AGENDA MUSLIM

BERITA & ARTIKEL TERKINI

  1. 10 Hadist Tentang Kesehatan Dan Kebersihan
    Minggu, 19 April 2015
  2. Islam Pisahkan Ilmu Pengetahuan dan Agama, Benarkah?
    Minggu, 19 April 2015
  3. Saat Hidup Tak Sesuai Harapan
    Minggu, 19 April 2015
  4. Al-Quran Menyoal Indera Keenam
    Minggu, 19 April 2015
  5. Isu ISIS, Pintu Masuk Intervensi Asing?
    Minggu, 19 April 2015
  6. RESONANSI: Ketika Israel Bersorak Saksikan Koalisi Serang Yaman
    Minggu, 19 April 2015
  7. Orang Tua Korban Bom Boston Tolak Hukuman Mati
    Minggu, 19 April 2015
  8. Patung-Patung Lenin Dirobohkan di Ukraina Timur
    Minggu, 19 April 2015
  9. Pengadilan Mesir Masukkan Anshar Baitul Maqdis dalam Daftar Teroris
    Minggu, 19 April 2015
  10. Raja Arab Janjikan Batuan 274 Juta Dollar AS ke Yaman
    Minggu, 19 April 2015
  11. Catatan Penting Penyelenggaraan Haji Indonesia
    Minggu, 19 April 2015
  12. Hakim Inggris: Hormati Hak Muslimah Berhijab
    Minggu, 19 April 2015
  13. Obama Remehkan Putin Jual Rudal S-300 ke Iran
    Minggu, 19 April 2015
  14. Drop Senjata ke ISIS, AS Diminta Iran untuk Jujur
    Minggu, 19 April 2015
  15. Iran Menuduh Saudi Bertanggung Jawab Atas Konflik Berdarah di Timur Tengah
    Minggu, 19 April 2015
  16. Sendirian, Bocah Palestina 5 Tahun Ini 'Melawan' Tentara Israel
    Minggu, 19 April 2015
  17. Muslim Bersinar di 100 Orang Paling Berpengaruh Versi TIME
    Minggu, 19 April 2015
  18. ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom di Afghanistan
    Minggu, 19 April 2015
  19. Wasiat Al Ghazali untuk Murid-murid Terkasihnya
    Sabtu, 18 April 2015
  20. 10 Tugas Dasar Pemimpin Negara
    Sabtu, 18 April 2015
  21. Abu Hurairah, Sang Pengkhidmat Rasulullah Saw yang Diberkati
    Sabtu, 18 April 2015
  22. Mengapa Rasulullah Saw Dinamakan Muhammad
    Sabtu, 18 April 2015
  23. Prancis Sediakan 100 Juta Euro untuk Perangi Islamofobia dan Rasisme
    Sabtu, 18 April 2015
  24. MUI: Apa Ideologi Ahok?
    Sabtu, 18 April 2015
  25. Pertempuran Sengit Berkecamuk di Tripoli
    Sabtu, 18 April 2015
  26. Terungkap Tentara Hizbullah Dikerahkan ke Yaman
    Sabtu, 18 April 2015
  27. Iran Ajukan Empat Poin Rencana Damai Yaman
    Sabtu, 18 April 2015
  28. Belajar dari Burung Parkit
    Sabtu, 18 April 2015
  29. Keputihan: Ada Cairan yang Najis, Ada yang Suci
    Sabtu, 18 April 2015
  30. Apakah Suara Wanita Aurat?
    Sabtu, 18 April 2015
Musik klasik VS Al-Quran PDF Print E-mail

Musik klasik VS Al-QuranKepercayaan orang barat bahwa musik terutama mozart dapat meningkatkan kecerdasan sudah diyakini sejak tahuan 1950-an, mitos ini kemudian diteliti secara lebih serius pada tahun 1990-an. 36 siswa dalam sebuah studi di University of California di Irvine mendengarkan 10 menit sonata Mozart sebelum mengambil tes IQ. Menurut Dr Gordon Shaw, psikolog yang bertanggung jawab atas penelitian ini, skor IQ siswa naik sekitar 8 poin akibat dirangsang oleh alunan ajaib musik Mozart, sejak itulah istilah “Mozart effect ” lahir.

Bahkan di dalam negeri, tahun 2002 Hermanto Tri Juwono dan timnya pernah mencoba pada tikus hamil. Hermanto dkk., memperdengarkan musik klasik Mozart, gamelan sampai dangdut. Setelah distimulasi seperti itu, pertumbuhan sel-sel otak bayi dan ibu tikus diteliti. Hasilnya musik Mozart memberi peningkatan jumlah sel lebih tinggi. Musik gamelan nomor dua tertinggi, sedangkan musik dangdut peningkatannya paling rendah.

