FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
ARTIKEL ISLAMI
Ziarah Makam
23 April 2014
Ziarah Makam
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Nabi Perempuan, Adakah?
23 April 2014
Nabi Perempuan, Adakah?
BERITA INTERNASIONAL
Hamas dan PLO Adakan Pertemuan Di Gaza
BERITA INTERNASIONAL
AS Selidiki Penggunaan Klorin di Suriah
BERITA INTERNASIONAL
Rusia Usir Diplomat Kanada dari Moskow
BERITA INTERNASIONAL
AS Beberkan Bukti Tentara Rusia Berulah di Ukraina
ISLAM INDONESIA
Negeri Kita Kaya Aliran Sesat
ARTIKEL ISLAMI
Pentingnya Seorang Sahabat dalam Islam
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
6 Wanita yang Tak Boleh Dijadikan Istri
BERITA INTERNASIONAL
Arab Saudi Bangun Gedung Tertinggi Di Dunia
POPULER
ARTIKEL ISLAMI
Misteri Haikal Sulaiman
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pesan Rasulullah Saw Tentang Shalat
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Rahasia Ikhlas
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Sebelas Cara Setan Masuk Dalam Diri Manusia
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Apakah Keringat Pemakan Babi dan Anjing Najis?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ciri-Ciri Hati Unggul
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Pelukan Rasulullah Saw
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
10 Jalan Pengampunan Dosa
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Antara Sabar dan Syukur
Taktik Licik Yahudi Dalam Memainkan Isu Antisemit PDF Print E-mail

Taktik Licik Yahudi Dalam Memainkan Isu AntisemitFiqhislam.com - Istilah Antisemitik seringkali didefiniskan sebagai prasangka atau permusuhan terhadap kaum Yahudi. Dengan memakai istilah tersebut, Yahudi tidak segan-segan memberikan cap “Antisemit” kepada siapa saja yang menentang mereka. Padahal sejatinya, istilah Semitik tidak bisa diklaim secara sepihak oleh Yahudi.

“Kalau kita analisa, istilah antisemitik sebenarnya tidak tepat. Menurut kamus Oxford, Semit adalah kelompok ras manusia dari anak keturunan Sem bin Nuh atau anaknya Nabi Nuh yaitu ras Arab , Yahudi, Asyiria, Armenia yang berbicara bahasa Semit sebagai bahasa Ibunya. Jadi Arab pun juga berarti Semit,” Kata Koordinator Kajian Zionisme International (KaZI), Tri Putranto, Kamis (27/10)

Ayah satu anak ini mengatakan gelombang Antisemitisme mulai muncul di Eropa pada tahun 1790. Ideologi rasis ini diperkenalkan oleh Wilhelm Marr tahun 1879.

Propaganda Antisemit ini kemudian dieksploitasi oleh cendekiawan Yahudi sebagai sebuah sebutan terhadap anti Yahudi. Upaya tersebut berbuah sukses dalam menyesatkan opini dunia, meski sebenarnya gerakan tersebut lebih tepat sebagai ’anti-Jews’ atau ’anti-Judaisme’.

Menurutnya, sudah banyak korban dari isu antisemit yang dikembangkan Yahudi. Mereka membunuh karakter siapa saja yang tidak menyetujui rencana besar Yahudi Internasional. Bahkan organisasi Yahudi di Amerika membuat urutan atau ranking di dunia orang yang paling antisemit di dunia. Di peringkat pertama ada Helen Thomas, wartawan senior di Amerika.

“Helen Thomas langsung dicap Antisemit ketika mengeluarkan pernyataan pedas bahwa Israel dan Yahudi harus angkat kaki dari Palestina atau kembali ke Jerman dan Polandia.” kata Tri.

Di urutan kedua ada Oliver Stone. Seorang sutradara Amerika ternama yang sering menjadikan teori konspirasi sebagai basis dalam berbagai filmnya. “Stone dipilih ditempat kedua lantara ia pernah mengatakan Hitler lebih banyak membunuh orang Rusia daripada Yahudi dalam perang dunia kedua.” sambungnya.

Bahkan organisasinya, KaZI, sebuah wadah untuk mendalami seluk beluk makar Zionisme Internasional, juga dicap antisemit oleh salah seorang harian di Indonesia yang pro Barat.

"Mereka mengatakan organisasi KaZI terindikasi mengembangkan faham antisemit di Indonesia. Mereka waktu itu diam-diam ikut Konfrensi Kajian Zionisme Internasional yang kita selenggarakan pada tahun 2009."

Pertanyaannya adalah apakah Yahudi betul-betul memerang rasisme kepada seluruh manusia layaknya ia memerangi bentuk rasis penduduk dunia kepada mereka? Ternyata tidak.

“Buktinya Federasi Zionis Jerman pernah memberikan memorandum dukungan kepada Nazi Jerman pada tahun 1933," ujar Tri.

"Zionis juga menjalin hubungan imperalisme dengan Inggris dan Amerika untuk menciptakan koloni baru di Timur Tengah demi keuntungan bersama,” pungkasnya.

eramuslim.com


Tags