AGENDA MUSLIM

BERITA & ARTIKEL TERKINI

  1. Empat Pekerja Blackwater Dinyatakan Bersalah Membunuh 14 Warga Irak
    Kamis, 23 Oktober 2014
  2. Politisi Australia Minta Mahkamah Internasional Periksa PM Tony Abbott
    Kamis, 23 Oktober 2014
  3. Erdogan: Senjata AS yang Didrop di Kobani Jatuh ke Tangan ISIS
    Kamis, 23 Oktober 2014
  4. Suriah Beri Dukungan Militer kepada Kurdi di Kobane
    Kamis, 23 Oktober 2014
  5. Al Qaida Tewaskan 30 Gerilyawan Syiah di Yaman Tengah
    Kamis, 23 Oktober 2014
  6. Aminah Fogarty: Saya Tahu, Mengapa Allah Memberikan Hidayah
    Kamis, 23 Oktober 2014
  7. Padang Mahsyar, Bumi Lain di Akhir Zaman
    Rabu, 22 Oktober 2014
  8. Ingatlah, Perbuatan Kita di Dunia Akan Dihisab
    Rabu, 22 Oktober 2014
  9. Analis: AS Jalin Hubungan Militer dengan Jepang untuk Lawan China-Rusia
    Rabu, 22 Oktober 2014
  10. Uni Eropa Larang Israel Lintasi “Garis Merah” di Tepi Barat
    Rabu, 22 Oktober 2014
  11. Yahudi Ajukan UU Pembagian Al-Aqsha
    Rabu, 22 Oktober 2014
  12. Pertemuan Kerry-Jokowi Bahas ISIS?
    Rabu, 22 Oktober 2014
  13. Titik Terang Rencana Pembangunan Indonesia Islamic Center di Afghanistan
    Rabu, 22 Oktober 2014
  14. RI Terpilih Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB
    Rabu, 22 Oktober 2014
  15. Iran Bekuk Agen Asing di Lokasi Reaktor Nuklir
    Rabu, 22 Oktober 2014
  16. Di Penjara, An-Naje Jones Melihat Keindahan Islam
    Rabu, 22 Oktober 2014
  17. 'Sampai Bendera Hitam Berkibar di Istana Buckingham'
    Rabu, 22 Oktober 2014
  18. ISIS Luncurkan Serangan ke Wilayah Kurdi di Irak
    Rabu, 22 Oktober 2014
  19. Muharram (Suro), Bulan Yang Mulia
    Selasa, 21 Oktober 2014
  20. Sayiyid Sabiq, Sosok Bersahaja di Balik Buku “Fiqih Sunnah”
    Selasa, 21 Oktober 2014
  21. Istana Golestan Jejak Imperium Persia Islam
    Selasa, 21 Oktober 2014
  22. Misrepresentasi Muslimah Dalam Wacana Feminis
    Selasa, 21 Oktober 2014
  23. “Aku Hanya Hafal 7 Ayat, Maka Aku Lantas Menyampaikannya”
    Selasa, 21 Oktober 2014
  24. Ustadz Datang, Sekampung Bersyahadat
    Selasa, 21 Oktober 2014
  25. Rusia Akan Selalu Dukung Pemerintah Irak dan Suriah
    Selasa, 21 Oktober 2014
  26. Iran Siap Kirim Senjata untuk Tentara Libanon
    Selasa, 21 Oktober 2014
  27. Rafsanjani: Ambisi Israel Hanya Fatamorgana
    Selasa, 21 Oktober 2014
  28. Anggota Knesset: Tentara Israel dan ISIS Mesin Pembunuh
    Selasa, 21 Oktober 2014
  29. Mosi Senator Australia Terkait Penangkapan Wartawan Asing di Papua
    Selasa, 21 Oktober 2014
  30. Napas Waktu Subuh
    Selasa, 21 Oktober 2014
Islam di Kota Judi Macau PDF Print E-mail
09 April 2013

Islam di Kota Judi Macau

Fiqhislam.com - Bagi sebagian orang Macau adalah sarangnya tempat maksiat dan perjudian. Kota bekas koloni terahir Portugis ini memang terkenal dengan perjudian resmi dan dunia hiburan. Portugis menjadikan koloni terahirnya ini sebagai surganya bagi para penjudi dan para pencari kesenangan. Ketika diserahkan kembali kepada pemerintah china, Macau menjadi wilayah kedua di China dengan sistem satu Negara dua sistem setelah Hongkong.

Hongkong dan Macau kembali menjadi wilayah kedaulatan China setelah lepas dari Inggris dan Portugis namun tetap menjalankan sistem pemerintahannya sendiri berstatus Special Authority Region dalam kerangka Negara kesatuan Republik Rakyat China. Kemajuan perekonomian ditunjang dengan infrastruktur yang luar biasa menjadikan Macau begitu berkilau. Jaringan jalan raya lintas laut dengan jembatan jembatan panjang nan megah memberikan gambaran kesiapan macau. Seperti halnya Hongkong, bandara di Macau pun dibangun di atas sebuah pulau buatan.

