bagi semuanya.

'Wanita yang Berjilbab Bendera Amerika Menangkan Segalanya'

Kebencian warga Amerika kepada Muslim semakin meningkat akibat serangan teroris di Kota Paris. Bahkan, Donald Trump meminta agar masjid-masjid ditutup untuk mencegah merebaknya terorisme.

Untuk melawan tudingan bahwa Islam adalah penyebar terorisme, Pendiri Republican Muslim Coalition, Saba Ahmed nekad menggunakan jilbab bergambar bendera Amerika. Ini merupakan bentuk perjuangannya agar umat Muslim Amerika mendapatkan hak-hak dan kebebasan untuk beribadah akibat merebaknya isu dan desakan penutupan masjid-masjid di Amerika.

"Saya menunjukkan tujuan saya dengan langsung mengenakan jilbab bendera Amerika. Ini keputusan yang saya lakukan dengan cepat," katanya seperti dilansir BBC, Rabu, (18/11).

Awalnya, ia akan menutupinya dengan syal berwarna ungu. Namun orang yang mendandaninya menyatakan, "Kalau kamu ingin menunjukkan maksudmu, yakni kebebasan beribadah, tunjukkan langsung dengan memakai jilbab bendera Amerika."

"Kami Muslim, kami Republikan. Kami butuh diakomodasi dan diterima," ujar Ahmed.

Aksi yang dilakukan Ahmed menimbulkan pro-kontra di media sosial. "Jilbab bendera Amerika merupakan sesuatu yang Amerika banget yang pernah saya lihat," komentar salah seorang netizen.

"Wanita yang memakai bendera Amerika sebagai jilbab memenangkan segalanya," kata Netizen lainnya.

"Banyak tentara Amerika mati demi bendera itu. Jadi itu bukan jilbab, tapi bendera," tulis Netizen berikutnya. [yy/republika]