<data:blog.pageName/> <data:blog.title/> <data:blog.pageName/> <data:blog.title/> <data:blog.title/>
Kamis, 18.12.2014

TERJEMAH AL-QURAN

  1. 001-AL FATIHAH (PEMBUKAAN)
  2. 002-AL BAQARAH (SAPI BETINA)
  3. 003 – ALI IMRAN (KELUARGA IMRAN)
  4. 004 – AN NISAA’ (PEREMPUAN-PEREMPUAN)
  5. 005 – AL MAAIDAH (HIDANGAN)
  6. 006 – AL AN’AAM (BINATANG TERNAK)
  7. 007 – AL A’RAAF (TEMPAT TERTINGGI)
  8. 008 – AL ANFAAL (RAMPASAN PERANG)
  9. 009 – AT TAUBAH (PENGAMPUNAN)
  10. 010 – YUNUS
  11. 011 – HUUD
  12. 012 – YUSUF
  13. 013 – AR RA’D (PETIR)
  14. 014 – IBRAHIM
  15. 015 – AL HIJR (BATU GUNUNG)
  16. 016 – AN NAHL (LEBAH)
  17. 017 – AL ISRAA’ (PERJALANAN MALAM)
  18. 018 – AL KAHFI
  19. 019 – MARYAM
  20. 020 – THAAHAA
  21. 021 – AL ANBIYAA’ (NABI-NABI)
  22. 022 – AL HAJJ (HAJI)
  23. 023 – AL MU’MINUUNN (ORANG-ORANG BERIMAN)
  24. 024 – AN NUUR (CAHAYA)
  25. 025 – AL FURQAAN (PEMBEDA)
  26. 026 – ASY SYU’ARA (PENYAIR-PENYAIR)
  27. 027 – AN NAML (SEMUT)
  28. 028 – AL QASHASH (KISAH-KISAH)
  29. 029 – AL ANKABUUT (LABA-LABA)
  30. 030 – AR RUUM (BANGSA ROMAWI)
  31. 031 – LUQMAN
  32. 032 – AS SAJDAH (SUJUD)
  33. 033 – AL AHZAB (GOLONGAN-GOLONGAN)
  34. 034 – SABA’ (KAUM SABA’ )
  35. 035 – FAATHIR (PENCIPTA)
  36. 036 – YAASIIN
  37. 037 – ASH SHAAFFAAT (BERSHAF-SHAF)
  38. 038–SHAAD
  39. 039 – AZ ZUMAR (ROMBONGAN )
  40. 040 – AL MU’MIN (ORANG BERIMAN)
  41. 041 – FUSHSHILAT (DIJELASKAN)
  42. 042 – ASY SYUURA (MUSYAWARAH)
  43. 043 – AZ ZUKHRUF (PERHIASAN)
  44. 044 – AD DUKHAN (ASAP)
  45. 045 – AL JAATSIYAH YANG BERLUTUT
  46. 046 – AL AHQAF (BUKIT-BUKIT PASIR)
  47. 047 – MUHAMMAD
  48. 048 – AL FATH (KEMENANGAN)
  49. 049 – AL HUJURAAT (BILIK-BILIK)
  50. 050 – QAAF
  51. 051 – ADZ DZAARIYAAT (ANGIN YANG MENERBANGKAN)
  52. 052 – ATH THUUR (GUNUNG)
  53. 053 – AN NAJM (BINTANG)
  54. 054 – AL QAMAR (BULAN)
  55. 055 – AR RAHMAAN (YANG MAHA PENGASIH)
  56. 056 – AL WAAQI’AH (KEJADIAN YANG BENAR)
  57. 057 – AL HADIID (BESI)
  58. 058 – AL MUJAADALAH (YANG MEMBANTAH)
  59. 059 – AL HASYR (PENGUSIRAN)
  60. 060 – AL MUMTAHANAH (PEREMPUAN YANG DIUJI)
  61. 061 – ASH SHAFF (BERBARIS)
  62. 062– AL JUMU’AH (HARI JUM’AT)
  63. 063 – AL MUNAFIQUUN (ORANG-ORANG MUNAFIK)
  64. 064 – AT TAGHAABUN (DINAMPAKKAN KESALAHAN)
  65. 065 – ATH THALAAQ ( PERCERAIAN)
  66. 066 – AT TAHRIM (MENGHARAMKAN)
  67. 067 – AL MULK (KERAJAAN)
  68. 068 – AL QALAM (PENA)
  69. 069 – AL HAAQQAH (YANG PASTI TERJADI)
  70. 070 – AL MA’AARIJ (TEMPAT-TEMPAT NAIK)
  71. 071 – NUH (NABI NUH A.S)
  72. 072 – AL JINN (JIN)
  73. 073 – AL MUZZAMMIL (YANG BERSELIMUT)
  74. 074 – AL MUDDATSTSIR (YANG BERSELUBUNG)
  75. 075 – AL QIYAAMAH (KIAMAT)
  76. 076 – AL INSAAN (MANUSIA)
  77. 077 – AL MURSALAAT (YANG DIUTUS)
  78. 078 – AN NABA’ (BERITA)
  79. 079 – AN NAAZI’AAT (YANG BERALIH CEPAT )
  80. 080 – ABASA (BERMASAM MUKA)
  81. 081 – AT TAKWIR (MENGGULUNG)
  82. 082 – AL INFITHAAR (TERBELAH)
  83. 083 – AL MUTHAFFIFIIN (ORANG-ORANG YANG CURANG)
  84. 084 – AL INSYIQAAQ (TERPECAH)
  85. 085 – AL BURUUJ (BINTANG-BINTANG)
  86. 086 – ATH THAARIQ (BINTANG PENEMBUS)
  87. 087 – AL A’LAA (YANG MAHA TINGGI)
  88. 088 – AL GHAASIYAH (KEJADIAN YANG DAHSYAT)
  89. 089 – AL FAJR (FAJAR)
  90. 090 – AL BALAD (NEGERI)
  91. 091 – ASY SYAMS (MATAHARI)
  92. 092 – AL LAIL (MALAM)
  93. 093 – ADH DHUHAA (WAKTU DHUHA)
  94. 094 – ALAM NASYRAH (KELAPANGAN)
  95. 095 – AT TIIN (BUAH TIIN)
  96. 096 – AL ‘ALAQ (SEGUMPAL DARAH )
  97. 097 – AL QADR (KEMULIAAN)
  98. 098 – AL BAYYINAH (BUKTI YANG NYATA)
  99. 099 – AL ZALZALAH (GONCANGAN)
  100. 100 – AL ‘AADIYAAT (YANG BERLARI)
  101. 101 – AL QAARI’AH (PERISTIWA BESAR)
  102. 102 – AT TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAH )
  103. 103 – AL ‘ASHR (MASA)
  104. 104 – AL HUMAZAH (PENGUMPAT)
  105. 105 – AL FIIL (GAJAH)
  106. 106 – QURAISY (KAUM QURAISY)
  107. 107 – AL MAA’UUN (BANTUAN)
  108. 108 – AL KAUTSAR (NIKMAT YANG BANYAK)
  109. 109 – AL KAAFIRUUN (ORANG-ORANG KAFIR)
  110. 110 – AN NASHR (PERTOLONGAN)
  111. 111 – AL LAHAB (NYALA API)
  112. 112 – AL IKHLAS (IKHLAS)
  113. 113 – AL FALAQ (CUACA SUBUH)
  114. 114 – AN NAAS (MANUSIA)
5 Keutamaan Membaca Al-Quran PDF Print E-mail

