AGENDA MUSLIM

BERITA & ARTIKEL TERKINI

  1. Georgia Tuduh Rusia Bakal Caplok Dua Wilayahnya
    Jumat, 27 Februari 2015
  2. Menag Minta Soal Sunni-Syiah Disikapi dengan Arif
    Jumat, 27 Februari 2015
  3. Melihat Nabi Muhammad Saw
    Jumat, 27 Februari 2015
  4. Pejuang Kurdi Asal Australia Takut Pulang ke Rumah
    Jumat, 27 Februari 2015
  5. Komentar Netizen Australia Terkait Aksi Koin Indonesia
    Jumat, 27 Februari 2015
  6. 'Isi Pembicaraan Jokowi-Abbott Harus Diungkap ke Publik'
    Jumat, 27 Februari 2015
  7. Pendirian Rumah Ibadah Perlu Diatur
    Jumat, 27 Februari 2015
  8. Setelah Bakar Masjid, Ekstrimis Yahudi Bakar Gereja
    Jumat, 27 Februari 2015
  9. Dua PR untuk Wujudkan RI Sebagai Kiblat Fesyen Muslimah
    Jumat, 27 Februari 2015
  10. Aturan Austria Terhadap Islam Terburuk di Eropa
    Jumat, 27 Februari 2015
  11. Diperlakukan Seperti Teroris, Jihadi John (Jagal ISIS) Jadi Teroris Beneran
    Jumat, 27 Februari 2015
  12. Tujuh Pertimbangan Rekomendasi Syarat Kemampuan Haji
    Jumat, 27 Februari 2015
  13. MUI Sukabumi Kumpulkan Ulama Bahas Batu Akik
    Jumat, 27 Februari 2015
  14. Tiga Hari Menjadi Muslim, Muhammad Khalifah Kumandangkan Azan
    Jumat, 27 Februari 2015
  15. Muslim Prancis Maafkan Penyerang Masjid
    Jumat, 27 Februari 2015
  16. Siapa Penghuni Surga Paling Akhir?
    Kamis, 26 Februari 2015
  17. Korea Selatan Hapus Undang-Undang Perzinaan
    Kamis, 26 Februari 2015
  18. Diazab dalam Kubur
    Kamis, 26 Februari 2015
  19. Menlu Israel: Jika Perang Gaza Terulang, Habislah Militer Israel
    Kamis, 26 Februari 2015
  20. Kandungan dalam Kalimat “Allahu Akbar”
    Kamis, 26 Februari 2015
  21. 3 Pekerjaan yang Dilaknat Allah
    Kamis, 26 Februari 2015
  22. Ibnu Abbas, untuk Satu Ilmu Saja Bertanya pada 30 Sahabat
    Kamis, 26 Februari 2015
  23. ISIS Culik 150 Warga Kristen Suriah
    Kamis, 26 Februari 2015
  24. Pejabat Irak: Pesawat AS Terus Jatuhkan Senjata untuk ISIS
    Kamis, 26 Februari 2015
  25. Pembelajaran dari Sikap Reaktif Australia terhadap Indonesia
    Kamis, 26 Februari 2015
  26. Heritage: Nuklir, Rudal dan Serangan Dunia Maya Ancaman Korsel dan AS
    Kamis, 26 Februari 2015
  27. Kejahatan Transnasional: Daftar Negara yang Melegalkan Ganja
    Kamis, 26 Februari 2015
  28. Kadin Dorong Pengembangan Asuransi Mikro Syariah
    Kamis, 26 Februari 2015
  29. Setelah Bertemu Jokowi, Abbott Yakin Eksekusi Mati akan DIbatalkan
    Kamis, 26 Februari 2015
  30. Perketat Muslim, Austria Berlakukan Regulasi Abad Lalu
    Kamis, 26 Februari 2015
Musik klasik VS Al-Quran PDF Print E-mail

Musik klasik VS Al-QuranKepercayaan orang barat bahwa musik terutama mozart dapat meningkatkan kecerdasan sudah diyakini sejak tahuan 1950-an, mitos ini kemudian diteliti secara lebih serius pada tahun 1990-an. 36 siswa dalam sebuah studi di University of California di Irvine mendengarkan 10 menit sonata Mozart sebelum mengambil tes IQ. Menurut Dr Gordon Shaw, psikolog yang bertanggung jawab atas penelitian ini, skor IQ siswa naik sekitar 8 poin akibat dirangsang oleh alunan ajaib musik Mozart, sejak itulah istilah “Mozart effect ” lahir.

Bahkan di dalam negeri, tahun 2002 Hermanto Tri Juwono dan timnya pernah mencoba pada tikus hamil. Hermanto dkk., memperdengarkan musik klasik Mozart, gamelan sampai dangdut. Setelah distimulasi seperti itu, pertumbuhan sel-sel otak bayi dan ibu tikus diteliti. Hasilnya musik Mozart memberi peningkatan jumlah sel lebih tinggi. Musik gamelan nomor dua tertinggi, sedangkan musik dangdut peningkatannya paling rendah.

Namun setelah bertahun-tahun, orang mulai ragu akan kesahihan dari ‘Mozart effect’ ini dan penelitian tandingan yang menghasilkan kesimpulan kontradiktif dengan kesimpulan diatassudah dilakukan. Beberapa peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang.Mereka membuat riset yang melibatkan 3000 partisipator, hasil penelitiannya adalah ; ‘tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan inteligensi seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.’

Tim peneliti dari Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik juga mengadakan penelitian serupa, mereka mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Dan hasil penelitiannya ; ‘Sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.’

Howstuffwork sebuah situs yang terkenal memaparkan bahwa musik klasik seperti karya mozart tidak akan membuat seseorang lebih cerdas. Dalam situsnya, masalah ini dimasukan sebagai salah satu point dalam artikel yang berjudul ;‘10 mitos tentang otak.’

Bahkan Dr Frances Rauscher, seorang peneliti yang terlibat dalam studi di Universitas California di Irvine –yang melahirkan istilah “Mozart Efect”– yang telah menjadi kontroversi dalam komunitas ilmiah ini juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengklaim itu benar-benar membuat orang pintar, tetapi hanya meningkatkan kinerja pada tugas-tugas spasial-temporal tertentu.

Sekarang kita mengetahui bahwa musik Mozart –dan sebetulnya semua musik yang memiliki alunan nada yang menenangkan (kecuali musik dangdut sepertinya-red)– hanya diyakini dapat menimbulkan efek psikologis seperti bergairah, tenang atau damai. Dan kondisi psikologis ini memang positif dalam merangsang pertumbuhan sel otak. Psikolog Rose Mini menambahkan bahwa yang terpenting bukan musiknya, namun ketenangan yang didapat oleh seorang ibu yang kemudian ditularkan kepada si bayi sejak dalam kandungan.

Lise Eliot, Ph.D, pakar biologi dan anatomi sel Chicago Medical School AS, mengatakan, perkembangan struktur otak bayi lebih dipengaruhi; pola diet, gaya hidup dan kondisi emosi ibu hamil. Efek musik memang diakui sebagai stimulus psikologis / emosional yang baik.

Jadi musik diakui meningkatkan kecerdasan, namun secara tidak langsung yaitu dengan efeknya yang menenangkan sehingga syarat psikologis dan emosional sang ibu memenuhi syarat untuk menciptakan suasana dan lingkungan rahim yang kondusif untuk pembangunan dan pertumbuhan otak sang janin. Stimulan serupa juga didapati pada Al-Quran, diyakini juga bahwa Al-Quran membawa pengaruh-pengaruh positif lain yang luar biasa disebabkan oleh sumber Al-Quran yang ilahiah, dan juga berdasarkan banyaknya kesaksian orang-orang yang merasakan pengaruh Al-Quran secara langsung maupun tak langsung. Keyakinan ini terus diupayakan diteliti sehingga dapat dijelaskan lebih baik dalam ranah ilmiah.

Sudah diteliti dan didapati fakta bahwa memperdengarkan Al-Quran kepada bayi akan meningkatkan tingkat inteligensia sang bayi. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitian ini dalam sebuah seminar konseling dan psikoterapi Islam.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Dan ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain sebagainya.

Kalau musik klasik disimpulkan dapat mempengaruhi kecerdasan melalui pengaruh positifnya terhadap stimulan psikologis dengan efektivitas sebesar 65% maka seharusnya Al-Quran yang adalah Kalamullah bisa lebih baik lagi. Al-Qur’an tetaplah obat dan terapi serta stimulan yang terbaik.

Ibu yang cerdas menganggap bahwa rahimnya adalah ruang kelas pertama bagi anaknya, bukan hanya sekedar ruang tunggu bagi janin sampai ia siap dilahirkan ke dunia ini. Para ahli menyatakan bahwa kondisi kejiwaan sang ibu juga sangat mempengaruhi watak dan kecerdasan bayinya. Dalam kondisi stress tubuh sang ibu akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan sehingga ini akan memicu tekanan darah meninggi, dada terasa sesak, dan emosi menjadi tidak stabil. Hormon kortisol ini bisa merambat ke bayi melalui plasenta sehingga mempengaruhi pembuluh darah sang janin, akibatnya sang janinpun ikutan stress. Bila ini terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sang anak kelak menjadi orang yang rentan stress. Inilah pentingnya ibu yang sedang hamil memperbanyak berdzikir, sebab manfaat berdzikir yang pertama adalah menciptakan ketenangan batin, dan dzikir yang paling utama adalah menghafal, membaca, dan mempelajari Al-Quran Al-Kariim.

 

Oleh: Purwanto Abd. Ghaffar

eramuslim.com

 

ARTIKEL LAIN

Free joomla themes, hosting company.