AGENDA MUSLIM

BERITA & ARTIKEL TERKINI

  1. Gelombang Hawa Panas Merambah Eropa
    Jumat, 03 Juli 2015
  2. LGBT Perilaku Menyimpang, Bukan Takdir
    Jumat, 03 Juli 2015
  3. Memuji Rasulullah Saw dan Batasannya
    Jumat, 03 Juli 2015
  4. Cinta Allah, Pasti Cinta Sahabat
    Jumat, 03 Juli 2015
  5. Pasukan Irak Rebut Baiji dari ISIS
    Jumat, 03 Juli 2015
  6. NU: Islam Akomodasi Tradisi, Jadi Kita Boleh Tahlilan
    Jumat, 03 Juli 2015
  7. 12 Adab Membaca Al Quran
    Jumat, 03 Juli 2015
  8. Dukung Pernikahan Sejenis, Menteri Australia Didesak Mundur
    Jumat, 03 Juli 2015
  9. Hikmah Malam Nuzulul Quran
    Jumat, 03 Juli 2015
  10. Pentagon: Serangan Udara Tewaskan Pemimpin ISIS Suriah
    Jumat, 03 Juli 2015
  11. Boko Haram Serang Tiga Desa, Ratusan Orang Tewas
    Jumat, 03 Juli 2015
  12. Surat Berharga Syariah Bisa Diperjualbelikan oleh Bank Konvensional
    Jumat, 03 Juli 2015
  13. Tersangka Perekrut ISIS Diperbolehkan Tinggal di Sebuah Masjid di Sydney
    Jumat, 03 Juli 2015
  14. Asmi: Hanya Ada Satu Tuhan dalam Islam
    Jumat, 03 Juli 2015
  15. MUI Puji Peran Pusat Halal Berbasis Perguruan Tinggi
    Jumat, 03 Juli 2015
  16. Muhammadiyah: Tak Boleh Ada Pikiran Bencana adalah Hasil Maksiat
    Jumat, 03 Juli 2015
  17. Kanselir Jerman: Islam Bagian dari Jerman
    Jumat, 03 Juli 2015
  18. Banyak Muslim Dibunuh, Muslim AS Desak Pemerintah Investigasi
    Jumat, 03 Juli 2015
  19. Jaksa Agung AS Sebut ISIS akan Serang Negaranya
    Jumat, 03 Juli 2015
  20. Ratusan Gerilyawan dan Prajurit Militer Tewas di Mesir
    Jumat, 03 Juli 2015
  21. Ikhwanul Muslimin Serukan Revolusi di Mesir
    Jumat, 03 Juli 2015
  22. Dua Tahun Setelah Mursi Jatuh, Mesir Jadi Represif
    Rabu, 01 Juli 2015
  23. Ketentuan Mengganti Shalat Usai Haid dan Nifas
    Rabu, 01 Juli 2015
  24. Muslim Kamerun Kenalkan Islam Lewat Tarian dan Lagu
    Rabu, 01 Juli 2015
  25. Daarul Quran Terpilih Sebagai Lembaga Al Quran Terbaik di Dunia
    Rabu, 01 Juli 2015
  26. Islam Nusantara
    Rabu, 01 Juli 2015
  27. Kemenag: Pesantren Sarang Teroris, Ini Tuduhan Tanpa Fakta
    Rabu, 01 Juli 2015
  28. Non-Muslim di Uni Emirat Arab Belajar Puasa Ramadhan
    Rabu, 01 Juli 2015
  29. Muslim Selandia Baru: Berbusana Muslim, Kami Dituduh Teroris
    Rabu, 01 Juli 2015
  30. Video Debat Ahmad Deedat Inspirasi Karen untuk Bersyahadat
    Rabu, 01 Juli 2015
Islam di Kota Judi Macau PDF Print E-mail
09 April 2013

Islam di Kota Judi Macau

Fiqhislam.com - Bagi sebagian orang Macau adalah sarangnya tempat maksiat dan perjudian. Kota bekas koloni terahir Portugis ini memang terkenal dengan perjudian resmi dan dunia hiburan. Portugis menjadikan koloni terahirnya ini sebagai surganya bagi para penjudi dan para pencari kesenangan. Ketika diserahkan kembali kepada pemerintah china, Macau menjadi wilayah kedua di China dengan sistem satu Negara dua sistem setelah Hongkong.

Hongkong dan Macau kembali menjadi wilayah kedaulatan China setelah lepas dari Inggris dan Portugis namun tetap menjalankan sistem pemerintahannya sendiri berstatus Special Authority Region dalam kerangka Negara kesatuan Republik Rakyat China. Kemajuan perekonomian ditunjang dengan infrastruktur yang luar biasa menjadikan Macau begitu berkilau. Jaringan jalan raya lintas laut dengan jembatan jembatan panjang nan megah memberikan gambaran kesiapan macau. Seperti halnya Hongkong, bandara di Macau pun dibangun di atas sebuah pulau buatan.

