FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
Dukung Rusia, Wakil PM Rusia Berterima Kasih ke China
BERITA NASIONAL
Caleg Stres Diperkirakan Capai Ribuan
ISLAM INDONESIA
Amien Rais: Partai Islam Sepakat Berkoalisi
BERITA INTERNASIONAL
AS dan Rusia Sepakat Lucuti Senjata di Ukraina
BERITA INTERNASIONAL
NATO Tumpuk Pasukan untuk Cegah Ancaman Rusia
BERITA INTERNASIONAL
Putin: Ukraina Timur Merupakan Rusia Baru
BERITA INTERNASIONAL
Milisi Ajnad Misr Ancam Adakan Serangan Baru di Mesir
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Standar Mematuhi Para Pemimpin
BERITA INTERNASIONAL
Disebut Sembunyikan MH370 di Diego Garcia, AS Ngamuk
BERITA INTERNASIONAL
Pasukan Elit Membelot ke Kubu Pro-Rusia
DUNIA ISLAM
UE Merujuk Islam Indonesia
POPULER
ARTIKEL ISLAMI
Misteri Haikal Sulaiman
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pesan Rasulullah Saw Tentang Shalat
ARTIKEL ISLAMI
Agar Doa Didengar Allah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rahasia Ikhlas
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ingatlah Tujuan Hidup-Mu
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Harta Karun Allah, Sabar
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Bagaimanakah Kehidupan Akhirat?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Apakah Keringat Pemakan Babi dan Anjing Najis?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ciri-Ciri Hati Unggul
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Sebelas Cara Setan Masuk Dalam Diri Manusia
Sejarah Masjid Nabawi: Pembangunan pada Masa Rasulullah PDF Print E-mail

Sejarah Masjid Nabawi: Pembangunan pada Masa Rasulullah

Fiqhislam.com - Ketika Rasulullah tiba di Madinah saat berhijrah, hal pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid, yaitu Masjid Nabawi.

Adapun tempat yang dipilih untuk membangun masjid itu merupakan “pilihan” unta beliau saat pertama kali berhenti di Madinah.

Masjid tersebut menjadi tempat shalat bagi seluruh kaum Muslimin Madinah. Sebelumnya, lokasi itu merupakan lahan kosong yang ditumbuhi beberapa pohon kurma dan dijadikan kuburan beberapa orang musyrik.

Rasulullah membeli tanah itu dari pemiliknya, yaitu dua orang anak yatim dari Bani Najjar. Beliau pun mengajak para sahabat untuk meratakan dan memfungsikan lahan tersebut. Pembangunan masjid pun dimulai. Rasulullah sendiri yang memimpin pembangunannya.

Masjid tersebut dibangun menggunakan bebatuan, lumpur, batang kurma, dan dedaunan pohon kurma. Awalnya, luas masjid itu sekitar 60 x 70 hasta (sekitar 30 x 35 meter). Rasulullah menghadapkan masjid itu ke arah Baitul Maqdis sebagai kiblat pertama orang Islam. Pembangunan masjid ini selesai dalam waktu yang cukup singkat. Setelah itu, kaum Muslimin pun melaksanakan shalat di dalamnya dan diimami langsung oleh Rasulullah.

Sumber: Ensiklopedi Haji dan Umrah oleh Drs Ikhwan M.Ag dan Drs Abdul Halim M.Ag