Masuknya Islam di Macau

Islam telah hadir di Macau jauh sebelum berkuasanya Dinasti Ming. Namun demikian kapan tepatnya dan bagaimana Islam diperkenalkan di negeri judi tersebut masih belum ada kata sepakat diantara para sejarawan. Sejarah tutur menyebutkan bahwa Islam masuk ke Macau dibawa oleh para saudagar Arab dan Parsi. Semasa perang dunia ke dua, sejumlah besar muslim dari etnis Hui dari Zhaoqing, propinsi Guangdong hijrah ke Macau untuk menghindari kehancuran akibat perang yang terjadi di daratan China.

Saat ini ada sekitar 400 muslim di Macau, mereka memiliki satu masjid dan pemakaman khusus muslim. Keseluruhan muslim di Macau bergabung dalam satu organisasi bernama “The Macau Islamic Society”. Tahun 2007 lalu masjid satu satunya di Macau ini direnovasi untuk diperbesar dan diperindah menjadi sebuah masjid modern di jantung kota Macau. Muslim di Macau langsung dapat dikenali dari nama mereka yang menggunakan nama nama Islami seperti Fatimah, Umar, Soraya dan lain lain.

Menurut berbagai laporan media, kehidupan toleransi beragama di Macau cukup baik. Islam bersama agama agama minoritas lainnya, seperti Falun Gong yang terkadang melaksanakan ritual rutin mereka di taman taman umum dan beberapa kali dipergoki oleh aparat kepolisian yang kemudian memeriksa identitas mereka satu persatu, meskipun demikian tidak ada laporan penahanan ataupun tekanan dari aparat keamanan bagi pelaksanaan peribadatan. Antar pemeluk agama disana juga saling hormat menghormati satu dengan lainnya dan tak aneh bila dalam sebuah upacara upacara publik pelaksanaan do’a nya dilaksanakan oleh wakil kelompok kelompok beragama yang ada disana.

Masjid Di Macau

Macau hanya memiliki satu satunya masjid bagi sekitar 400 jiwa muslim disana, masjid yang terkenal dengan nama Macau Mosque ini beralamat di Ramal Dos Moros, Macau S.A.R. (China), telephon (853) 28337273 dan Fax : (853) 337273. Untuk menuju ke masjid ini melalui rute melalui Macau Grand Prix Track. Di sebelah kanan jalan dari Hoi-Fu Garden kea rah CEM.

Macau Mosque, selain memiliki pemakaman umum khusus muslim, sekaligus menjadi tempat berkantornya Islamic Association serta Muslim Community Centre. Lokasi masjid ini berada di tempat yang cukup nyaman di bagian kota Macau yang paling bersejarah, menghadap ke bendungan Macau, pelabuhan feri dari dan ke Hongkong serta landasan helikopter.

Islamicfinder.com menyebutkan bahwa masjid ini dibangun pertama kali oleh muslim yang tiba di Macau bersama pasukan Portugis. Mereka direkrut oleh oleh Portugis dari wilayah anak benua India (Goa, Bombay, Karachi dan bagian utara Pakistan). Namun bangunan masjid yang kini berdiri dibangun sekitar awal tahun 1980-an.

Pemakaman umum disekitar masjid ini telah berumur lebih dari se-abad. Beberapa diantara yang bermakam diasana adalah beberapa muslim Parsi dan dari berbagai suku bangsa lainnya. Keberadaan makam muslim dari berbagai bangsa tersebut menjadi bukti keanekaragaman suku bangsa di Macau dan juga menjadi bukti keterkaitan Islam dengan Macau yang sudah terjalin sejak lebih dari se-abad sekaligus telah turut mewarnai sejarah Macau.

Masjid di Sarang Judi

Satu satunya masjid di Macau ini menjadi masjid yang berada di sudut kota judi. Kehadirannya memang memberikan makna yang begitu dalam bagi muslim disana dan bagi muslim yang datang ke Macau. Merujuk kepada muslim Indonesia yang pernah kesana disebutkan bahwa ukuran masjid ini tidak terlalu besar hanya sekitar 6,5 m  x 12 m.

Suasana masjid justru lebih ramai di hari minggu mengingat sebagian besar jemaah masjid ini adalah para pekerja asing yang memiliki jadwal kerja yang ketat dan baru menikmati libur di hari minggu. Wajar bila kemudian mereka menikmati suasana libur termasuk dengan meramaikan masjid satu satunya di Macau ini, termasuk para pekerja asal Indonesia yang mengadakan pengajian rutin di masjid ini. [yy/bujangmasjid.blogspot.com/foto blogspot.com]

Referensi
history.cultural-china.com  - Other Religions in Macau
islamicfinder.org - Macau Mosque
islamicfinder.org - Macau Mosque and Muslim Cemetry
muslim2china.com - Mosques in Macau
yusranpare.wordpress.com – menanti masjid
 
 

Masjid Las Vegas : Cahaya Harapan Dalam Gemerlap Las Vegas

 

BERITA LAIN

14 September 2014
ISIS: Alat Politik Pencitraan
Free joomla themes, hosting company.