FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
NABI MUHAMMAD SAW
Sawadah, Lelaki Tua dan Pecut Unta Nabi Saw
DUNIA ISLAM
Jumlah Muslim di Rumania Kian Meningkat
BERITA INTERNASIONAL
Mesir Tangkap 63 Anggota Ikhawanul Muslim
DUNIA ISLAM
Islam Masih Ditakuti di Briston
BERITA INTERNASIONAL
Dibalik Ancaman ISIS untuk Perangi Hamas
DUNIA ISLAM
80 Masjid Tunisia Ditutup
DUNIA ISLAM
China: Muslim Uighur Bebas Beribadah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ibadah Sekeping Dunia
05 Juli 2015
Ibadah Sekeping Dunia
BERITA INTERNASIONAL
Sinai Dikuasai ISIS, Israel Ketakutan
DUNIA ISLAM
ISIS Eksekusi Imam Masjid Irak
TUNTUNAN RAMADHAN
Keutamaan Berdzikir di Bulan Ramadhan
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Sujud Sahwi, Apa dan Bagaimana?
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Cara Ketahui Keshalehan Seseorang
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Kaum Bani Israil Masa Kini
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Takdir Allah Tak Pernah Salah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Apakah Jin Punya Akal?
ARTIKEL ISLAMI
Pemaaf itu Indah
NABI MUHAMMAD SAW
Di Telaga itu, Rasul Menanti
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Banyak Bicara, Dekat pada Bencana
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
12 Akhlak Para Nabi
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Ucap Alhamdulillah Saat Bersin
Hukum Dana Talangan Haji PDF Print E-mail

Pertanyaan

Hukum Dana Talangan HajiAssalamu’alaikum Wr.Wb.

Pak ustad saya mau tanya bagaimana hukumnya Dana Talangan Haji (salah satu produk Bank) dikaitkan dengan “Kewajiban seorang Muslim untuk menunaikan Ibadah Haji timbul jika ia sudah mampu baik fisik maupun material”. Terima kasih.

Wassalam

 

Jawaban

Waalaikum Salam Wr Wb

Semoga Allah memberikan rahmat untuk kita semua
1.Kalau didudukkan perkaranya, maka Talangan haji adalah upaya untuk membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berhaji.

2.Persoalannya adalah apakah talangan haji masuk katagori berhutang?. Jelas masuk katagori berhutang. Dalam hal ini berlaku padanya hukum untuk meminta ijin kepada yang memberikan hutang jika ia mau berangkat haji. Faktanya justru pihak bank yang memberikan fasilitas, berarti ia telah mengijinkan.

3.Jika demikian dalam kasus talangan haji ini

a.Jika sesorang secara financial memiliki kepastian untuk membayar talangan dimasa yang akan datang , misalnya karena gaji yang cukup, atau penghasilan lain yang stabil, dan sudah barang tentu masuk dalam perhitungan bank pemberi talangan, maka baginya dapat dikatagorikan sebagai mampu untuk berhaji

b.Tapi jika ia tidak memilki kepastian melunasinya dan tentu bank tidak akan memberikan talangan pada nasabah yang demikian itu, ia belum dikategorikan sebagai mampu berhaji.

4.Persoalan lain mungkin muncul yakni apakah seseorang disarankan untuk mencari talangan agar dapat segera berhaji, jawabannya, secara hukum tidak disarankan karena pada saat itu sebenarnya ia belum mampu (lihat al-fiqh al-Islami : 3/2085), Tetapi secara adab dan ketaqwaan bisa saja dengan catatan ia memiliki kecukupan untuk melunasinya dari gaji

jurnalhaji.com