Islam Dunia
Anti Menara Menular ke Jerman
| ISLAM DUNIA |
Komunitas kecil Muslim di sebuah kota Jerman bagian barat ingin membangun menara untuk masjid mereka. Tapi rencananya mendapat tentangan dari penduduk setempat, yang kebanyakan mendasarkan argumennya pada retorika kelompok ekstrim kanan yang menyebut menara sebagai "simbol Islam untuk mencari kekuasaan."
"Willkommen," demikian bunyi tulisan di sepanjang dinding dermaga tepi sungai sebuah kota kecil Völklingen. Tidak puas hanya menyambut para pendatang dengan bahasa Jerman, tulisan itu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa; bienvenue, bienvenidos, velkommen, dan hosgeldiniz.
Namun di bagian lain kota, khususnya di daerah yang dikenal dengan Wehrden, para imigran Muslim mungkin merasa kurang diterima. Sebuah masjd kecil di tepian sungai Saar meminta izin untuk mendirikan menara kecil di atapnya. Baru meminta izin, mereka sudah disambut dengan protes dari pribumi.
"Saya melawan islamisasi tanah air kita," tulis Tommy di kolom komentar laman web koran setempat Saarbrücker Zeitung. "Islam adalah musuh terbesar bagi kemanusiaan," tambahnya.
Menara yang dimintakan izin untuk dibangun, hanyalah setinggi 8 meter dari atap masjid. Ketua komunitas Islam Turki yang berencana membangunnya, Adnan Atakli, telah mencoba meyakinkan penduduk setempat bahwa mereka tidak akan menyiarkan adzan dari menara itu. Menara dibangun semata-mata hanya untuk ornamen masjid.
Perdebatan di Völklingen itu, sekali lagi menunjukkan betapa cepatnya retorika kelompok sayap kanan menyebar di kalangan masyarakat luas, jika menyangkut Islam di Eropa. Tokoh ekstrimis sayap kanan setempat, yang dua di antaranya adalah anggota Dewan Kota Völklingen, berdalih menara adalah "simbol dominasi Turki."
Koran Saarbrücker Zeitung menggunakan kalimat yang sama dalam editorialnya. "Menara ini tidak boleh didirikan," tulisnya akhir Januari lalu, sebagaimana dikutip Der Spiegel (5/2). "Menara menyimbolkan pencarian Islam akan kekuasaan. Menara awalnya dipakai sebagai menara jaga, namun kemudian menjadi simbol keagamaan. Lalu diikuti dengan pencaplokan wilayah-wilayah dengan kekerasan, menara dibangun sebagai manifestasi kekuasaan Muslim."
Para penentang menara sekarang mencari jalan untuk dilakukannya referendum di Völklingen atas masalah tersebut.
Â
di/spg/hidayatullah.com
| < Artikel Sebelumnya | Artikel Berikutnya > |
|---|
- ASMAUL HUSNA
- FRONTPAGE ARTIKEL
- AL-HIKMAH


