AGENDA MUSLIM

BERITA & ARTIKEL TERKINI

  1. Pahala Mencontohkan Kebaikan
    Minggu, 14 Februari 2016
  2. Orang yang Selalu Dikejar Rezeki
    Minggu, 14 Februari 2016
  3. Sekularisme di Masa Nabi Syuaib
    Minggu, 14 Februari 2016
  4. Tetaplah Berlaku Rendah Hati
    Minggu, 14 Februari 2016
  5. Kesombongan Menghalangi Hidayah
    Minggu, 14 Februari 2016
  6. Ketika Nasab tak Menjamin Surga
    Minggu, 14 Februari 2016
  7. Siapakah yang Masuk Surga Pertama kali dari Umat Muhammad?
    Minggu, 14 Februari 2016
  8. Keluarga Mukmin, Belajar dari Kisah Nuh
    Minggu, 14 Februari 2016
  9. Kisah Orang Gila Berpikiran Waras
    Minggu, 14 Februari 2016
  10. Antara Doa dan Pemberian Allah
    Minggu, 14 Februari 2016
  11. Waktu-waktu Paling Menakutkan Manusia
    Minggu, 14 Februari 2016
  12. Doa untuk Penghuni Barzah
    Minggu, 14 Februari 2016
  13. Uzlah di Akhir Zaman
    Minggu, 14 Februari 2016
  14. Hutang Jadi Kekayaan Karena Doa Ini
    Minggu, 14 Februari 2016
  15. Karakter dan Kepribadian Mulia Jadi Penentu Nilai
    Minggu, 14 Februari 2016
  16. Tentang Makar Allah
    Jumat, 12 Februari 2016
  17. Kabar Gembira Bagi Pendosa
    Jumat, 12 Februari 2016
  18. Ucapkan Hamdalah Jika Tertimpa Musibah
    Jumat, 12 Februari 2016
  19. Dua Kata Kunci Ayat Kelima Alfatihah
    Jumat, 12 Februari 2016
  20. Sepuluh Keutamaan dari Shalat Subuh
    Jumat, 12 Februari 2016
  21. 'Orang Papua takkan Mati Jika Freeport Ditutup'
    Jumat, 12 Februari 2016
  22. 5 Senjata Perang ini Membuat Iran Jadi Negara yang Ditakuti
    Jumat, 12 Februari 2016
  23. Istri PM Netanyahu Divonis Bersalah Memperlakukan Staf Rumah Tangganya dengan Buruk
    Jumat, 12 Februari 2016
  24. IMF: Akibat Blokade Zionis-Israel, Perekonomian Rakyat Palestina Mengerikan
    Jumat, 12 Februari 2016
  25. Ramalan Putin Tahun 2007 tentang Ulah AS dan NATO Terbukti
    Jumat, 12 Februari 2016
  26. Politikus Israel: Tak Ada Huruf 'P' di Bahasa Arab, Tak Ada Negara Palestina
    Jumat, 12 Februari 2016
  27. Muslim Spanyol Bangun Kembali Kejayaan Islam di Eropa
    Jumat, 12 Februari 2016
  28. Cucu Mandela Tak Bisa Pimpin Upacara karena Muslim
    Jumat, 12 Februari 2016
  29. 3.000 Pelajar Batam Gay dan Punya Komunitas
    Jumat, 12 Februari 2016
  30. Militer Korea Utara Kuasai Kawasan Industri Kaesong
    Jumat, 12 Februari 2016

BERITA EKONOMI

Tulang Ekor atau Tulang Sulbi, Saksi Kehidupan Manusia PDF Print E-mail

Tulang Ekor atau Tulang Sulbi, Saksi Kehidupan Manusia

Fiqhislam.com - Setelah terjadinya proses penyuburan melalui penyatuan air mani dengan indung telur di atas pembuluh telur yang menjadi sel janin pertama, dan unsur keturunan terus mengalami pengembangan di dalam janin itu sebagai hasil dari pertemuan dua unsur bapak dan ibu.

Dan pencampuran dua unsur tersebut akan membentuk rentetan kehidupan yang sempurna bagi makhluk hidup yang terjadi berdasarkan seluruh proses pertumbuhan, percampuran janin dan proses kehidupan yang penting bagi kehidupan setelah itu.

Lalu proses pertumbuhan janin dimulai dengan pembentukan pita janin, yang terdiri dari lapisan luar janin “okstodrm“ dan lapisan menengah “mizodrm” dan lapisan dalam “ondodrm“, kemudian setelah itu membentuk seluruh anggota tubuh janin.

Jika terdapat penyakit dalam pembentukan pita janin itu, menyebabkan pembentukan lapisan-lapisan janin dan proses pertumbuhan janin akan gagal, hingga perkembangan pembentukan pita janin merupakan asas dalam pembentukan sel janin.

Karena pita janin merupakan pemegang semua pemekaran produksi sel, dan yang dimaksud dengan pembentukan sel yaitu tidak adanya pemekaran yang membentuk seluruh anggota tubuh janin, hingga proses pembentukan janin menjadi gagal.

Adapun pembentukan anggota tubuh janin dari lapisan-lapisan janin terdiri dari:

 

  • Lapisan luar terdiri dari kulit, sistem saraf, saluran pencernaan makanan dan prangkatnya.

  • Lapisan tengah terdiri dari hati, saluran darah, selaput jantung dan selaput paru-paru.

  • Lapisan dalam mencakup seluruh anggota seperti seluruh perkakas tubuh, dan kelenjar kelamin.

 

Setelah minggu keempat pita janin berhamburan dan bersembunyi di kawasan tulang ekor janin lalu bersembunyi di dalam satuan yang tumbuh, disebut juga "Ajbu Al-Janin".

Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengisyaratkan pada urgensi dan fungsi tulang sulbi ini. sebagaimana yang tertuang dalam sabdanya:

"Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan." (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

 

Penjelasan di atas mengisyaratkan pada pentingnya tulang sulbi terhadap pita janin dalam pembentukan anggota tubuh janin, sebagaimana dalam sabda Nabi tersebut "sebab itu manusia diciptakan".

Dan yang tersisa dari pita yang membawa rentetan pembentukan kehidupannya akan dibangkitkan pada hari kiamat, sebagaimana dalam sabda Nabi SAW "dan sebab itu pula manusia dibangkitkan".

 

Tulang Ekor atau Tulang Sulbi, Saksi Kehidupan Manusia

 

Riset tentang Tulang Ekor

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor.

Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan:

  • Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

  • Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15 ,lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsur dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk:

Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.

Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa, dan kulit luar.

Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-organ yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai Tulang Ekor.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama.

Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak 'hancur'.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit.

Tulang pun berubah menjadi hitam pekat. Kemudian keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana'a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana'a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama. [yy/jurnalhajiumroh]

Sumber:
- berbagai sumber
-DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal/Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah
 

ARTIKEL LAIN

Free joomla themes, hosting company.