5 Keutamaan Membaca Al-QuranFiqhislam.com - Alquran Al-Karim adalah pedoman hidup umat manusia, walaupun yang mengambil manfaat hanyalah orang-orang yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]: 2). Begitu banyak hikmah dari memperbanyak membaca Alquran.

Pertama, mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu huruf diberi balasan dengan sepuluh kebajikan, sebagaimana diriwayatkan oleh Iman At-Tirmidzi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW. Kita tahu bahwa seluruh Alquran, menurut sebuah literatur berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu kali khatam Alquran mendapatkan nilai pahala kebajikan kelipatan sepuluh, yakni 3.250.150.

Tentu untuk meraihnya, kita harus berusaha memperbanyak membaca Alquran. Baik sebulan sekali, dua bulan sekali, atau bahkan tiga bulan sekali. Bahkan banyak di antara ulama Alquran yang mampu mengkhatamkan Alquran setiap seminggu sekali.

Kedua, Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Alquran, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab Alquran dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Alquran).” (HR Bukhari).

Secara logika dapat kita pahami, mengapa orang-orang yang membaca dan mempelajari isi kandungan Alquran dan berusaha mengamalkannya diangkat derajatnya oleh Allah SWT? Orang-orang yang membaca Alquran berarti orang-orang yang selalu dekat dengan Allah, bahkan membaca Alquran merupakan bercakap-cakap dengan Allah SWT.

Ketiga, mendapatkan ketengan jiwa atau hati yang sangat luar biasa, di mana setiap ayat Alquran yang dibacanya akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi para pembacanya. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82, Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga para pembaca Alquran, bahkan orang yang mendengarkan bacaannya mendapat pula ketenangan jiwa.

Keempat, mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat. Hal ini dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. “Bacalah Alquran oleh kamu sekalian, karena bacaan Alquran yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti.

Maka perbanyaklah membaca Alquran ketika nafas masih menyertai kita dan denyut jantung masih bergerak, karena bacaan Alquran akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti, dikala manusia banyak yang sengsara dan menderita.

Kelima, akan terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari Kiamat nanti, di mana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah SAW pada hari Kiamat dihadapan Allah SWT.

Jadi, perbanyaklah membaca Alquran, luang waktu sisa-sisa kehidupan yang Allah berikan untuk memperdalam ajarannya. Jangan disia-siakan, karena Alquran akan mengantarkan kemudahan kita ketika menghadap Allah SWT (sakaratul maut).

 
Oleh: H Otong Surasman SQ MA