11 Sya'ban 1439  |  Kamis 26 April 2018

Undang Makan Dubes Israel, Pejabat Mesir Dilempar SepatuFiqhislam.com - Malang benar nasib seorang pejabat Mesir bernama Tawfik Okasha. Dia mendapatkan serangan di gedung parlemen pada Minggu siang waktu setempat. Seorang koleganya melemparkan sepatu ke arahnya dan memintanya diberi hukuman karena mengundang Duta Besar Israel Haim Koren untuk makan malam.

Okasha mengundang Koren untuk jamuan makan malam di rumahnya pada pekan lalu. Pria yang juga berprofesi sebagai presenter televisi itu mengumumkan undangan jamuan makan malam lewat acara yang dipandunya. Aksi tersebut mengundang kecaman di media-media Mesir serta anggota parlemen.

Seperti diwartakan Reuters, Minggu (28/2/2016), beberapa pejabat memintanya untuk diberi hukuman. Salah seorang koleganya Kamal Ahmed melempar sepatunya ke arah Okasha. Lebih dari 100 anggota parlemen juga menandatangani pernyataan untuk memboikot normalisasi hubungan Mesir dengan Israel serta meminta Okasha diselidiki.

Kepada media lokal, Okasha menyatakan dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun karena Negeri Piramida kini menikmati hubungan diplomatik seutuhnya dengan Israel. Hasim Koren sendiri mengonfirmasi dirinya menikmati jamuan makan malam bersama stafnya pada Rabu 24 Februari malam selama tiga jam lamanya.

Selama jamuan makan malam keduanya membahas berbagai kemungkinan kerja sama di berbagai bidang seperti perairan, pertanian, dan pendidikan. Koren menyebut senang dengan kemungkinan kerja sama dan berencana mengundang Okasha ke kediamannya untuk pembahasan lanjutan.

Mesir sendiri merupakan negara pertama di jazirah Arab yang mengakui Israel sebagai sebuah negara lewat perjanjian damai yang disponsori Amerika Serikat pada 1979. Namun, sikap Mesir terhadap tetangganya itu tetap dingin. Israel menempatkan duta besar mereka di Kairo sebagai tanda hubungan diplomatik. Namun, pejabat Mesir menjaga jarak dengan pihak kedutaan. [yy/okezone]

head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg

2007 ~ 2018  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine