FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA INTERNASIONAL
CIA: AS tidak Bisa Kalahkan ISIS di Perang Darat
DUNIA ISLAM
George Soros: Aku Juga Seorang Rohingya
DUNIA ISLAM
Masjid Ini Pukau Ribuan Muslim Dunia
DUNIA ISLAM
Muslim Belarus Bertahan Menghadapi Ujian
DUNIA ISLAM
Kota di London Lantik Wali Kota Muslim
EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH
Evaluasi Perbankan Syariah Selang Satu Dekade
BERITA INTERNASIONAL
Banyak Kampanye Boikot Israel, Netanyahu Meradang
BERITA UMRAH DAN HAJI
Pembagian Kuota Haji 2015
NABI MUHAMMAD SAW
10 Tahun Aisyah Bersama Rasul
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Mencintai Tak Berarti Membiarkan Kesalahan
BERITA INTERNASIONAL
Milisi Suni dan Houthi Tempur di Aden
BERITA INTERNASIONAL
Irak Cari Bantuan dari Semua Pihak
DUNIA ISLAM
Turki Kian Bangga Mengakui Keislamannya
BERITA INTERNASIONAL
Blair Mundur Sebagai Utusan Timur Tengah
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Lima Golongan Manusia tidak Diterima Shalatnya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Enam Perkara yang Dirahasiakan Allah SWT
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kalimat Doa yang Membuat Pintu Langit Terbuka
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Saat Allah Tidak Peduli pada Dosa Kita
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Empat Ridha yang Diperintahkan dalam Al Quran
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kedudukan Shalat Sangat Tinggi
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Amalan di Bulan Sya'ban
Sejarah Masjid Nabawi: Pembangunan pada Masa Rasulullah PDF Print E-mail

Sejarah Masjid Nabawi: Pembangunan pada Masa Rasulullah

Fiqhislam.com - Ketika Rasulullah tiba di Madinah saat berhijrah, hal pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid, yaitu Masjid Nabawi.

Adapun tempat yang dipilih untuk membangun masjid itu merupakan “pilihan” unta beliau saat pertama kali berhenti di Madinah.

Masjid tersebut menjadi tempat shalat bagi seluruh kaum Muslimin Madinah. Sebelumnya, lokasi itu merupakan lahan kosong yang ditumbuhi beberapa pohon kurma dan dijadikan kuburan beberapa orang musyrik.

Rasulullah membeli tanah itu dari pemiliknya, yaitu dua orang anak yatim dari Bani Najjar. Beliau pun mengajak para sahabat untuk meratakan dan memfungsikan lahan tersebut. Pembangunan masjid pun dimulai. Rasulullah sendiri yang memimpin pembangunannya.

Masjid tersebut dibangun menggunakan bebatuan, lumpur, batang kurma, dan dedaunan pohon kurma. Awalnya, luas masjid itu sekitar 60 x 70 hasta (sekitar 30 x 35 meter). Rasulullah menghadapkan masjid itu ke arah Baitul Maqdis sebagai kiblat pertama orang Islam. Pembangunan masjid ini selesai dalam waktu yang cukup singkat. Setelah itu, kaum Muslimin pun melaksanakan shalat di dalamnya dan diimami langsung oleh Rasulullah.

Sumber: Ensiklopedi Haji dan Umrah oleh Drs Ikhwan M.Ag dan Drs Abdul Halim M.Ag