FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Malaikat Mencari Orang-Orang yang Berdzikir
ISLAM INDONESIA
Mengenal Macam Istilah Daging Babi
BERITA INTERNASIONAL
44 Polisi Tewas, Filipina Gelar Sehari Berkabung
ISLAM INDONESIA
Wisata Syariah Dunia Maju Pesat, di Indonesia Lesu
ISLAM INDONESIA
MUI Setuju Tembak Mati Pengedar Narkotika di Tempat
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Beri Waktu Tambahan untuk Jepang dan Yordania
ISLAM INDONESIA
Aturan Penyiaran Agama Berlaku Bagi Semua Agama
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pengaruh Keshalihan Orang Tua Pada Anak-Cucu
ISLAM INDONESIA
Umat Butuh Media yang Mampu Membela Islam
ORANGTUA & ANAK
Remaja Instan, Remaja Rentan
ARTIKEL ISLAMI
Nikmat yang Diperoleh, Renungkanlah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tempat Para Roh di Alam Barzakh
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Dosa-dosa Pembawa Malapetaka
ISLAM INDONESIA
MUI Imbau Penggila Batu Akik: “Jangan Musyrik!”
BERITA NASIONAL
Indonesia Undang Kim Jong-Un, Inilah Reaksi Amerika
BERITA INTERNASIONAL
ISIS Ancam Penggal Obama di Gedung Putih
BERITA INTERNASIONAL
Netanyahu Terima Undangan Kongres, Obama Murka
DUNIA ISLAM
PEGIDA Tidak Berbicara Atas Nama Jerman
BERITA INTERNASIONAL
Kegiatan Militer Israel Meningkat, Lebanon Bersikap Keras
BERITA INTERNASIONAL
Erdogan Tolak Pemerintahan Otonom Kurdi di Suriah
ARTIKEL ISLAMI
Manusia Sebagai Mahluk Serba Dimensi
BERITA INTERNASIONAL
Sandera Sydney Tewas Akibat Peluru Polisi
POPULER
NABI MUHAMMAD SAW
Marahnya Rasulullah Saw
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Yang Tidak Mati Saat Tiupan Sangkakala
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Perlukah Menjadi Orang Kaya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Lima Keutamaan Bershalawat Nabi
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mengapa Islam Gabungkan Kata Iman dan Ilmu
ARTIKEL ISLAMI
Harga Diri Beragama
BERITA INTERNASIONAL
Velayati: ISIS Diambang Kehancuran
Mencairkan Peluang Bisnis Makanan Beku PDF Print E-mail

Mencairkan Peluang Bisnis Makanan BekuFiqhislam.com - Gaya hidup praktis turut mengubah pola konsumsi masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari makanan cepat saji yang kian laris. Tak terkecuali makanan beku atau frozen food. Makanan jenis ini makin disukai lantaran tak perlu memasak dan mengolahnya lagi. Konsumen hanya perlu menghangatkan dan makanan sudah siap disajikan.

Peluang bisnis makanan beku tidak disia-siakan oleh Wenny Tri Suryani (29 tahun), pemilik Fantastic Frozen di Yogyakarta. Ia mengklaim, Fantastic Frozen merupakan solusi makanan praktis yang sehat karena tidak mengandung bahan pengawet. "Selain itu, juga bisa bertahan lama di dalam freezer," katanya.

Fantastic Frozen menyajikan beragam makanan beku, seperti sosis, nugget, bakso, bakpao, pempek, otak-otak, ikan kakap merah, dan donat kentang. Rata-rata makanan dijual dalam kemasan berukuran 250 gram dengan kisaran harga Rp 13.000– Rp 30.000 per pieces.

Fantastic Frozen sudah dirintis tahun 2008. Pada November 2011, Wenny menawarkan kemitraan. Saat ini, Fantastic Frozen sudah memiliki 23 gerai di pelbagai lokasi, seperti Yogyakarta, Kudus, Madiun, Jabodetabek, Banjarmasin, dan Batam. "Dari 23 gerai itu, dua gerai milik sendiri," ujar Wenny.

Fantastic Frozen menawarkan dua paket investasi. Pertama, paket outlet senilai Rp 45 juta. Mitra mendapatkan tiga buah freezer, renovasi interior, neon box, meja display, bahan baku, dan motor untuk pemasaran keliling.

Dari paket ini, mitra diperkirakan meraup omzet Rp 25 juta per bulan. Laba bersih Rp 5 juta per bulan setelah dikurangi gaji karyawan dan fee tenaga marketing keliling.

Kedua, paket kafe senilai Rp 100 juta. Mitra mendapatkan tiga buah freezer, perlengkapan masak, kursi dan meja pengunjung, renovasi tempat, neon box, meja display, bahan baku, dan motor box untuk pemasaran keliling.

Menurut estimasi, mitra bisa mendapatkan omzet Rp 40 juta per bulan. Laba bersih paket ini sekitar Rp 10 juta per bulan. "Mitra kami sudah bisa balik modal dalam jangka satu tahun," ucap dia.

Sumber pendapatan mitra tidak hanya dari penjualan di gerai. Mitra juga didorong membuka bazaar setiap akhir pekan, serta penjualan keliling dengan motor.

Sumber pemasukan paket kafe ditambah dari menjual makanan dalam bentuk matang. Fantastic Frozen tak memungut biaya royalti. Namun, mitra wajib membeli bahan baku dari pusat.

Salah seorang mitra Fantastic Frozen di Madiun, Sri Wahyuni Mujiastuti, mengungkapkan bisnis ini cukup menjanjikan. Sri menjadi mitra sejak awal November 2012. Ia mengklaim, perkembangan bisnisnya cukup baik selama tiga bulan menjadi mitra.

Setiap bulan, Sri memperoleh omzet Rp 10 juta - Rp 12 juta. Ia menargetkan, balik modal kurang dari setahun. "Fantastic Frozen produk baru, apalagi di Madiun. Jadi, harus pakai sistem jemput bola dan memberi pengetahuan tentang produk kepada calon pembeli," ujarnya.

Sri bisa menjual 40 bungkus per hari. Penjualan di outlet sebanyak 30 bungkus, sisanya dari penjualan keliling. [yy/kontan/foto kontan.co.id]

Fantastic Frozen
Jl Palagan Tentara Pelajar
Km 9,2 No 1A, Kamdamen,
Sleman, Yogyakarta
HP: 0817 545 3610