9 Dzulhijjah 1439  |  Selasa 21 Augustus 2018

Ketika Keheningan Selimuti Suriah

Fiqhislam.com - Keheningan dikabarkan mulai menyelimuti Suriah paska dimulainya gencatan senjata pada Sabtu dinihari. Suara tembakan, dan bom mulai berkurang secara dratis di negara tersebut.
 
"Di Damaskus, dan sejumlah desa di dekat Damaskus, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir hadir suasana yang tenang. Di Latakia juga situasi sangat tenang, dan di pangkalan udara Hmeymim tidak ada aktivitas pesawat," kata Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdulrahman.
 
Mulai sunyinya Suriah dari baku tembak turut diakui oleh pihak pemberontak dan oposisi Suriah. Menurut mereka, suasana seperti ini terasa sangat ganjil, sebab biasanya mereka mendengar desingan tembakan, atau ledakan bom sepanjang hari.
 
"Hari ini benar-benar hening, kemarin di waktu yang sama masih ada pertempuran terjadi. Ini adalah sesuatu yang aneh," kata pihak Alwiyat Seif al Sham, salah satu kelompok pemberontak di Suriah, seperti dilansir Trade Arabia pada Minggu (28/2).
 
"Tetapi orang-orang percaya bahwa rezim Bashar al-Assad akan melanggar gencatan senjata dengan alasan memukul al-Nusra. Ada suara helikopter sejak pagi," sambungnya.
 
Sebelumnya, kepala Fursan al-Haqq, Tarif Bayoush menyebut bahwa pemerintah Suriah masih terus melakukan serangan. Wilayah Hama, yang berada di utara Surah, papar Bayoush adalah salah satu wilayah yang masih mendapatkan serangan dari rezim Assad. 

PBB Harap-harap Cemas Soal Kelanjutan Gencatan Senjata Suriah

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura berharap-harap cemas mengenai kelanjutan gencatan senjata di Suriah. Di hari pertama gencatan senjata, situasi di Suriah bila terbilang tenang, dengan jumlah pertempuran yang berkurang dratis.
 
Dalam sebuah pernyataan, Mistura menuturkan, dirinya memiliki harapan yang sangat besar pada gencatan senjata ini. Menurutnya, gencatan senjata ini telah membuka pintu yang sangat lebar untuk terciptanya perdamaian di Suriah.
 
"Mari kita berdoa bahwa gencatan senjata ini akan terus berlangsung. Sebab, terus terang ini adalah kesempatan terbaik kita bisa membayangkan orang-orang Suriah telah selama lima tahun terakhir dalam rangka untuk melihat sesuatu yang lebih baik dan mudah-mudahan sesuatu yang berhubungan dengan perdamaian," kata Mistura.
 
"Saya berpikir, bahwa saya telah melihat kondisi yang sangat berbeda di Suriah saat ini. Tapi, tentu saja setiap hari gencatan senjata ini akan terus dipantau," sambungnya, seperti dilansir Trade Arabia pada Minggu (28/2).
 
Kesepakatan gencatan senjata tersebut adalah yang pertama disepakati dalam kurun waktu empat tahun terakhir dan, jika terus dijalankan, ini akan menjadi gencatan senjata paling sukses sejauh ini di Suriah.

Pemberontak Tuding Pemerintah Suriah Langgar Gencatan Senjata

Pemberontak Suriah menuding pihak pemerintah Suriah telah melanggar gencatan senjata. Tudingan ini muncul kurang dari 24 jam paska gencatan senjata di Suriah resmi dimulai.
 
Tudingan itu disampaikan oleh kepala Fursan al-Haqq, Tarif Bayoush. Fursan al-Haqq adalah kelompok pemberontak Suriah yang turut tergabung dalam Pasukan Pembebasan Suriah, yang memiliki tujuan menggulingkan rezim Bashar al-Assad.
 
Menurut Bayoush, rezim Assad masih terus melakukan serangan di sejumlah titik di Suriah. Wilayah Hama, yang berada di utara Surah, papar Bayoush adalah salah satu wilayah yang masih mendapatkan serangan dari rezim Assad.
 
"Ada daerah-daerah di mana pemboman telah berhenti, tetapi ada daerah di mana ada pelanggaran oleh rezim. Seperti di daerah Kafr Zeita di Hama, melalui penargetan dengan artileri, dan juga di Morek yang berada di utara Hama," ucap Bayoush seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/2).
 
Bayoush mengatakan hal itu normal untuk pelanggaran terjadi di gencatan senjata dimanapun. Tapi, dirinya berharap rezim Assad tidak lagi melakukan pelanggaran serupa jika ingin gencatan senjata terus berjalan.
 
"Tetapi jika pelanggaran ini terus dilakukan, hal itu dapat menyebabkan runtuhnya perjanjian," pungkasnya.

Pemerintah Suriah Bantah Langgar Gencatan Senjata

Pemerintah Suriah membantah bahwa mereka telah melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Tudingan adanya pelanggaran gencatan senjata tersebut diungkapkan oleh pihak pemberontak Suriah.
 
"Militer kami tidak sekalipun melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata," kata salah seorang pejabat Kementerian Pertahanan Suriah yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/2).
 
Seperti diberitakan sebelumnya, kepala Fursan al-Haqq, Tarif Bayoush menyebut bahwa pemerintah Suriah masih terus melakukan serangan. Wilayah Hama, yang berada di utara Surah, papar Bayoush adalah salah satu wilayah yang masih mendapatkan serangan dari rezim Assad.
 
Bayoush mengatakan hal itu normal untuk pelanggaran terjadi di gencatan senjata dimanapun. Tapi, dirinya berharap rezim Assad tidak lagi melakukan pelanggaran serupa jika ingin gencatan senjata terus berjalan.
 
Fursan al-Haqq sendiri adalah salah satu kelompok pemberontak Suriah yang turut tergabung dalam Pasukan Pembebasan Suriah, yang memiliki tujuan menggulingkan rezim Bashar al-Assad. [yy/sindonews]

 

Tags: Suriah
khaz.jpg
khaz.jpg
2007 ~ 2018  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine