FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA NASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA NASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
ISLAM INDONESIA
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
TEKNOLOGI
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
POPULER
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
BERITA INTERNASIONAL
BERITA INTERNASIONAL
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jumat, 05 Februari 2016
Merespon Penghinaan ala Rasulullah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Jumat, 05 Februari 2016
Surat yang Dibaca Ketika Shalat Dhuha
ARTIKEL ISLAMI
Minggu, 31 Januari 2016
Tiga Ciri Pemeliharaan Allah
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Minggu, 31 Januari 2016
Tawakal seperti Burung
ISLAM INDONESIA
DUNIA ISLAM
ISLAM INDONESIA
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Minggu, 31 Januari 2016
Aib Tertutup Setelah Bertobat
DUNIA ISLAM
Selasa, 02 Februari 2016
Fatwa-Fatwa Kontroversial
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
ARTIKEL UMUM
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
ISLAM INDONESIA
Kamis, 04 Februari 2016
Umat Islam Dinilai Krisis Panutan
BERITA INTERNASIONAL
ARTIKEL ISLAMI
Sabtu, 06 Februari 2016
Aku Ingin Mati Husnul Khatimah
ISLAM INDONESIA
ISLAM INDONESIA
ISLAM INDONESIA
Sabtu, 06 Februari 2016
Ruqyah Banyak Disalahartikan
Hukum Dana Talangan Haji PDF Print E-mail

Pertanyaan

Hukum Dana Talangan HajiAssalamu’alaikum Wr.Wb.

Pak ustad saya mau tanya bagaimana hukumnya Dana Talangan Haji (salah satu produk Bank) dikaitkan dengan “Kewajiban seorang Muslim untuk menunaikan Ibadah Haji timbul jika ia sudah mampu baik fisik maupun material”. Terima kasih.

Wassalam

 

Jawaban

Waalaikum Salam Wr Wb

Semoga Allah memberikan rahmat untuk kita semua
1.Kalau didudukkan perkaranya, maka Talangan haji adalah upaya untuk membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berhaji.

2.Persoalannya adalah apakah talangan haji masuk katagori berhutang?. Jelas masuk katagori berhutang. Dalam hal ini berlaku padanya hukum untuk meminta ijin kepada yang memberikan hutang jika ia mau berangkat haji. Faktanya justru pihak bank yang memberikan fasilitas, berarti ia telah mengijinkan.

3.Jika demikian dalam kasus talangan haji ini

a.Jika sesorang secara financial memiliki kepastian untuk membayar talangan dimasa yang akan datang , misalnya karena gaji yang cukup, atau penghasilan lain yang stabil, dan sudah barang tentu masuk dalam perhitungan bank pemberi talangan, maka baginya dapat dikatagorikan sebagai mampu untuk berhaji

b.Tapi jika ia tidak memilki kepastian melunasinya dan tentu bank tidak akan memberikan talangan pada nasabah yang demikian itu, ia belum dikategorikan sebagai mampu berhaji.

4.Persoalan lain mungkin muncul yakni apakah seseorang disarankan untuk mencari talangan agar dapat segera berhaji, jawabannya, secara hukum tidak disarankan karena pada saat itu sebenarnya ia belum mampu (lihat al-fiqh al-Islami : 3/2085), Tetapi secara adab dan ketaqwaan bisa saja dengan catatan ia memiliki kecukupan untuk melunasinya dari gaji

jurnalhaji.com