FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
NABI MUHAMMAD SAW
10 Tahun Aisyah Bersama Rasul
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mencintai Tak Berarti Membiarkan Kesalahan
BERITA INTERNASIONAL
Milisi Suni dan Houthi Tempur di Aden
BERITA INTERNASIONAL
Irak Cari Bantuan dari Semua Pihak
DUNIA ISLAM
Turki Kian Bangga Mengakui Keislamannya
BERITA INTERNASIONAL
Blair Mundur Sebagai Utusan Timur Tengah
BERITA UMRAH DAN HAJI
Ribuan Muslim Kashmir Alami Penolakan Paspor
ISLAM INDONESIA
Kementerian Agama akan Sertifikasi Masjid
ARTIKEL ISLAMI
Masih Ada Noda di Ukhuwah Islamiyah
ARTIKEL ISLAMI
Toleransi Islam Berakar pada Empat Prinsip
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Lima Pendorong Ekonomi Berbasis Syariah
BERITA UMRAH DAN HAJI
Tiga Kebijakan Baru Penyelenggaraan Haji
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Lima Golongan Manusia tidak Diterima Shalatnya
ISLAM INDONESIA
Menjaga Keistiqamahan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Enam Perkara yang Dirahasiakan Allah SWT
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Saat Allah Tidak Peduli pada Dosa Kita
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Empat Ridha yang Diperintahkan dalam Al Quran
Waspadai Anak yang Tidur Mendengkur PDF Print E-mail
16 Agustus 2012

Waspadai Anak yang Tidur Mendengkur Fiqhislam.com - Waspadalah jika balita Anda kerap mendengkur saat tidur. Pasalnya, berdasarkan pengamatan peneliti Rumah Sakit Anak Cincinnati, AS, anak yang mendengkur cenderung memiliki masalah perilaku seperti terlalu agresif atau hiperaktif.

Kesimpulan penelitian yang dipimpin Dean Beebe itu didapat setelah mengamati 249 pasangan ibu dan balita yang berusia 2-3 tahun. Para partisipan itu dibagi ke dalam dua kelompok untuk diperbandingkan, yakni yang anaknya tidur mendengkur dan yang tidak.

Hasilnya, peneliti menemukan 35% balita yang mendengkur memiliki perkembangan perilaku bermasalah. Lalu, pada balita yang tidak mendengkur hanya 10% yang memiliki perilaku bermasalah.

Peneliti melakukan pengamatannya selama tiga tahun dan dalam waktu yang acak melakukan wawancara dengan para ibu partisipan mengenai kebiasaan tidur dan aktivitas anaknya.

Selain itu, tim peneliti pun menemui para balita dalam waktu yang acak untuk mengukur tingkat permasalahan perilaku.

mediaindonesia.com