Namun setelah bertahun-tahun, orang mulai ragu akan kesahihan dari ‘Mozart effect’ ini dan penelitian tandingan yang menghasilkan kesimpulan kontradiktif dengan kesimpulan diatassudah dilakukan. Beberapa peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang.Mereka membuat riset yang melibatkan 3000 partisipator, hasil penelitiannya adalah ; ‘tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan inteligensi seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.’

Tim peneliti dari Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik juga mengadakan penelitian serupa, mereka mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Dan hasil penelitiannya ; ‘Sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.’

Howstuffwork sebuah situs yang terkenal memaparkan bahwa musik klasik seperti karya mozart tidak akan membuat seseorang lebih cerdas. Dalam situsnya, masalah ini dimasukan sebagai salah satu point dalam artikel yang berjudul ;‘10 mitos tentang otak.’

Bahkan Dr Frances Rauscher, seorang peneliti yang terlibat dalam studi di Universitas California di Irvine –yang melahirkan istilah “Mozart Efect”– yang telah menjadi kontroversi dalam komunitas ilmiah ini juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengklaim itu benar-benar membuat orang pintar, tetapi hanya meningkatkan kinerja pada tugas-tugas spasial-temporal tertentu.

Sekarang kita mengetahui bahwa musik Mozart –dan sebetulnya semua musik yang memiliki alunan nada yang menenangkan (kecuali musik dangdut sepertinya-red)– hanya diyakini dapat menimbulkan efek psikologis seperti bergairah, tenang atau damai. Dan kondisi psikologis ini memang positif dalam merangsang pertumbuhan sel otak. Psikolog Rose Mini menambahkan bahwa yang terpenting bukan musiknya, namun ketenangan yang didapat oleh seorang ibu yang kemudian ditularkan kepada si bayi sejak dalam kandungan.

Lise Eliot, Ph.D, pakar biologi dan anatomi sel Chicago Medical School AS, mengatakan, perkembangan struktur otak bayi lebih dipengaruhi; pola diet, gaya hidup dan kondisi emosi ibu hamil. Efek musik memang diakui sebagai stimulus psikologis / emosional yang baik.

Jadi musik diakui meningkatkan kecerdasan, namun secara tidak langsung yaitu dengan efeknya yang menenangkan sehingga syarat psikologis dan emosional sang ibu memenuhi syarat untuk menciptakan suasana dan lingkungan rahim yang kondusif untuk pembangunan dan pertumbuhan otak sang janin. Stimulan serupa juga didapati pada Al-Quran, diyakini juga bahwa Al-Quran membawa pengaruh-pengaruh positif lain yang luar biasa disebabkan oleh sumber Al-Quran yang ilahiah, dan juga berdasarkan banyaknya kesaksian orang-orang yang merasakan pengaruh Al-Quran secara langsung maupun tak langsung. Keyakinan ini terus diupayakan diteliti sehingga dapat dijelaskan lebih baik dalam ranah ilmiah.

Sudah diteliti dan didapati fakta bahwa memperdengarkan Al-Quran kepada bayi akan meningkatkan tingkat inteligensia sang bayi. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitian ini dalam sebuah seminar konseling dan psikoterapi Islam.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Dan ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain sebagainya.

Kalau musik klasik disimpulkan dapat mempengaruhi kecerdasan melalui pengaruh positifnya terhadap stimulan psikologis dengan efektivitas sebesar 65% maka seharusnya Al-Quran yang adalah Kalamullah bisa lebih baik lagi. Al-Qur’an tetaplah obat dan terapi serta stimulan yang terbaik.

Ibu yang cerdas menganggap bahwa rahimnya adalah ruang kelas pertama bagi anaknya, bukan hanya sekedar ruang tunggu bagi janin sampai ia siap dilahirkan ke dunia ini. Para ahli menyatakan bahwa kondisi kejiwaan sang ibu juga sangat mempengaruhi watak dan kecerdasan bayinya. Dalam kondisi stress tubuh sang ibu akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan sehingga ini akan memicu tekanan darah meninggi, dada terasa sesak, dan emosi menjadi tidak stabil. Hormon kortisol ini bisa merambat ke bayi melalui plasenta sehingga mempengaruhi pembuluh darah sang janin, akibatnya sang janinpun ikutan stress. Bila ini terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sang anak kelak menjadi orang yang rentan stress. Inilah pentingnya ibu yang sedang hamil memperbanyak berdzikir, sebab manfaat berdzikir yang pertama adalah menciptakan ketenangan batin, dan dzikir yang paling utama adalah menghafal, membaca, dan mempelajari Al-Quran Al-Kariim.

 

Oleh: Purwanto Abd. Ghaffar

eramuslim.com

 

ARTIKEL LAIN

Free joomla themes, hosting company.