FIQHISLAM.com

BERITA TERKINI
BERITA UMRAH DAN HAJI
Makkah Akan Miliki Hotel Terbesar di Dunia
BERITA INTERNASIONAL
Pasukan Irak Mulai Lakukan Perlawanan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Adu Domba membawa Siksa Kubur
ARTIKEL ISLAMI
Sahabat, Hanya 1 Yang Kekal Hingga Akhirat
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Berdebat Dengan Para Munafik
ISLAM INDONESIA
Prajurit Wanita TNI Boleh Pakai Jilbab
BERITA INTERNASIONAL
Hizbullah Nilai Tak Ada Akhir untuk Perang di Suriah
DUNIA ISLAM
Cabut Nobel Perdamaian San Suu Kyi
BERITA INTERNASIONAL
Terungkap Mesir dan UEA Pasok Senjata ke Libya
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Enam Perkara yang Dirahasiakan Allah SWT
BERITA UMRAH DAN HAJI
Lima Kiat Hindari Travel Umrah Berisiko
BERITA INTERNASIONAL
Obama: AS Tidak Kalah Melawan ISIS
BERITA INTERNASIONAL
Ribuan Warga Sipil Palmyra Terancam Dibantai ISIS
ISLAM INDONESIA
MUI Fatwakan Janji Kampanye
BERITA INTERNASIONAL
Pemberontak Yaman Kuasai Wilayah Saudi
BERITA INTERNASIONAL
Arab Saudi tak Undang Iran Bahas Konflik Yaman
POPULER
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Tujuh Kalimat Mustajab
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Lima Golongan Manusia tidak Diterima Shalatnya
ISLAM INDONESIA
Menjaga Keistiqamahan
SYARIAH AKIDAH AKHLAK IBADAH
Keyakinan yang Menepis Segala Keraguan
Hukum Dana Talangan Haji PDF Print E-mail

Pertanyaan

Hukum Dana Talangan HajiAssalamu’alaikum Wr.Wb.

Pak ustad saya mau tanya bagaimana hukumnya Dana Talangan Haji (salah satu produk Bank) dikaitkan dengan “Kewajiban seorang Muslim untuk menunaikan Ibadah Haji timbul jika ia sudah mampu baik fisik maupun material”. Terima kasih.

Wassalam

 

Jawaban

Waalaikum Salam Wr Wb

Semoga Allah memberikan rahmat untuk kita semua
1.Kalau didudukkan perkaranya, maka Talangan haji adalah upaya untuk membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berhaji.

2.Persoalannya adalah apakah talangan haji masuk katagori berhutang?. Jelas masuk katagori berhutang. Dalam hal ini berlaku padanya hukum untuk meminta ijin kepada yang memberikan hutang jika ia mau berangkat haji. Faktanya justru pihak bank yang memberikan fasilitas, berarti ia telah mengijinkan.

3.Jika demikian dalam kasus talangan haji ini

a.Jika sesorang secara financial memiliki kepastian untuk membayar talangan dimasa yang akan datang , misalnya karena gaji yang cukup, atau penghasilan lain yang stabil, dan sudah barang tentu masuk dalam perhitungan bank pemberi talangan, maka baginya dapat dikatagorikan sebagai mampu untuk berhaji

b.Tapi jika ia tidak memilki kepastian melunasinya dan tentu bank tidak akan memberikan talangan pada nasabah yang demikian itu, ia belum dikategorikan sebagai mampu berhaji.

4.Persoalan lain mungkin muncul yakni apakah seseorang disarankan untuk mencari talangan agar dapat segera berhaji, jawabannya, secara hukum tidak disarankan karena pada saat itu sebenarnya ia belum mampu (lihat al-fiqh al-Islami : 3/2085), Tetapi secara adab dan ketaqwaan bisa saja dengan catatan ia memiliki kecukupan untuk melunasinya dari gaji

jurnalhaji.com