Masuknya Islam di Macau

Islam telah hadir di Macau jauh sebelum berkuasanya Dinasti Ming. Namun demikian kapan tepatnya dan bagaimana Islam diperkenalkan di negeri judi tersebut masih belum ada kata sepakat diantara para sejarawan. Sejarah tutur menyebutkan bahwa Islam masuk ke Macau dibawa oleh para saudagar Arab dan Parsi. Semasa perang dunia ke dua, sejumlah besar muslim dari etnis Hui dari Zhaoqing, propinsi Guangdong hijrah ke Macau untuk menghindari kehancuran akibat perang yang terjadi di daratan China.

Saat ini ada sekitar 400 muslim di Macau, mereka memiliki satu masjid dan pemakaman khusus muslim. Keseluruhan muslim di Macau bergabung dalam satu organisasi bernama “The Macau Islamic Society”. Tahun 2007 lalu masjid satu satunya di Macau ini direnovasi untuk diperbesar dan diperindah menjadi sebuah masjid modern di jantung kota Macau. Muslim di Macau langsung dapat dikenali dari nama mereka yang menggunakan nama nama Islami seperti Fatimah, Umar, Soraya dan lain lain.

Menurut berbagai laporan media, kehidupan toleransi beragama di Macau cukup baik. Islam bersama agama agama minoritas lainnya, seperti Falun Gong yang terkadang melaksanakan ritual rutin mereka di taman taman umum dan beberapa kali dipergoki oleh aparat kepolisian yang kemudian memeriksa identitas mereka satu persatu, meskipun demikian tidak ada laporan penahanan ataupun tekanan dari aparat keamanan bagi pelaksanaan peribadatan. Antar pemeluk agama disana juga saling hormat menghormati satu dengan lainnya dan tak aneh bila dalam sebuah upacara upacara publik pelaksanaan do’a nya dilaksanakan oleh wakil kelompok kelompok beragama yang ada disana.

Masjid Di Macau

Macau hanya memiliki satu satunya masjid bagi sekitar 400 jiwa muslim disana, masjid yang terkenal dengan nama Macau Mosque ini beralamat di Ramal Dos Moros, Macau S.A.R. (China), telephon (853) 28337273 dan Fax : (853) 337273. Untuk menuju ke masjid ini melalui rute melalui Macau Grand Prix Track. Di sebelah kanan jalan dari Hoi-Fu Garden kea rah CEM.

Macau Mosque, selain memiliki pemakaman umum khusus muslim, sekaligus menjadi tempat berkantornya Islamic Association serta Muslim Community Centre. Lokasi masjid ini berada di tempat yang cukup nyaman di bagian kota Macau yang paling bersejarah, menghadap ke bendungan Macau, pelabuhan feri dari dan ke Hongkong serta landasan helikopter.

Islamicfinder.com menyebutkan bahwa masjid ini dibangun pertama kali oleh muslim yang tiba di Macau bersama pasukan Portugis. Mereka direkrut oleh oleh Portugis dari wilayah anak benua India (Goa, Bombay, Karachi dan bagian utara Pakistan). Namun bangunan masjid yang kini berdiri dibangun sekitar awal tahun 1980-an.

Pemakaman umum disekitar masjid ini telah berumur lebih dari se-abad. Beberapa diantara yang bermakam diasana adalah beberapa muslim Parsi dan dari berbagai suku bangsa lainnya. Keberadaan makam muslim dari berbagai bangsa tersebut menjadi bukti keanekaragaman suku bangsa di Macau dan juga menjadi bukti keterkaitan Islam dengan Macau yang sudah terjalin sejak lebih dari se-abad sekaligus telah turut mewarnai sejarah Macau.

Masjid di Sarang Judi

Satu satunya masjid di Macau ini menjadi masjid yang berada di sudut kota judi. Kehadirannya memang memberikan makna yang begitu dalam bagi muslim disana dan bagi muslim yang datang ke Macau. Merujuk kepada muslim Indonesia yang pernah kesana disebutkan bahwa ukuran masjid ini tidak terlalu besar hanya sekitar 6,5 m  x 12 m.

Suasana masjid justru lebih ramai di hari minggu mengingat sebagian besar jemaah masjid ini adalah para pekerja asing yang memiliki jadwal kerja yang ketat dan baru menikmati libur di hari minggu. Wajar bila kemudian mereka menikmati suasana libur termasuk dengan meramaikan masjid satu satunya di Macau ini, termasuk para pekerja asal Indonesia yang mengadakan pengajian rutin di masjid ini. [yy/bujangmasjid.blogspot.com/foto blogspot.com]

Referensi
history.cultural-china.com  - Other Religions in Macau
islamicfinder.org - Macau Mosque
islamicfinder.org - Macau Mosque and Muslim Cemetry
muslim2china.com - Mosques in Macau
yusranpare.wordpress.com – menanti masjid
 
 

Masjid Las Vegas : Cahaya Harapan Dalam Gemerlap Las Vegas

 

BERITA LAIN

Free joomla themes, hosting company.