FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
ISLAM INDONESIA
Din Syamsudin Kembali Pimpin ACRP
ARTIKEL ISLAMI
Badai Kehidupan
29 Agustus 2014
Badai Kehidupan
ARTIKEL ISLAMI
Lima Pembabakan Umat Islam Di Dunia
ARTIKEL ISLAMI
Mendeteksi Kebohongan Pada Diri Seseorang
ARTIKEL ISLAMI
Ketika Islam Memandang Kecantikan
ARTIKEL ISLAMI
Dalil Boikot Produk Yahudi
29 Agustus 2014
Dalil Boikot Produk Yahudi
ISLAM INDONESIA
Mencari Kader Ulama Berkarakter
MUALAF
OJ Simpson Masuk Islam
29 Agustus 2014
OJ Simpson Masuk Islam
BERITA INTERNASIONAL
Arab Saudi: ISIS dan Al-Qaeda Sesat
BERITA INTERNASIONAL
Drone Mata-mata Israel Jatuh di Pinggir Baghdad
BERITA INTERNASIONAL
Perangi ISIS, AS Mengaku Tak Miliki Strategi
BERITA NASIONAL
Australia Tak Berani Lagi Sadap Indonesia
BERITA INTERNASIONAL
Ribuan Warga Rusia Gabung dalam Barisan Separatis
DUNIA ISLAM
Rusia Bantu Muslim Crimea Berhaji
ISLAM INDONESIA
Undang-Undang BNPT Untuk Apa & Siapa
ISLAM INDONESIA
Menggagas Pendidikan Islam Revolusioner
BERITA INTERNASIONAL
Ribuan Orang Mengungsi Akibat Konflik di Libya
BERITA INTERNASIONAL
Di Aleppo, Pejuang Suriah Beking AS Melawan ISIS
DUNIA ISLAM
Muslim Alaska Bangun Masjid Pertama
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Keadaan Iblis di Neraka
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Menggerakkan Telunjuk Waktu Tasyahud
ARTIKEL ISLAMI
Sinyal-Sinyal Kematian
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Adakah Hukum Karma dalam Islam?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Bolehkah Menyimpan Al-Quran di HP
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Wirid Sesudah Shalat Wajib
Taktik Licik Yahudi Dalam Memainkan Isu Antisemit PDF Print E-mail

Taktik Licik Yahudi Dalam Memainkan Isu AntisemitFiqhislam.com - Istilah Antisemitik seringkali didefiniskan sebagai prasangka atau permusuhan terhadap kaum Yahudi. Dengan memakai istilah tersebut, Yahudi tidak segan-segan memberikan cap “Antisemit” kepada siapa saja yang menentang mereka. Padahal sejatinya, istilah Semitik tidak bisa diklaim secara sepihak oleh Yahudi.

“Kalau kita analisa, istilah antisemitik sebenarnya tidak tepat. Menurut kamus Oxford, Semit adalah kelompok ras manusia dari anak keturunan Sem bin Nuh atau anaknya Nabi Nuh yaitu ras Arab , Yahudi, Asyiria, Armenia yang berbicara bahasa Semit sebagai bahasa Ibunya. Jadi Arab pun juga berarti Semit,” Kata Koordinator Kajian Zionisme International (KaZI), Tri Putranto, Kamis (27/10)

Ayah satu anak ini mengatakan gelombang Antisemitisme mulai muncul di Eropa pada tahun 1790. Ideologi rasis ini diperkenalkan oleh Wilhelm Marr tahun 1879.

Propaganda Antisemit ini kemudian dieksploitasi oleh cendekiawan Yahudi sebagai sebuah sebutan terhadap anti Yahudi. Upaya tersebut berbuah sukses dalam menyesatkan opini dunia, meski sebenarnya gerakan tersebut lebih tepat sebagai ’anti-Jews’ atau ’anti-Judaisme’.

Menurutnya, sudah banyak korban dari isu antisemit yang dikembangkan Yahudi. Mereka membunuh karakter siapa saja yang tidak menyetujui rencana besar Yahudi Internasional. Bahkan organisasi Yahudi di Amerika membuat urutan atau ranking di dunia orang yang paling antisemit di dunia. Di peringkat pertama ada Helen Thomas, wartawan senior di Amerika.

“Helen Thomas langsung dicap Antisemit ketika mengeluarkan pernyataan pedas bahwa Israel dan Yahudi harus angkat kaki dari Palestina atau kembali ke Jerman dan Polandia.” kata Tri.

Di urutan kedua ada Oliver Stone. Seorang sutradara Amerika ternama yang sering menjadikan teori konspirasi sebagai basis dalam berbagai filmnya. “Stone dipilih ditempat kedua lantara ia pernah mengatakan Hitler lebih banyak membunuh orang Rusia daripada Yahudi dalam perang dunia kedua.” sambungnya.

Bahkan organisasinya, KaZI, sebuah wadah untuk mendalami seluk beluk makar Zionisme Internasional, juga dicap antisemit oleh salah seorang harian di Indonesia yang pro Barat.

"Mereka mengatakan organisasi KaZI terindikasi mengembangkan faham antisemit di Indonesia. Mereka waktu itu diam-diam ikut Konfrensi Kajian Zionisme Internasional yang kita selenggarakan pada tahun 2009."

Pertanyaannya adalah apakah Yahudi betul-betul memerang rasisme kepada seluruh manusia layaknya ia memerangi bentuk rasis penduduk dunia kepada mereka? Ternyata tidak.

“Buktinya Federasi Zionis Jerman pernah memberikan memorandum dukungan kepada Nazi Jerman pada tahun 1933," ujar Tri.

"Zionis juga menjalin hubungan imperalisme dengan Inggris dan Amerika untuk menciptakan koloni baru di Timur Tengah demi keuntungan bersama,” pungkasnya.

eramuslim.com