13 Muharram 1440  |  Minggu 23 September 2018

Hillary Menangkan Primary South CarolinaFiqhislam.com - Calon kandidat Presiden AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton menangkan primary South Carolina, Sabtu (27/2). Ia mengalahkan Bernie Sanders, rival Demokrat utama untuk ketiga kalinya.

Ia mengambil momentum sebelum Super Tuesday, ketika 11 negara bagian melakukan pemilihan sekaligus. Mantan Menteri Luar Negeri ini mengumpulkan dukungan kuat dari para pemilih kulit hitam.

"Untuk South Carolina, untuk para sukarelawan di jantung kampanye ini, untuk para pendukung, terima kasih," kata Clinton dilansir Reuters Ahad (28/2). Suka cita kemenangan Clinton dirayakan di Columbia, South Carolina yang merupakan basis kuat Clinton.

"Ini waktunya, ini waktunya untuk perempuan di Gedung Putih," kata dia pada pendukungnya yang disambut sorak sorai. Sanders memberikan selamat pada rivalnya sambil berjanji untuk terus berjuang dalam kampanye.

"Biar saya jelaskan satu hal malam ini. Kampanye ini baru saja dimulai. Kita menangkan New Hampshire, ia menangkan South Carolina. Sekarang kita menuju Super Tuesday," kata Sanders. Setelahnya empat negara bagian akan memilih akhir pekan depan.

Pada Super Tuesday, 11 negara bagian akan memilih bersamaan. Dari 11 negara bagian, enam di selatan adalah populasi minoritas. Ini menunjukan Clinton berpeluang besar untuk menang.

Hillary Berpeluang Hadapi Trump di Pilpres AS

Setelah calon kandidat Presiden AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton memenangkan primary South Carolina, Sabtu (27/2), peluangnya untuk maju dari partai Demokrat semakin besar. Clinton mengalahkan Bernie Sanders, rival utamanya untuk ketiga kalinya.

Clinton kini mulai melihat kemungkinan untuk berhadapan dengan unggulan partai Republik Donald Trump dalam pemilihan umum presiden 8 November mendatang. Tanpa menyebut nama miliader tersebut, Clinton memperjelas bahwa ia telah memilih Trump sebagai nominasi dari Republik untuk bertarung dengannya menuju Gedung Putih.

Ia menyindir slogan Trump 'Make America Great Again' dan rencananya membangun dinding di perbatasan AS-Meksiko. "Kita tidak perlu membuat Amerika hebat kembali. Amerika tidak pernah berhenti jadi hebat," kata dia dalam pidato kemenangannya di South Carolina. Clinton juga mengatakan tidak perlu mendirikan dinding, tapi harus meruntuhkan batasan.

Dalam hasil akhir primary, Clinton unggul 48 poin dari Sanders. Hillary mengamankan 79 persen suara dan Sanders 21 persen. Sembilan dari 10 pemilih kulit hitam, baik perempuan, pria, orang kota, orang pinggiran, liberal maupun konservatif, memilih Clinton. Pemilihnya juga lebih banyak usia muda, yaitu 18-29 tahun.

Clinton mengambil momentum sebelum Super Tuesday, ketika 11 negara bagian melakukan pemilihan sekaligus. Mantan Menteri Luar Negeri ini mengumpulkan dukungan kuat dari para pemilih kulit hitam.

"Untuk South Carolina, untuk para sukarelawan di jantung kampanye ini, untuk para pendukung, terima kasih," kata Clinton. Suka cita kemenangan Clinton dirayakan di Columbia, South Carolina yang merupakan basis kuat Clinton.

"Ini waktunya, ini waktunya untuk perempuan di Gedung Putih," kata dia pada pendukungnya yang disambut sorak sorai. Sanders memberikan selamat pada mantan ibu negara ini sambil berjanji untuk terus berjuang dalam kampanye.

"Biar saya jelaskan satu hal malam ini. Kampanye ini baru saja dimulai. Kita menangkan New Hampshire, ia menangkan South Carolina. Sekarang kita menuju Super Tuesday," kata Sanders. Setelahnya empat negara bagian akan memilih pada akhir pekan depan.

Pada Super Tuesday, 11 negara bagian akan memilih bersamaan. Dari 11 negara bagian, enam di selatan adalah populasi minoritas. Ini merupakan peluang besar bagi Clinton untuk menang.

Pascakekalahannya di South Carolina, Senator asal Vermont, Sanders kembali dalam rangkaian kampanye. Pada Ahad (28/2), ia menemui para pendukungnya di Minnesota.

Dalam rangkaian perjalanannya menuju Super Tuesday ini, Sanders mengkritik para kandidat dari Republik dalam hal ekonomi. Ia bahkan menyebut partai yang saat ini diungguli oleh Donald Trump itu mengalami amnesia.

"Mengagumkan bagi saya, bahwa rekan Republik kita menderita penyakit yang sangat serius, semacam amnesia," kata dia. "Bagaimana mereka bisa maju dengan muka datar dan berbicara soal masalah yang kita hadapi sekarang dan menyangkal dunia seperti apa yang ditinggalkan Bush ketika meninggalkan kantor," kata dia. Sanders juga merujuk pada masalah yang ditinggalkan oleh Barack Obama.

Sanders telah menghabiskan pekan-pekan terakhirnya di negara bagian yang akan memilih dalam Super Tuesday pada 1 Maret mendatang. Ia mengedepankan sisi liberal dari partainya dan mengajak generasi muda untuk terlibat lebih jauh dalam pemilu.

Meski mengangkat isu soal kesetaraan pendapatan dan Wall Street, Sanders membutuhkan terobosan besar untuk menang di negara-negara kunci dalam beberapa pekan ke depan. Jika tidak, rivalnya akan memimpin lebih jauh di pertandingan yang hingga saat ini masih dinilai seri.

Jika Clinton dan Trump menang besar dalam Super Tuesday, maka peluang pasangan ini maju untuk pilpres semakin besar. Ini akan menjadi pertarungan orang luar dan politisi AS. Trump tidak pernah sama sekali terpilih untuk pekerjaan publik, sementara Clinton tidak pernah absen dari politik AS dalam beberapa dekade. [yy/republika]

khaz.jpg
khaz.jpg
2007 ~ 2018  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine